UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Lebih dari 6 Juta Orang Mengikuti Prosesi Black Nazarene di Filipina

Januari 11, 2018

Lebih dari 6 Juta Orang Mengikuti Prosesi Black Nazarene di Filipina

Jutaan umat Katolik di Filipina mengikuti prosesi Black Nazarene yang berlangsung selama 22 jam. (Foto Basilio Sepe)

Lautan manusia bergerak kiri dan kanan, maju dan mundur, diperkirakan enam juta orang tanpa alas kaki dalam khidmat melakukan devosi kepada Black Nazarene yang berlangsung 22 jam.

Teriakan  “Viva Senor Nazareno,” menggema saat kerumunan baik pria, wanita, dan bahkan anak-anak, menarik tali yang diikat ke sebuah kereta yang membawa gambar Yesus yang hitam (karena terbakar) selama pawai yang bergerak lamban di jalan-jalan sempit ibukota Filipina, Manila.

Jumlah orang yang mengikuti prosesi tersebut mencapai sekitar 6,3 juta, dua kali lipat dari tahun lalu, menurut Joel Coronel, kepala Polisi Manila.

Prosesi tersebut sampai di Basilika Black Nazarene di distrik Quiapo Manila sekitar pukul 3 pagi pada 10 Januari, sekitar 22 jam setelah dimulai di Luneta Park pagi-pagi sekali hari sebelumnya.

Memakai jubah merah marun, dengan mahkota duri dan memanggul salib, patung Nazarene dibawa ke Manila oleh biarawan Augustin pada tahun 1607, pada masa penjajahan Spanyol.

Prosesi tahunan yang menampilkan gambar tersebut, mencakup rute sepanjang tujuh kilometer, memperingati perpindahan Black Nazarene pada tahun 1787 dari kapel San Nicolas de Tolentino di kota tua Manila ke Gereja Quiapo.

Gambar itu dilukis oleh pematung Meksiko dan dibawa ke Manila dengan kapal Spanyol dari Acapulco. Cerita tradisional mengaitkan warnanya dengan lilin yang menyala di depan gambar, meskipun kepercayaan yang paling umum mengatakan bahwa itu merupakan api yang telah menghanguskan patung itu di kapal.

Membawa orang lebih dekat kepada Tuhan

Pastor Douglas Badong, vikaris Basilika Black Nazarene, mencatat kenaikan jumlah pendevosi yang ikut prosesi tahun ini.

“Sungguh kerumunan yang besar di seluruh rute,” kata imam tersebut, ia menambahkan bahwa pendevosi dipinggir jalanan sepanjang rute juga memperlambat prosesi, namun tetap “tertib dan damai.”

Monsignor Hernando Coronel, rektor basilika, mengucapkan terima kasih kepada panitia festival tersebut, yang ia gambarkan sebagai “usaha besar demi iman”.

Dia mengatakan bahwa stasi doa yang diperkenalkan untuk prosesi tahun ini “membantu memperdalam iman para pendevosi kami.”

Untuk tahun kedua, streaming lewat media sosial yang menyiarkan langsung dari tempat acara tersebut yang memungkinkan orang-orang Filipina yang tinggal di luar negeri untuk menikmati tontonan tersebut.

Perayaan itu bertujuan untuk mendekatkan umat “Pencinta black Nazarene,” Ujar Pastor Coronel

Nuntius Kagum

Kardinal Luis Antonio Tagle dari Manila mengatakan bahwa kerumunan besar orang yang menghadiri Misa sebelum prosesi tahunan membuat kagum Uskup Agung Gabriele Caccia, nuntius yang baru untuk negara tersebut.

“Bahkan sebelum dia ditugaskan di sini, dia telah banyak mendengar tentang devosi orang-orang Filipina …. Dia ingin [secara pribadi] melihat,” kata kardinal tersebut.

Kardinal Tagle mengatakan bahwa ketika nuntius melihat sejumlah besar umat dia berkata: “Lihatlah bagaimana iman orang dapat menginspirasi kita.”

“Saya mengatakan kepadanya bahwa ini belum menampakan keseluruhannya tapi nanti pada saat prosesi terjadi,” kata kardinal dalam homili pada Misa tengah malam pada 9 Januari.

Tampilan semangat religius

Ribuan pendevosi mulai berkumpul di Taman Luneta di Manila pada tanggal 8 Januari karena akan diawali dengan ciuman tradisional terhadap gambar dan misa tengah malam sebelum prosesi berlangsung.

Orang-orang di sekitar kereta menarik tali, sementara sejumlah besar orang melambaikan handuk putih dan saputangan sambil melantunkan pujian kepada Tuhan. Mereka yang tidak dapat mengikuti prosesi mengangkat lengan mereka atau berlutut di tepi jalan dalam doa.

Perayaan untuk menghormati Black Nazarene juga dirayakan di berbagai belahan negeri itu.

Di Cagayan de Oro di wilayah Mindanao, Filipina selatan, diperkirakan 200.000 orang bergabung dalam prosesi dua jam meski ada ancaman serangan oleh kelompok ekstremis.

Pihak berwenang mengerahkan setidaknya seribu petugas keamanan berseragam yang membentuk rantai manusia di sepanjang rute prosesi.

Di provinsi Bohol tengah, para pendevosi berjalan ke gunung setempat di mana sebuah perayaan untuk menghormati penderitaan Kristus diadakan.

Di Manila, seorang pendevosi meninggal karena serangan jantung pada puncak prosesi.

Ramil dela Cruz, seorang petugas penjara berusia 51 tahun, mengeluh karena sakit dada setelah turun dari kereta yang mengangkut gambar itu. Dia dilarikan ke rumah sakit tempat dia dinyatakan meninggal pada saat kedatangan.

Petugas medis mengatakan lebih dari 1.000 orang dirawat karena berbagai kondisi medis, termasuk luka ringan.
Diadakan setiap tahun pada tanggal 9 Januari, Pesta Black Nazarene adalah salah satu acara keagamaan terbesar di Asia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Vietnam
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi