UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Tuntutan Dalit di India Mengancam Hegemoni Hindu

Januari 12, 2018

Tuntutan Dalit di India Mengancam Hegemoni Hindu

Dalit menggelar demonstrasi di Nagpur sehari setelah kekerasan meletus di desa Bhima Koregaon  pada 1 Januari selama perayaan ulang tahun ke 200 Perang Anglo-Maratha. (Foto: IANS)

Dalit India, yang sebelumnya dikenal sebagai kelompok yang hina-dina, menantang ideologi supremasi dari kelompok garis keras Hindu.

Namun aktivis hak asasi manusia menyalahkan fundamentalisme Hindu atas serangan baru-baru ini terhadap Dalit yang merayakan kemenangan dalam pertempuran abad ke-19 melawan kasta atas yang menguasai mereka.

Serangkaian bentrokan kekerasan antara Dalit dan orang-orang Maratha kasta tinggi dilaporkan terjadi di beberapa bagian negara bagian Maharashtra barat pada awal Januari.

Ini berrmula dari serangan pada 1 Januari terhadap orang-orang Dalit yang merayakan seratus tahun pertempuran antara penguasa lokal dan pasukan perusahaan India Timur Inggris.

Pertarungan di desa Bhima Koregaon mengakibatkan Inggris membatasi dominasi penguasa Maratha Peshwa Bajirao II.

Kekalahan tersebut telah dirayakan oleh Dalits sejak saat itu.

Namun, pada tahun yang keseratus ini berubah menjadi kekerasan, dengan satu orang terbunuh dan ratusan terluka.

Laporan media menunjukkan bahwa kelompok sayap kanan yang membawa bendera safron melempari Dalit dengan batu, mendorong mereka untuk melakukan pembalasan.

Dalam bentrokan berikutnya, lebih dari 30 kendaraan, termasuk bus dan van polisi serta kendaraan pribadi, dibakar atau rusak dan Rahul Fatangale yang berusia 28 tahun, seorang pengamat kasta atas Maratha, dibunuh oleh sebuah batu yang dilemparkan.

“Ini adalah tren yang sangat berbahaya karena kita akan kembali ke tahun 1947 ketika kasta dan kepercayaan membagi negara ini,” kata Joseph Dias, seorang pemimpin Katolik yang berbasis di Mumbai, ibu kota Maharashtra.

Sungguh mengejutkan bahwa apa yang telah terjadi 100 tahun yang lalu masih menimbulkan konflik, tambahnya.

“Tiba-tiba hal ini terjadi karena beberapa unsur pinggiran telah memprovokasinya,” kata Dias mengacu pada kelompok fundamentalis Hindu.

Jurnalis Saquib Salim mengatakan dalam sebuah komentar bahwa kekerasan harus dilihat sebagai awal kampanye untuk mencap orang-orang Dalit sebagai orang yang tidak patriotik.

Pendukung penjajah Inggris di India.

Pastor Z. Devasagaya Raj, sekretaris Kantor keuskupan untuk kelompok Dalit dan Masyarakat Adat India, mengatakan bahwa serangan tersebut mengalir dari kepercayaan kuno bahwa Dalit seharusnya menjadi pelayan umat Hindu kasta tinggi.

Kata Dalit berarti “diinjak-injak” dalam bahasa Sanskerta dan mengacu pada semua kelompok yang pernah dianggap hina dan berada di luar empat kasta Hindu

Data pemerintah menunjukkan 201 juta dari 1,2 miliar penduduk India termasuk dalam segmen masyarakat yang kurang beruntung secara sosial.

Sekitar 60 persen dari 25 juta orang Kristen India berasal dari kelompok Dalit atau masyarakat suku.

Pastor Raj mengatakan kelompok Hindu kasta atas tidak dapat menerima kenyataan bahwa orang-orang Dalit semakin menegaskan hak-hak mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi