UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

FPI Protes Pemblokiran Akun Facebook

Januari 15, 2018

FPI Protes Pemblokiran Akun Facebook

Peserta aksı protes membawa sebuah spanduk di depan kantor Facebook Indonesia di Jakarta Selatan pada 12 Januari 2018 (Foto: Konradus Epa/ucanews.com)

Beberapa kelompok Islam garis keras yang dimotori oleh Front Pembela Islam (FPI) menggelar aksi protes menentang pemblokiran sejumlah akun Facebook yang digunakan untuk menyebarkan ideologi mereka.

Menurut FPI, sekitar 70 akun Facebook termasuk Laskar Pembela Islam dan Save Ulama sera sejumlah akun pribadi telah diblokir.

Slamet Maarif, juru bicara FPI dan juga ketua Alumni 212, mengatakan kepada ucanews.com di sela-sela aksi protes 12 Januari lalu bahwa mereka sudah menyampaikan keluhan kepada Facebook Indonesia sjeik sebulan yang lalu namun tidak ada tanggapan.

Ia mengatakan sejumlah akun Facebook termasuk akun miliknya diblokir meskipun kontennya mengajak umat Muslim untuk shalat.

Sekitar 500 anggota kelompok Islam garis keras ikut dalam aksi protes yang digelar di depan Capital Place,  Jakarta Selatan dimana kantor Facebook Indonesia berada disana.

Al-Athos, koordinator aksi, meminta para petinggi Facebook Indonesia untuk menjelaskan kriteria pemblokiran akun-akun tersebut.

Ia mengklaim bahwa akun-akun itu diblokir sebelum dan setelah reuni 212 yang digelar pada 2 Desember lalu. Pertemuan ini diadakan untuk memperingati satu tahun aksi massa menentang mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama.

Egi Sudjana, seorang aktivis dan pengacara beragama Islam, menuduh Facebook melakukan diskriminasi.

Namun, ia menduga bahwa pemblokiran akun-akun tersebut terkait dengan Badan Siber dan Sandi Negara yang dibentuk Presiden Joko Widodo pada Mei tahun lalu.

Menanggapi aksi protes itu, Facebook mengatakan bahwa perusahaan ingin agar orang merasa aman dan nyaman saat memposting sesuatu di media sosial itu.

“Kami membolehkan orang menggunakan Facebook untuk mengeluarkan ide-ide dan memunculkan kesadaran akan isu-isu penting, tapi kami akan menghapus konten yang melanggar standar komunitas kami,” kata seorang juru bicara perusahaan itu.

Ia menambahkan bahwa Facebook melarang organisasi dan individu untuk menyebarkan kebencian dan kekerasan.

Menurut data  Facebook, hingga tahun   2017, para pengguna media sosial tersebut  di  Indonesia mencapai 115 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi