UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pastor Italia Protes Mendukung Aktivis Hong Kong yang Dipenjara  

Januari 24, 2018

Pastor Italia Protes Mendukung Aktivis Hong Kong yang Dipenjara  

Pastor Franco Mella berdiri di luar pusat tahanan di Lai Chi Koka untuk mengungkapkan dukungannya kepada para aktivis yang dipenjara. (Foto: ucanews.com)

Seorang imam kelahiran Italia telah  berdemonstrasi dengan duduk di luar pusat penahanan Hong Kong untuk menentang pemenjaraan aktivis politik muda karena peran mereka dalam Gerakan Umbrella 2014.
 
Pastor Franco Mella dari Institut Kepausan untuk Misi Asing (PIME) awalnya bergabung dengan sekitar 40 pendukung pro-demokrasi di luar pusat penahanan di Lai Chi Koka untuk memprotes pemenjaraan Joshua Wong Chi-fung, 21, dan Raphael Wong Ho-ming, 29, pada 17 Januari.
 
Sekarang pastor berusia 69 tahun tersebut bertujuan  melanjutkan demonstrasi di luar pusat penahanan dan meminta dukungan.
 
Joshua Wong, Raphael Wong dan 14 lainnya didakwa melanggar perintah  dan menolak untuk meninggalkan daerah Mongkok selama demonstrasi pro-demokrasi yang pada puncaknya melibatkan lebih dari 150.000 orang  turun ke jalan.
 
Keduanya mengaku bersalah menentang putusan pengadilan dan dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Tinggi pada 17 Januari.
 
Joshua Wong dijatuhi hukuman penjara tiga bulan sementara Raphael Wong dihukum 4,5  bulan. Keduanya langsung ditahan.
 
Pastor Mella mengatakan kepada ucanews.com bahwa pemerintah telah menekan oposisi politik melalui pengadilan.
 
“Pada hari itu di Mongkok, ribuan orang di sana menolak untuk pergi, mereka semua melanggar perintah pengadilan, tapi mengapa hanya menghukum para pemimpin muda tersebut?” kata Pastor Mella.
 
“Ini adalah tuntutan politik dan sekarang orang marah,” katanya.
 
Pastor Mella mengatakan bahwa “pemerintah kolonial juga memiliki banyak kebijakan yang tidak adil, namun orang-orang Hong Kong akan bersatu demi hak dan kepentingan orang-orang yang kurang mampu. Sekarang, pemerintahan SAR (Special Administrative Region) memecah belah masyarakat.”
 
Sehari setelah pemenjaraan, Pastor Mella membawa dua teman Italia, yang sekarang tinggal di Hong Kong, untuk bergabung dengan apa yang dia katakan adalah sebuah protes duduk yang sedang berlangsung.
 
Dia mengatakan bahwa dia berharap orang lain akan bergabung dengannya dalam demonstrasi tersebut dan mendesak masyarakat Hong Kong untuk menunjukkan dukungan mereka.
 
“Demokrasi dan kebebasan adalah tujuan suci, jadi kita harus mendukung semua saudara dan saudari kita yang memperjuangkannya,” kata pastor tersebut.
 
Lahir di Milan, Pastor Mella tiba di Hong Kong tahun 1970-an dan kemudian menghabiskan sekitar 20 tahun di Cina yang sekarang ia dilarang kesana oleh pemerintah Cina. Dia telah mengabdikan hidupnya untuk memperjuangkan hak-hak orang yang kurang beruntung di Hong Kong dan Cina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi