UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Presiden Jokowi Jamin Bantuan untuk Pengungsi Rohingya 

Januari 30, 2018

Presiden Jokowi Jamin Bantuan untuk Pengungsi Rohingya 

Presiden Joko “Jokowi” Widodo berbincang dengan pengungsi rohingya di kamp pengungsi Jamtoli di Distrik Cox’s Bazar di Banglades dalam kunjungannya hari Minggu lalu. (Foto: Sekretariat Kabinet)

 

Presiden Joko “Jokowi” Widodo menegaskan kembali komitmen pemerintah Indonesia untuk secara kontinyu membantu pengungsi Rohingya.

Hal itu disampaikan dalam kunjungannya ke kamp pengungsi Jamtoli di Distrik Cox’s Bazar, Banglades, Minggu (28/1) lalu,

Presiden Jokowi bertemu dengan masyarakat Indonesia yang membantu pengungsi Rohingya di sana, termasuk Dokter Corona Rintawan, koordinator Indonesian Humanitarian Alliance (IHA).

Dalam melayani pengungsi Rohingya, IHA bekerjasama dengan Dreamers Medical Camps (DMC), sebuah lembaga non-pemerintah atau NGO lokal.

IHA-DMC merupakan fasilitas kesehatan hasil kesepakatan kerjasama antara pemerintah Indonesia dan beberapa organisasi termasuk Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan Caritas Indonesia.

“Saya hadir di kamp pengungsi untuk melihat langsung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat kita, oleh NGO-NGO kita, dan juga oleh pemerintah,” kata Presiden Jokowi.

“Sejak awal pemerintah kita selalu berkoordinasi mengenai kebutuhan di lapangan,” lanjutnya. “Bantuan kemanusiaan ini akan kita berikan secara berkesinambungan.”

Presiden Jokowi mengatakan pemerintah Indonesia dalam waktu dekat akan memberikan bantuan berupa rumah sakit lapangan, shelter, pusat edukasi dan trauma healing, panel solar dan penjernih air.

Lebih dari 500.000 warga Muslim Rohingya mengungsi ke Banglades menyusul serangan militer yang mematikan di wilayah Rakhine di Myanmar sebagai balasan atas serangan warga Muslim Rohingya ke pos-pos penjagaan pada 25 Agustus tahun lalu.

Sebulan kemudian, Presiden Jokowi mengirim bantuan kemanusiaan tahap pertama yang terdiri atas beras, makanan siap saji, family kit, tangki air, tenda, pakaian dan selimut untuk pengungsi Rohingya.

Di bulan yang sama, Muhammadiyah mengirim tim medis ke Distrik Cox’s Bazar. Namun karena kebijakan visa pemerintah Banglades, setiap tim medis hanya bisa memberikan pelayanan kesehatan selama dua minggu.

Berbicara dengan ucanews.com melalui pesan singkat dari Distrik Cox’s Bazar, Senin (29/1), Dokter Corona mengatakan Presiden Jokowi melakukan inspeksi terhadap pelayanan dan fasilitas kesehatan yang disediakan untuk pengungsi Rohingya.

Ia mengatakan, hingga 10 Januari, sekitar 15.950 pengungsi Rohingya menerima pelayanan kesehatan dan lebih dari 1.800 anak menerima nutrisi. Banyak pengungsi menderita infeksi pernafasan, penyakit kulit, demam dan diare.

Kondisi pengungsi Rohingya masih memprihatinkan. “Mereka hidup hanya berdasarkan dari bantuan yang ada. Pemerintah (Indonesia) dan NGO internasional dan lokal bekerja keras membagikan barang bantuan setiap harinya,” katanya.

Barori Budi Aji, sekretaris Muhammadiyah Disaster Management Center, mengatakan kelompoknya akan terus memberikan pelayanan kesehatan kepada pengungsi Rohingya di Distrik Cox’s Bazar sampai Desember tahun ini.

“Kita fokus di Cox’s Bazar karena luapan pengungsi di sana masih sangat besar. Kamp pengungsi bisa dibilang jauh di bawah standar sehingga masalah kesehatan sering muncul,” katanya, seraya menambahkan bahwa kelompoknya telah menghabiskan 1,8 miliar rupiah untuk bantuan tersebut.

Direktur Caritas Indonesia (Karina) Pastor Antonius Banu Kurnianto tidak bisa dihubungi. Namun sebelumnya ia mengatakan bahwa Karina telah berkomitmen untuk mengirim dana untuk membantu pengungsi Rohingya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi