UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pakistan Larang Perayaan Hari Kasih Sayang

Pebruari 9, 2018

Pakistan Larang Perayaan Hari Kasih Sayang

Pemilik toko bunga di Pakistan takut dilarang mempromosikan Hari Valentine. (Foto: Zahid Hussain/ucanews.com)

Pemerhati media elektronik di Pakistan memerintahkan stasiun televisi dan radio FM setempat untuk tidak menyiarkan program apa pun yang mempromosikan atau merayakan Hari Kasih Sayang.

Otoritas Peraturan Media Elektronik Pakistan mengeluarkan sebuah peringatan pada Rabu (7/2) menyusul putusan Pengadilan Tinggi Islamabad pada 13 Februari tahun lalu.

Putusan pengadilan memerintahkan lembaga tersebut untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun perayaan umat Kristiani yang disebarkan melalui media elektronik dan cetak dan meminta untuk meniadakan program resmi atau di tempat umum.

Sebelumnya Presiden Mamnoon Hussain mengimbau agar Hari Kasih Sayang tidak dirayakan pada 14 Februari. Ia pun menyebut perayaan itu sebagai tradisi Barat.

“Hari Kasih Sayang tidak ada kaitannya dengan kebudayaan kita, oleh karena itu sebaiknya dihindari,” katanya dalam sebuah pidato yang disampaikan tahun 2016.

Untuk melawan perayaan Hari Kasih Sayang, berbagai kelompok Muslim mengadakan Hari Hijab.

Sejumlah pemilik toko bunga mengungkapkan kekecewaan mereka atas larangan tersebut.

“Penjualan kami naik bulan Februari karena perayaan Hari Kasih Sayang. Larangan itu akan mengganggu bisnis kami,” kata Iqbal Khan, 45, pemilik toko bunga, kepada ucanews.com.

“Apa maksud larangan itu? Bukahkah kita butuh banyak kasih ketika ada begitu banyak kebencian, kekerasan dan terorisme di negeri ini?” tanyanya.

Ini bukan kali pertama Pakistan melarang perayaan internasional populer itu karena dianggap bertentangan dengan ajaran Islam.

Pada 17 Januari lalu, Lembaga Ideologi Islam Pakistan menyatakan bahwa istilah “Jumat Hitam” tidak sopan dan menyarankan agar istilah ini diganti dengan “Jumat Terberkati.”

Persoalan itu menjadi sorotan media setelah sejumlah toko dan merek online menawarkan diskon besar-besaran atas barang dagangan mereka di internet atau media sosial.

“Tidak ada salahnya menawarkan diskon pada Hari Jumat, tapi menyebut Jumat Hitam sama saja dengan menghina Hari Jumat yang tidak hanya hari terberkati tapi juga hari khusus bagi umat Islam,” kata lembaga itu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi