UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Jaga Lingkungan di Kupang, Pemuda Lintas-Agama Tanam Pohon 

Pebruari 14, 2018

Jaga Lingkungan di Kupang, Pemuda Lintas-Agama Tanam Pohon 

Anggota KP2LA Kota Kupang menanam 500 anakan pohon mahoni di sekitar mata air di Naitoto pada 3 Februari lalu. (Foto: Maks Tameno)

Lebih dari 50 anggota Komunitas Pemuda Pinggiran LIntas-Agama (KP2LA) Kota Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menanam 2.000 anakan pohon sejak akhir Januari lalu untuk melindungi lingkungan hidup sekitar.

Berasal dari berbagai komunitas agama seperti Buddha, Hindu, Islam, Katolik dan Protestan serta anggota muda kepolisian dan militer setempat, mereka menanam 1.000 anakan pohon mahoni dan trembesi pada Sabtu (10/2) di bawah Jembatan Petuk di kota itu.

Jembatan sepanjang 320 meter dan selebar 17 meter itu selesai dibangun Oktober tahun lalu.

Anakan pohon disediakan oleh KP2LA dan Dinas Kehutanan setempat.

“Kami targetkan di Jembatan Petuk karena kami melihat setelah pembangunan jembatan, tanaman sudah tidak ada lagi. (Lahan) jangan dibiarkan kosong, bisa terjadi longsor. Tujuan kami untuk mengantisipasi tanah longsor dan memperindah jembatan,” kata Koordinator KP2LA Maks Tameno kepada ucanews.com, Rabu (14/2).

Menurutnya, kegiatan itu merupakan kegiatan menanam pohon ketiga sejak awal tahun ini.

Sebelumnya, pada 3 Februari, KP2LA menanam 500 anakan pohon mahoni di sekitar mata air di Naitoto. “Sumber mata air itu tidak hanya untuk kebutuhan warga. Kami tidak ingin sumber mata air itu kering,” lanjutnya.

Kegiatan menanam pohon pertama diadakan pada akhir Januari. KP2LA menanam 500 anakan pohon mahoni dan trembesi di sepanjang bantaran sungai di Belo. “Wilayah ini dihuni kurang lebih 120 kepala keluarga. Kalau curah hujan tinggi, tanah bisa longsor,” katanya.

Ia mengatakan KP2LA akan segera mengebor sebuah sumur di Belo. “Kami sudah mendapat persetujuan tahun lalu,” imbuhnya.

Selain itu, KP2LA juga berencana membuka lahan pertanian percontohan. “Di mana lahan kering diubah menjadi pertanian,” katanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi