UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kesepakatan Vatikan-Cina Terjalin Lebih Erat

Pebruari 14, 2018

Kesepakatan Vatikan-Cina Terjalin Lebih Erat

Uskup Vincent Guo Xijin dilaporkan mengatakan bahwa ia akan mematuhi permintaan Vatikan untuk mengundurkan diri.

Vatikan tampaknya telah membuka sekat  penghalang  gerejawi untuk mencapai kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Partai Komunis Cina yang berkuasa, setelah satu dari dua uskup terlibat perselisihan mengenai kesepakatan Tiongkok-Vatikan dilaporkan siap  mengundurkan diri dan membuka jalan bagi seorang uskup yang ditunjuk oleh Beijing.

Hambatan terakhir untuk Takhta Suci sekarang tampaknya mengenali dua uskup, yang ditunjuk oleh Beijing tanpa persetujuan Vatikan, yang dipahami secara luas memiliki aturan internal  termasuk membangun persahabatan jangka panjang dan generasi berikutnya.

Setelah memecat Uskup Zhuang Jianjian pada  Desember, tidak ada uskup yang ditunjuk Vatikan menghalangi kesepakatan yang akan melihat Takhta Suci memberikan teguran kepada lima uskup yang ditunjuk oleh Beijing yang keuskupannya bukan  orang-orang yang ditunjuk Vatikan yang bertanggung jawab atas komunitas “bawah tanah” .

Ketujuh orang yang disebut sebagai uskup gelap,  tidak disebutkan namanya oleh Paus, termasuk Uskup Liu Xinhong dari Anhui dan Uskup Lei Shiyin dari Leshan, yang keduanya diduga memiliki istri, juga Uskup Yue Fusheng dari Heilongjiang, Uskup Ma Yinglin dari Kunming dan Uskup Guo Jincai dari Chengde.

Tak satu pun dari “uskup” ini memiliki hambatan dengan uskup yang diangkat Vatikan yang menjalankan tugas di keuskupan mereka masing-masing jika Vatikan memutuskan untuk mengakui mereka sebagai bagian dari kesepakatan dengan Beijing.

Uskup Huang Bingzhan dari Shantou dan uskup Zhan Silu dari Mindong belum disetujui oleh Roma namun pengangkatan para uskup bawah tanah di keuskupan mereka, Mgr Zhuang Jianjian dan Mgr Vincent Guo Xijin, membuka jalan untuk persetujuan mereka oleh Vatikan.

Kardinal Emeritus Joseph Zen Ze-kiun mengatakan kepada ucanews.com bahwa lima dari ketujuh keuskupan tersebut tidak memiliki uskup  bawah tanah, sehingga memudahkan Takhta Suci  mengesahkan para uskup yang tidak sah tersebut, namun dua keuskupan lainnya, uskup Shantou dan uskup Mindong, menjadi masalah sampai Uskup Zhunag diusir dan Uskup  Guo sekarang mengatakan  dia akan tersingkir

“Bagaimana orang-orang seperti itu bisa diakui Vatikan?” tanya Kardinal Zen, mengacu pada Liu dan Lei.

Uskup Guo dari daerah kantong katak Mindong di provinsi Fujian mengatakan dalam sebuah wawancara sebelum Misa malam diadakan di katedral “bawah tanah” di sebuah kota kecil bahwa jika Vatikan menganugerahkan kepadanya sebuah dokumen otentik yang dapat diverifikasi untuk memintanya  mundur, dia akan mematuhi keputusan Roma, demikian menurut  laporan di The New York Times.

Berbagai upaya dari ucanews.com untuk menghubungi Uskup Guo tidak  berhasil.

Uskup tersebut dilaporkan  mengatakan  mereka harus memiliki sikap  konsisten untuk menghormati kesepakatan yang dibuat antara Vatikan dan pemerintah Cina, dan asas mereka adalah  Gereja Katolik Cina harus memiliki hubungan dengan Vatikan.

Uskup Guo, 59, adalah uskup bawah tanah yang diakui oleh Vatikan namun tidak diakui pemerintah. Karena dia ditahbiskan sebagai uskup, pihak berwenang belum mengakui jabatannya sebagai uskup dan hanya memperlakukannya sebagai imam.

Pada pekan tahun lalu, uskup tersebut ditahan oleh pemerintah selama sebulan dan meminta untuk menulis sebuah dokumen yang menyatakan bahwa dia “secara sukarela” menurunkan pangkat. Dikatakan bahwa dokumen tersebut adalah syarat baginya untuk diakui oleh pemerintah.

Uskup tahun ini diminta memberi jalan bagi Uskup Zhan Silu, 57, dari Mindong, yang ditahbiskan tanpa izin Paus, yang mempunyai wewenang pengangkatan semua uskup di Gereja.

Sebagian besar umat Katolik dan pastor di Mindong tidak dapat menerima keputusan ini, namun para imam bawah tanah mengatakan “mereka tidak dapat menyetujui keputusan tersebut, tetapi mereka akan meneteskan air mata dengan hati yang ingin menerima,” yang berarti mereka akan mematuhi Takhta Suci.

Seorang imam bawah tanah yang mengakui bernama  John mengatakan kepada ucanews.com bahwa dia yakin Uskup Guo akan mematuhi permintaan Takhta Suci meskipun dia tidak puas.

“Kami  akan meyakinkan umat beriman untuk taat pada  apa yang diputuskan Roma, tapi yang pasti adalah  kami  tidak boleh  bersenang-senang atas kenyataan ini.  Gereja akan tercerai-berai dalam menghadapi kesepakatan  itu,” lanjutnya.

Ah Rong, seorang Katolik bawah tanah, mengatakan kepada ucanews.com bahwa dia yakin kesepakatan Vatikan akan membuat Cina lebih terpecah daripada sekarang. “Saya tidak mengerti mengapa Gereja Cina harus menderita begitu banyak tapi sekarang keputusan begitu saja  diambil,” katanya.

Banyak orang Katolik di Cina dan Hong Kong mengatakan  para uskup telah dikorbankan, namun Anthony Lam Sui-ki, peneliti senior di Pusat Studi Roh Kudus  Hong Kong, mengatakan  tidak pantas  mengatakan bahwa Takhta Suci ingin mengorbankan komunitas  bawah tanah, sebagaimana Kardinal Zen mengklaim, terakhir ketika dia melakukan perjalanan ke Roma pada  Januari untuk mendesak kasus tersebut dengan Paus Fransiskus secara pribadi untuk mengakhiri pembicaraan dengan Beijing.

“Ini sama sekali tidak dapat diterima oleh Takhta Suci untuk mengorbankan komunitas  bawah tanah demi hubungan diplomatik dengan Cina,” kata Lam, yang telah meneliti secara terus menerus  Gereja di Cina selama lebih dari tiga dekade ini.

“Takhta Suci tidak akan meninggalkan bagian manapun dari komunitas Katolik;  Takhta Suci tidak akan meninggalkan setiap orang Katolik di Cina. Itulah yang saya percaya. Saya sungguh mempercayai itu.

“Takhta Suci tidak bertujuan hanya demi sebuah hubungan diplomatik dengan Cina. Tujuannya adalah  memperbaiki situasi umat Katolik mengenai kehidupan beragama di Cina dan  memperbesar evangelisasi sejauh mungkin kepada semua orang yang tidak beriman di Cina. Itulah tujuan utamanya.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi