UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Banyak Keajaiban di Tempat Ziarah Katolik di Banglades

Pebruari 20, 2018

Banyak Keajaiban di Tempat Ziarah Katolik di Banglades

Para devosan berusaha menyentuh patung St. Antonius Padua di Panjora, distrik Gazipur, Banglades bagian tengah pada perayaan tahunan pada 2 Februari. (Foto: Rock Ronald Rozario/ucanews.com)

Jolekha Begum sedang hamil delapan bulan namun guru sekolah dasar Muslim tersebut harus menempuh perjalanan lebih dari 150 kilometer melintasi Banglades pada suatu pagi yang dingin pada akhir Januari untuk beribadah di tempat suci mukjizat yang telah mendapatkan ketenaran di seluruh negeri itu.

Wanita berusia 31 tahun itu melaju dari distrik Siranjganj ke tempat ziarah Antonius Padua di desa Panjora, distrik Gazipur tengah untuk menyampaikan  terima kasih kepada orang suci Portugis tersebut atas “bantuannya yang luar biasa.”

“Saya menikah tujuh tahun  lalu tapi saya belum  hamil. Mertuaku  frustrasi dan sering  menyiksa saya secara verbal dan fisik,” kata Jolekha.

“Saya mengetahui tentang mukjizat lewat pengantaran Santo Antonius dan mengunjungi tempat ziarah ini tahun lalu dengan tujuan agar memiliki anak. Keinginan saya sekarang telah terpenuhi,” katanya kepada ucanews.com.

Jolekha mengatakan bahwa dia juga mendoakan anak yang dalam kandungan agar  sehat.

“Saya akan terus melakukan perjalanan ke sini (untuk bersyukur) selama saya bisa,” katanya.

Pasangan Hindu Rajesh Das, 38, dan Sunita Debi, 25,  juga percaya.

Mereka mengunjungi kuil tersebut bersama  anak laki-laki mereka yang berusia 10 tahun dari distrik Munshiganj, sekitar 100 kilometer jauhnya. Mereka membawa serta sepasang merpati untuk bersyukur.

“Anak kami sakit karena penyakit yang tidak dapat didiagnosis dokter dua tahun  lalu dan kesehatannya memburuk,” kata Sunita, seorang ibunya.

Para devosan memegang bungkusan biskuit dan patung  St. Anhonius Padua Selma perayaan pada 2  Februari. (Foto: Rock Ronald Rozario/ucanews.com)

 

“Saya mendengar tentang Santo  Anthonius dari seorang Kristen sehingga kami datang ke sini untuk berdoa kepada orang suci tersebut untuk kesembuhan anak kami dan sekarang dia telah sembuh total,” tambahnya.

Di tempat ziarah ini, kisah iman dan mukjizat yang dianugerahkan ini semakin banyak terjadi.

Sekarang menarik ratusan pendevosi dari semua agama dan etnis  sepanjang tahun.

Selama pesta tahunan yang biasanya dirayakan pada  Februari, berubah menjadi pertemuan tahunan Kristen terbesar di Banglades yang berpenduduk mayoritas Muslim.

Tahun ini, sekitar 50.000 devosan  berbondong-bondong menghadiri perayan Ekaristi pada 2 Februari, yang dipimpin oleh Kardinal Patrick D’Rozario. Secara tradisional, ini dirayakan menjelang Masa Prapaskah, yang dimulai pada 14 Februari tahun ini, dan bukan pada  13 Juni, Hari Raya Santo  Antonius di kalender liturgi Gereja.

Kebanyakan devosan  adalah umat Katolik dari wilayah Bhawal Dhaka, Keuskupan Agung Dhaka, salah satu benteng Katolik tertua dan terbesar di negara bagian yang mencakup tujuh paroki.

Desa Panjora adalah bagian dari Gereja St Nikolaus  Tolentino di Nagari, yang berada di bawah yurisdiksi wilayah Bhawal.

Pada hari pesta peringatan, ribuan orang berbaris  dan menunggu berjam-jam untuk menyentuh patung orang suci tersebut untuk memberi penghormatan mereka.

Banyak dari mereka yang membawa manot, hadiah untuk persembahan dalam bentuk lilin, hiasan emas, merpati, biskuit dan sebagainya.

Ada belasan  tempat ziarah Katolik di Banglades namun keramaian umat yang terlihat di tempat ziarah Santo  Antonius di Panjora tidak ada bandingannya.

Selama periode sembilan hari di awal  Februari sekitar 5.000-6.000 orang menghadiri dua Misa, novena dan doa di sana.

Sementara orang-orang non-Kristen seperti Jolekha dan Sunita tidak menaruh kepercayaan mereka kepada Yesus, mereka menganggap St. Anthony sebagai “setengah tuhan”.

Alexander Ascension, 74, seorang Katolik dari desa Panjora, mengatakan bahwa dia telah menyaksikan kekuatan ajaib orang suci tersebut.

“Saya percaya Santo Antonius membantu menemukan benda-benda yang hilang. Begitu kapalnya dicuri dan saya mendapatkannya kembali setelah saya berdoa kepada orang suci,” katanya kepada uncanews.com.

“Demikian pula, anak perempuan saya memiliki masalah dengan matanya dan dia sembuh dengan restu dari Santo Antonius,” tambahnya.

Santo Antonius adalah simbol harmoni antaragama, kata Abdul Kadir Mian, seorang Muslim dan ketua Dewan Uni Nagari, sebuah badan pemerintah daerah.

“Dia adalah orang suci bagi semua orang dan kami merasa bangga dan merasa terhormat untuk menerima orang-orang dari seluruh penjuru negeri di wilayah kami. Perayaan ini adalah contoh bagus dari kerukunan antaragama di Banglades,” kata Mian.

Asal-usul pencurahan devosi tahunan di tempat suci ini tidak jelas namun masyarakat setempat mengklaim bahwa praktik tersebut telah berlangsung selama hampir 200 tahun.

Menurut legenda, sebuah patung kecil Santo Antonius muncul dan kembali muncul beberapa kali di tempat dimana tempat ziarah tersebut berada, dan orang-orang mulai pergi ke sana untuk berdoa.

Kemudian, Catherine Peries, seorang wanita Katolik setempat, menyumbangkan tanah tersebut dan  otoritas Gereja setempat  membangun sebuah kapel kecil di sana.

Dom Antonio da Rosario, seorang pengkhotbah Katolik Bengali abad ke-17 yang merupakan putra seorang raja Hindu, juga diyakini telah membantu mempopulerkan tempat suci tersebut.

Diceritakan bahwa bajak laut  Arakan telah menculiknya saat dia masih kecil dan kemudian menjualnya ke misionaris Katolik Portugis.

Kemudian imam membaptisnya dan menamainya Dom Antonio. Dom adalah kata Portugis untuk “pangeran”.

Seorang devosan memegang seutas Rosario yang diberkati pada perayaan itu. (Foto: Rock Ronald Rozario/ucanews.com)

 

Antonio belajar katekismus, bahasa, musik dan tarian. Dia menjadi pengkhotbah yang produktif.

Khotbahnya yang fasih, disertai dengan musik dan tarian, membantu mempelopori pertobatan ribuan umat Hindu kasta rendah di Bhawal dan sekarang sebagian wilayahnya  masuk dalam wilayah Keuskupan Agung Dhaka.

Antonio diyakini telah menyusun Thakurer Geet, lagu devosional tentang kehidupan Santo Antonius yang masih sangat populer di wilayah ini.

“Dom Antonio tidak hanya berkhotbah dan membabtis, Dia juga membuat Santo Antonius populer, tapi tidak banyak orang yang menyadari kontribusinya,” kata Pastor Proshanta T. Rebeiro, seorang profesor Hukum Kanonik di Seminari Tinggi Roh Kudus di Dhaka, kepada ucanews.com

Tahun lalu, sebagai pengakuan atas pengabdian umat yang tak tergoyahkan, dua biarawan Fransiskan dari Basilika Santo Antonius di Padua di Italia membawa relikwi berusia 800 tahun dari orang suci tersebut dalam tur nasional ke Banglades.

Pastor Rebeiro mengatakan bahwa sekarang saatnya untuk menghargai orang suci dan tempat suci diadakan.

“Kuil itu perlu diperluas dan sebuah basilika dapat dibangun, dan memerlukan pengakuan nasional dan internasional. Saya telah berada di Padua dan saya dapat mengatakan bahwa Santo Anthonius dari Panjora melampaui St. Anthony dari Padua,” tambah Pastor Rebeiro.

Pastor Joyanto S. Gomes, pastor paroki St. Nikolas Tolentino, mengatakan bahwa keuskupan agung akan mengembangkan tempat suci tersebut.

“Ada rencana untuk memperpanjangnya dan mendirikan sebuah basilika di sini. Kami ingin mencari seorang imam yang bisa tinggal disini untuk ditugaskan untuk merawat tempat ziarah ini, dan tempat permanen untuk menampung peziarah,” katanya.

Santo  Antonius lahir di Lisbon, Portugal pada 15 Agustus 1195. Dia ditahbiskan sebagai imam  dan kemudian menjadi biarawan Fransiskan.

Dia secara luas diakui karena kasihnya yang tak tergoyahkan kepada orang miskin dan orang sakit, serta keahliannya tentang kitab suci.

Dia meninggal  tahun 1231 pada usia 35 tahun di Padua, Italia karena demam kronis. Vatikan mengkanonisasi dia setahun kemudian dan  tahun 1946 dia dinyatakan sebagai Pujangga  Gereja.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi