UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kelompok Wanita Katolik Dorong Pemberdayaan Perempuan di Semua Paroki di Pakistan

Maret 12, 2018

Kelompok Wanita Katolik  Dorong Pemberdayaan Perempuan di Semua Paroki di Pakistan

Sekelompok wanita Katolik di Pakistan  meluncurkan sebuah rencana tiga tahunan untuk memberdayakan perempuan di berbagai paroki di keuskupan agung Lahore.

“Bersiaplah  menyambut mereka di rumah Anda. Jangan ragu  berbagi masalah dengan tim dan mereka akan menemukan solusi yang tepat,” kata Uskup Agung Lahore Mgr Sebastian Shaw  dalam sebuah pidato yang menandai peluncuran  program khusus yang diperkenalkan pada  8 Maret, pada Hari Perempuan Internasional.

Acara ini, yang diselenggarakan bersama oleh tim paroki Katedral Hati Kudus dan Organisasi Wanita Katolik  (CWO), termasuk ceramah tentang nilai keluarga, pembawaan  puisi, pertunjukan permainan dan lagu-lagu. Penyelenggara memasang  pita ungu kepada lebih dari 150 orang, kebanyakan perempuan.

Menurut para pembicara, kampanye baru ini akan memberdayakan perempuan minoritas yang saat ini diperlakukan sebagai warga kelas tiga dan kurang penting dibandingkan wanita Muslim.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan kaum perempuan dikawin paksa dan ini adalah sebuah “kejahatan” yang dihadapi oleh wanita minoritas Kristen dan Hindu di negara tersebut.

Program serupa diadakan di keuskupan  lain juga.

Kelompok OMK Gereja Hati Kudus di Sahiwal di provinsi Punjab, mempersembahkan acara tersebut kepada Asma Jahangir, seorang pengacara  HAM yang disegani  yang telah meninggal bulan lalu.

Demonstrasi besar-besaran diadakan di Islamabad, di mana Front Demokrasi Perempuan  mengutuk sistem patriarki yang terus dipraktekan di negara itu.

“Taat pada hukum dan adat istiadat sudah menjauh dari tubuh kita”, demikian tulisan pada sebuah poster  yang dibawa  oleh seorang remaja yang meminta kebebasan bagi wanita untuk memilih lemari pakaian mereka sendiri dan melakukan perjalanan dengan bebas.

Shaheen Yousaf, koordinator CWO di Keuskupan Agung Lahore, mengatakan dia berencana  merekrut aktivis baru.

“Kepemimpinan perempuan menjadi krisis yang terus menerus terjadi di institusi Gereja. Kami akan mengunjungi komunitas yang bertujuan meningkatkan kesadaran di kalangan perempuan tentang hak dan kewajiban mereka,” katanya kepada ucanews.com.

“Perceraian meningkat di kalangan keluarga Kristen karena hubungan di luar nikah. Setiap tahun, setidaknya kita melihat lima kasus kekerasan dalam rumah tangga,” katanya, seraya menambahkan  “anak-anak harus terus dibimbing oleh orangtua mereka bahkan setelah mereka menikah.”

CWO menyelenggarakan pelatihan dan seminar tentang kehidupan keluarga dan hak perempuan di Pakistan sejak 2007.

Tahun 2016, organisasi tersebut melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis  kepada 457 pasien dengan nama proyek perawatan kesehatan preventif  satu tahun.

Sekarang ini ada dua pusat jahit bagi perempuan minoritas yang tidak berpendidikan di daerah kumuh.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi