UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Sejumlah Uskup di Cina Bersuara terkait Kesepakatan dengan Vatikan

Maret 12, 2018

Sejumlah Uskup di Cina Bersuara terkait Kesepakatan dengan Vatikan

Uskup Peter Fang Jianping yakin bahwa Cina dan Vatikan bisa meraih kesepakatan tentang pengangkatan uskup. (Foto: Diambil dari YouTube)

Sejumlah uskup di Cina menyampaikan pendapat mereka terkait hubungan Sino-Vatikan untuk mendukung usulan kesepakatan tentang pengangkatan uskup.

Menurut mereka, kesepakatan itu menuju ke arah yang baik. Mereka pun mendukung Presiden Xi Jinping. Bagi mereka, kewarganegaraan menjadi prioritas ketimbang agama dan keyakinan.

Mereka menyampaikan pendapat dalam Konferensi Konsultasi Politik Rakyat Cina (KKPRC) dan Konggres Rakyat Nasional (KRN) yang digelar baru-baru ini.

Isu apakah Vatikan atau Beijing yang seharusnya mengontrol pengangkatan uskup di Cina memunculkan keprihatinan meluas di kalangan umat Katolik di seluruh dunia.

Direktur Administrasi Agama Wang Zuoan menghadiri KRN. Ia mengatakan kepada media bahwa Cina selalu tulus dalam meningkatkan hubungan Sino-Vatikan dan telah berusaha keras melakukannya.

Ia menggambarkan komunikasi antara kedua pihak berjalan efektif dan lancar dan menjelaskan bahwa Cina akan terus meningkatkan prinsip ketaatan konsisten dan melakukan upaya untuk meningkatkan hubungan Sino-Vatikan.

Wang tidak menyebutkan apakah kedua pihak akan menandatangani sebuah kesepakatan tentang pengangkatan uskup pada Maret ini.

Namun ia mengatakan ekspektasi para uskup dan prelatus lain itu sama. Mereka berharap mereka akan menyatukan cinta untuk negeri dan cinta untuk agama, bukan hanya untuk perkembangan agama yang sehat tapi juga kerukunan sosial.

Uskup Tangshan Mgr Peter Fang Jianping, seorang anggota KRN, berharap agar hubungan Sino-Vatikan akan memberi hasil yang baik tahun ini. Ia yakin bahwa kedua pihak  bisa meraih kesepakatan tentang pengangkatan uskup.

Ia menjelaskan bahwa jika para uskup di Cina daratan bisa mendapatkan status hukum dari gereja, hal ini akan secara efektif meningkatkan hubungan Cina-Vatikan dan perkembangan Gereja Cina.

Menurutnya, perkembangan negosiasi dan konten spesifiknya belum jelas. Namun ia percaya bahwa Cina dan Vatikan telah bekerja keras selama bertahun-tahun untuk mencapai kesepakatan. Dan sekarang tidak ada hambatan antara kedua pihak dalam negosiasi.

Presiden XI mengusulkan sinisiasi agama untuk menggarisbawahi agama dalam pembangunan di Cina dengan mengadaptasi kondisi nasional dan sosial dan juga untuk memikirkan tentang bagaimana agama bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat Cina, katanya.

Ia juga mengatakan anggota gereja hendaknya mendukung Xi “karena kami, sebagai warga negara, hendaknya pertama-tama menjadi warga negara dan kemudian menganut agama dan keyakinan.”

Ketika ditanya tentang prioritas para pemimpin agama, Uskup Fang menjawab bahwa mereka menyerahkan kepada Allah apa yang menjadi milik Allah dan kepada nnegara apa yang menjadi milik negara.

Sebagai anggota KKPRC, Uskup Leshan Mgr Paul Lei Shiyin – uskup yang diekskomunikasi – mengatakan kepada media bahwa jika hubungan diplomatik antara Cina dan Vatikan terjalin, hal ini akan berdampak baik terhadap pengaruh internasional Cina dan implementasi kebijakan agama sementara mengijinkan gereja untuk melakukan karyanya seperti biasa di Cina daratan.

Dalam wawancaranya dengan Sing Tao Daily pada 10 Maret, Uskup Mindong Mgr Vincent Zhan Silu – uskup yang diekskomunikasi – mengatakan hubungan Sino-Vatikan telah membuat lompatan yang besar.  “Tidak ada hambatan jika setiap orang hanya memikirkan menfaat bagi gereja demi perdamaian.”

Menurut rumor yang beredar, Uskup Vincent Guo Xijin dari gereja bawah tanah Mindong berjanji untuk menyingkir untuk memberi jalan bagi Uskup Zhan yang ditahbiskan secara tidak sah agar diakui oleh Tahta Suci.

Ketika ditanya tentang bagaimana gereja bawah tanah seharusnya dikelola di masa depan, ia mengatakan gereja tergantung pada pengelolaan bersama dan anggota gereja – imam dan biarawati – perlu bersatu untuk melakukannya.

“Jika (pengelolaan gereja) dilakukan secara sewenang-wenang, tidak seorang pun bisa mengelolanya dengan baik,” katanya, seraya menambahkan bahwa menaati undnag-undang dan peraturan agama itu suatu keharusan dan “mengelola gereja hendaknya sesuai dengan hukum.”

Uskup Fang Xingyao, ketua Asosiasi Patriotik dan disetujui baik oleh Cina maupun Vatikan, mengatakan ia akan melihat negosiasi itu untuk menilai keseimbangan antara cinta untuk negeri dan cinta untuk gereja.

Uskup Haimen Mgr Shen Bin, anggota KKPRC dan wakil ketua Asosiasi Patriotik dan Konferensi Waligereja Cina, mengatakan isu itu sensitif.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi