UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pemerintah Keluarkan Larangan Menyusul Rumah Sakit Katolik dan Biarawati Diserang di India

Maret 19, 2018

Pemerintah Keluarkan Larangan Menyusul Rumah Sakit Katolik dan Biarawati Diserang di India

Para uskup yang dipimpin oleh Uskup Agung Leo Cornelio mengunjungi Rumah Sakit Misi Pushpa pada 15 Maret setelah serangan yang diduga para aktivis Hindu pada 12 Maret.

Tiga hari setelah para aktivis Hindu yang diduga telah menghancurkan dinding perbatasan sebuah rumah sakit Katolik di India bagian tengah, pemerintah setempat mengeluarkan perintah berupa larangan  melakukan kegiatan lebih lanjut di wilayah yang disengketakan tersebut.

Kejadian 15 Maret di kota Ujjain di provinsi Madhya Pradesh terjadi setelah massa membakar tembok  Rumah Sakit Misi Pushpa yang telah berusia 44 tahun dan memblokir pintu masuk darurat, mengklaim bahwa tanah di depan rumah sakit milik salah satu dari mereka.

“Pemerintah mengeluarkan perintah larangan  melakukan kegiatan di daerah yang disengketakan itu hingga  ada perintah lebih lanjut,” kata Neeraj Pandey, inspektur polisi kepada ucanews.com pada 16 Maret.

Pemerintah mengeluarkan perintah setelah memperhatikan pembangunan di lahan sengketa tersebut, katanya.

Pejabat Gereja telah menuduh polisi tidak bertindak pada 12 Maret ketika sekitar 60 orang menggunakan buldozer  menghancurkan tembok dan menyeret staf termasuk para biarawati yang berusaha  melawan penghancuran itu. Para penyerang juga merusak trafo listrik dan pipa  air.

Pandey mengatakan  pemerintah sedang berupaya memperbaiki kembali pipa air dan sambungan listrik ke rumah sakit tersebut.

Rumah sakit tersebut beroperasi dengan listrik sementara dan pipa  air yang diambil dari gedung tetangga, kata Uskup Ujjain Mgr Sebastian Vadakkel kepada ucanews.com.

Pemerintah negara bagian itu bergerak cepat  setelah sebuah delegasi dari empat uskup termasuk Uskup Theodore Mascarenhas, sekjen Konferensi Waligereja India, mengunjungi daerah tersebut dan menuntut agar pemerintah negara bagian itu dan federal mengambil tindakan untuk menjamin hak dan keamanan orang-orang Kristen di Madhya Pradesh, yang seringkali melaporkan tentang kekerasan anti-Kristen.

“Baik Negara Bagian Madhya Pradesh maupun pemerintah federal tidak mampu menegakkan undang-undang tersebut,” kata Uskup Mascarenhas setelah dia mengunjungi rumah sakit bersama Uskup Vadakkel, Uskup Agung Bhopal Mgr Leo Cornelio  dan Uskup Indore Mgr Chacko Thottumarickal.

Perselisihan tersebut dimulai pada Januari setelah Gagan Singh, asisten pribadi seorang anggota parlemen setempat, mengajukan klaim atas tanah tersebut, yang oleh rumah sakit tersebut klaim diberikan kepadanya empat dekade  lalu untuk parkir dan  kawasan hijau.

Serangan tersebut terjadi meski kasus itu sedang dalam proses pengadilan. Para pemimpin Gereja menduga penyerang memiliki dukungan dari pemerintah karena anggota parlemen adalah anggota Partai Bharatiya Janata pro-Hindu yang menjalankan pemerintahan negara bagian tersebut.

“Penggunaan kekuasaan politik dan menampilkan arogansi dengan kekerasan tidak lain adalah terorisme dan anti-nasionalisme. Kami mengutuk tindakan kekerasan, teror, intimidasi dan pelanggaran berat ini karena tindakan tersebut merupakan ancaman bagi kesejahteraan dan masa depan bangsa kami yang tercinta,” kata para uskup tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi