UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paroki di Filipina Pasang Tarif  Tinggi untuk Pernikahan

Maret 20, 2018

Paroki di Filipina Pasang Tarif  Tinggi untuk Pernikahan

Pernikahan di sejumlah paroki di Filipina tak terjangkau bagi banyak umat Katolik. (Foto: Angie de Silva)

Sebuah paroki yang berlokasi di Makati, kawasan elit, pusat bisnis di Manila, ibukota Filipina, menarik perhatian karena mengusulkan untuk membayar lebih dari US $ 1.000 atau lebih dari 13 juta rupiah untuk biaya pernikahan yang diadakan di gereja paroki tersebut.

Berbagai komentar yang diposting media sosial  mengecam  Paroki Santuario de San Antonio di  Forbes Park yang eksklusif di Makati karena menaikkan biaya pernikahannya dari sekitar US $ 767 menjadi US $ 1.250 atau sekitar 15 juta rupiah.

Gereja paroki itu memiliki aula untuk 936 pasang pernikahan setiap tahunnya. Dari US $ 1.000 untuk setiap pernikahan yang diadakan, paroki tersebut mendapat US $ 936.000 atau lebih dari 12 miliar rupiah per tahun.

Sebagian besar gereja di Filipina mengenakan biaya pernikahan sekitar US $ 100 hingga US $ 400.

Diskon khusus juga diberikan kepada umat paroki, atau jika pasangan memutuskan  mengadakan pernikahan mereka pada hari kerja. Gereja yang menggunakan AC terus meminta biaya tambahan untuk menutupi biaya operasional, listrik dan lain-lainnya.

Paroki Santuario de San Antonio juga mengumumkan pada 15 Maret bahwa paroki  itu akan menaikkan biaya  tahunan untuk acara-acara,  toko bunga, musisi, videografer dan fotografer.

Paroki tersebut juga berencana membebankan acara  pernikahan dengan biaya  tahunan sebanyak US $ 1.000 sementara fotografer dan videografer akan dikenai biaya sebesar  US $ 575.

Blogger dan fotografer pernikahan Dominic Barrios mengatakan tarif baru ” itu berlebihan.” Dia mengatakan mereka yang menikah di gereja akan terbebani karena mereka juga membayar acara tersebut.

Pastor Paroki Reu Jose Galoy OFM segera membatalkan tarif baru tersebut setelah mendapat kritik dari banyak pihak.

“Kami mohon maaf jika peraturan dan tarif tersebut membuat Anda semua khawatir karena tidak pernah niat kami untuk melakukannya,” kata imam tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh paroki tersebut.

Dia mengatakan  “ketika kita merasa peraturannya adil dan sudah dipikirkan dengan matang, sekarang kita menyadari bahwa semua rancangan peraturan dan tarif itu harus dianggap sebagai pekerjaan yang sedang berjalan daripada hasil  akhir.”

Peraturan baru dan tarif untuk pernikahan dipresentasikan selama “kongres pernikahan” paroki pertama yang diadakan pada 15 Maret.

Pastor Galoy mengatakan  paroki tersebut akan meninjau kembali keprihatinan yang diajukan oleh publik dan mempertimbangkan semua saran untuk sampai pada “seperangkat atau peraturan yang masuk akal yang berpihak pada kepentingan semua pihak.”

Barrios dan “penyelenggara acara” lainnya menyambut baik pengumuman imam tersebut, dan  menambahkan mereka bersedia membantu dan memberi masukan tentang peraturan baru tersebut.

“Kabar baiknya adalah mereka mendengar kita,” kata fotografer itu.

Tahun 2014, Paus Fransiskus mengecam para imam dan umat awam yang mengubah paroki mereka menjadi “lahan bisnis” dengan membebankan biaya pembaptisan, berkat dan intensi Misa.

 

One response to “Paroki di Filipina Pasang Tarif  Tinggi untuk Pernikahan”

  1. Tarcisius says:

    Bagaimana di Indonesia, khususnya di kota-besar?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi