UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Caritas Pakistan Karachi Bantu Perempuan Mendapatkan Pekerjaan

Maret 22, 2018

Caritas Pakistan Karachi Bantu Perempuan Mendapatkan Pekerjaan

Pastor Anthony Ibraz dari Paroki St. Yakobus mengunjungi Caritas pada 8 Maret dan memuji karya baiknya. (Foto: ucanews.com)

Neetu Dilesh sangat senang ketika Caritas Pakistan Karachi mengatakan kepadanya bahwa ia dan 19 perempuan lain akan dibantu agar bisa menjalankan bisnis sendiri.

Ia mulai memperoleh penghasilan sebesar 4.000 rupee per bulan selama pelatihan berlangsung dan bisa menyekolahkan kedua anak perempuannya.

“Dulu, ketika penghasilan suami saya pas-pasan, menyekolahkan kedua anak perempuan saya yang berumur lima dan tujuh tahun hanyalah mimpi belaka bagi saya. Ini tidak mungkin terjadi,” katanya.

“Saya dengar tentang pelatihan dari Caritas ini, dan saya bergabung untuk belajar memotong dan menjahit baju. Selama pelatihan yang berlangsung empat bulan, saya mulai menjahit pakaian,” lanjutnya.

“Saya senang Caritas memberi saya sebuah mesin jahit. Sekarang saya bisa bekerja lebih efektif dan bisa menghasilkan uang untuk membantu suami dan anak-anak saya,” katanya.

Program Mata Pencaharian dari Caritas Pakistan Karachi meluncurkan sebuah proyek kewiraswastaan dengan slogan “Memberdayakan Perempuan, Memberdayakan Pakistan” dan melatih 240 wanita dan remaja putri sejak November 2017 hingga Februari 2018.

Koordinator proyek, Samina Maqbool, mengatakan: “Pelatihan mencakup pembuatan lilin, kerajinan tangan, pembuatan perhiasan, mencetak di atas kain, mencetak di atas layar, karya seni, memotong dan menjahit, desain baju dan desain fesyen. Kami juga melatih mereka untuk membuat kue dan telur Paskah dan Natal serta pernak-pernik Paskah lainnya.”

Maqbool adalah seorang wiraswasta dan mengelola bisnis rumahan yang memproduksi lilin.

Elizabeth Pervez juga terpilih oleh Caritas untuk menerima sebuah mesin jahit.

“Saya sepenuhnya membantu suami saya. Dengan penghasilan saya sebesar 10.000 rupee, saya bisa membayar tagihan, biaya sekolah anak-anak dan sebagian uang sewa rumah. Saya berterima kasih kepada Caritas karena telah membantu saya,” katanya.

“Kami pekerja migran dari Punjab. Menyewa sebuah rumah di sebuah kota seperti Karachi itu tidak mudah. Dulu kami hanya mampu membiayai kebutuhan pokok kami. Saat ini menikmati pekerjaan saya, dan saya merasa senang karena kami juga mampu menabung sedikit untuk masa depan anak-anak,” lanjutnya.

Tahun lalu, Caritas Pakistan Karachi memberi pelatihan kepada 625 orang dan membantu mereka mengelola bisnis sendiri atau mendapatkan pekerjaan di sejumlah pabrik.

Sekretaris Eksekutif Caritas Pakistan Karachi Mansha Noor mengatakan organisasinya berkarya untuk membantu masyarakat miskin.

“Saya telah melihat kondisi aktual dari masyarakat miskin, dan sebagian besar dari mereka sangat miskin. Setelah menyelesaikan pelatihan, kami membawa mereka ke sejumlah pabrik yang bekerja sama dengan Caritas untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan pekerjaan,” katanya.

“Adalah karunia Allah bahwa banyak pemilik pabrik mendengar kami dan menghormati kami dan karya baik kami. Saya senang kami telah melihat perubahan dalam kehidupan masyarakat,” lanjutnya.

Pastor Anthony Ibraz dari Paroki St. Yakobus mengaku telah melihat semangat dari para pekerja Caritas.

“Dengan cinta, mereka melayani bukan hanya umat Kristiani tapi juga umat Hindu dan Islam.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi