UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Suster CB Timor-Leste Memberikan  Pelayanan Kesehatan Gratis bagi Warga Miskin

Maret 28, 2018

Suster CB  Timor-Leste Memberikan  Pelayanan Kesehatan Gratis bagi Warga Miskin

Warga berbaris menunggu pemeriksaan dan pengobatan gratis di Tasitolu, Dili. (Foto: Thomas Ora/ucanews.com)

Biarawati di Timor-Leste memberikan pelayanan perawatan dan pemeriksaan kesehatan gratis dan menyalurkan sembako  seperti beras, minyak goreng dan gula kepada ratusan keluarga miskin di Tasitolu, Dili dua pekan terakhir semenjak pertengahan Maret ini untuk membantu mengatasi minimnya fasilitas dan persediaan medis di negara yang sedang mengalami krisis  ini khususnya di daerah pedesaan.

Tasitolu adalah kawasan pesisir yang dilindungi berjarak sekitar delapan kilometer barat Dili, ibukota Timor-Leste, tempat Paus Yohanes Paulus II – sekarang St. Yoahens Paulus – merayakan Misa ketika dia berkunjung pada Oktober 1989.

Kegiatan karitatif para biarawati, yang  diadakan  dari 17-18 Maret adalah bagian dari program Prapaskah yang diselenggarakan oleh Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih  Santo Carolus Borromeus (CB).

Program menjangkau ke luar, salah satu dari beberapa program kongregasi tersebut di Timor-Leste itu, juga menandai peringatan 100 tahun kehadiran kongregasi yang menyatu dengan cepat di negara itu, yang akan secara resmi dirayakan pada 7 Oktober mendatang.

Tahun depan, umat akan merayakan panca windu kehadiran kongregasi CB di negara ini.

Lebih dari 600 pasien dari berbagai  usia menerima pelayanan medis gratis sepekan terakhir ini, layanan yang banyak warga mengatakan  sebagai “tepat waktu” karena tingginya tingkat kekurangan gizi di wilayah tersebut.

Suster Imelda, yang mengoordinasikan program terbaru, mengatakan bahwa program  itu adalah misi gabungan yang dilakukan bersama dengan para suster di Indonesia.

“Program itu bagian dari cara kami peduli terhadap umat di sini,  mewartakan  semangat Yesus  tersalib,” kata Suster Imelda kepada ucanews.com.

Proyek ini juga dilakukan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, yang mengirim 25 dokter dari Kuba untuk bekerja di Rumah Sakit  Guido Valadares di Dili.

Obat-obatan dan peralatan disediakan oleh rumah sakit. Dana tambahan datang dari mitra kongregasi, orangtua, alumni dan apotek serta bank setempat.

Juliao da Cunha, 72, melakukan perjalanan dari desanya di distrik Bobonaro sekitar 100 kilometer barat Dili untuk mendapat perawatan berbagai jenis penyakit: asma, rematik, masalah pernapasan, sakit punggung, dan masalah  penglihatan.

“Sebulan sekali saya pergi  ke rumah sakit umum di Bobonaro. Saya harus berjalan sekitar 3 kilometer. Tetapi belum menunjukan tanda-tanda kesembuhan,” kata Da Cunha kepada ucanews.com.

“Saya berharap pelayanan medis gratis yang dikelola j oleh para biarawati ini memberi saya harapan baru dan berkat yang baik,” tambah petani itu.

Dia mengatakan dia masih bertahan hidup karena putranya, yang bekerja di Korea Selatan, mengiriminya uang secara teratur.

Juliao da Cunha, 72, seeding menunggu  untuk menerima  pengobatan gratis dari klinik sementara. (Foto: Thomas Ora/ucanews.com)

 

Beneditos Besin, 44, membawa anaknya yang berusia sembilan bulan untuk menemui dokter.

“Layanan ini sangat bagus karena itu berarti saya tidak perlu pergi ke klinik dan membayar dokter anak,” katanya. “Saya berharap mereka akan memberikan layanan lebih banyak program seperti ini ke depan.”

Manuel Carceres Coreira, seorang tokoh masyarakat di Tasitolu, mengatakan  pemerintah harus terus mengentaskan penderitaan lebih dari 700 keluarga miskin di komunitasnya.

“Ini bukan hanya tentang memberikan perawatan kesehatan, tetapi juga menyediakan warga air minum yang higienis. Itu masalah terbesar kami. Selama musim kemarau, warga harus berjalan dua kilometer untuk mendapatkan hanya seember air,” katanya.

“Kami berterima kasih kepada para biarawati karena telah memberi kami beras, sayuran, minyak goreng, dan berbagai kebutuhan sembako lainnya. Itu berarti banyak warga bisa menabung sedikit uang  untuk membeli kebutuhan dalam perayaan Paskah nanti,” tambahnya.

Agostinha da Costa Saldanha Segurado, kepala departemen kesehatan untuk Dili, mengatakan bahwa departemennya harus terus bekerja sama dengan kelompok-kelompok Gereja untuk tetap memberi dampak positif kepada masyarakat lokal di tingkat akar rumput.

Dili dan daerah sekitarnya berpenduduk  277.000 orang. Ada 18 pusat kesehatan masyarakat di kabupaten dan lebih banyak klinik kecil di desa-desa.

“Kebanyakan warga di sini menderita infeksi pernafasan, diare, penyakit kulit, demam berdarah atau TBC di beberapa lokasi,” katanya.

Kongregasi Suster-Suster CB tiba di Timor-Leste pada 7 Juni 1979. Saat ini kongregasi memiliki 12 biarawati, setengah dari mereka adalah penduduk setempat, yang bekerja dalam berbagai karya misi mulai dari perawatan kesehatan hingga pendidikan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi