UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Bawaslu  Filipina Larang Kampanye Pemilu  selama Pekan Suci

Maret 29, 2018

Bawaslu  Filipina Larang Kampanye Pemilu  selama Pekan Suci

Para pemilih menunggu untuk menyalurkan suara mereka pada pemilu negara itu di Manila 2016. (Foto: Mark Saludes)

Badan pengawas pemilu berbasis Gereja di  Filipina mengimbau para kandidat untuk pemilihan kepala desa  dan  ketua dewan kepemudaan tahun ini untuk tidak berkampanye selama  Pekan Suci ini.

Dewan  Paroki untuk Pemilihan Bertanggung Jawab mencatat bahwa beberapa kandidat memasang spanduk dengan pesan “Selamat Paskah” di luar gereja.

“Kami menyerukan kepada kandidat untuk tidak menggunakan Pekan Suci  memperkenalkan  para calon mereka,” kata Rene Sarmiento, ketua dewan.

“Mari kita menghormati kesempatan ini,” tambahnya, dan perlu dicatat bahwa ada kandidat yang bahkan memberikan  air kemasan dan penunjang lainnya kepada orang-orang yang menjalankan tradisi Jumat Agung di Filipina dengan mengunjungi beberapa gereja.

Sarmiento meminta para pemilih agar mereka “sadar tentang kandidat yang memberikan semua air ini.”

Walaupun tidak ada undang-undang  yang melarang individu berkampanye, terutama mereka yang belum mengajukan berkas sertifikat pencalonan mereka pada pemilu  14 Mei.

Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan waktu  untuk mengajukan berkas pencalonan dari  14-20 April, sementara masa kampanye akan dimulai pada 4-12 Mei.

Pemilukades akan diadakan sesuai jadwal setelah proposal di DPRD Filipina untuk menunda pemungutan suara hingga Oktober tidak mendapatkan dukungan Senat.

Dewan Paroki untuk Pemilihan  Bertanggung Jawab menentang langkah untuk menunda pemilihan, dengan  mengatakan penundaan pemilihan “akan terus menjadi kebiasaan.”

Pemilihan dewan desa dan pemuda ditunda dua kali dalam satu setengah tahun terakhir. “Ini tidak baik untuk negara kita yang menyatakan dirinya sebagai demokratis dan republik,” kata Sarmiento.

Dia mengatakan situasi dan kondisi penting dibangun dari sistem demokrasi dan republik yang sehat adalah pemilihan berkala dan reguler.

“Pemilihan memastikan bahwa wakil rakyat yang dipilih, agen rakyat, akan tetap menjawab dan bertanggung jawab kepada pemilih,” kata pengacara.

Sarmiento mengatakan warga Filipina semakin tidak sabar dan gelisah karena penundaan  pemilihan kepala desa.

Pemilihan tersebut awalnya ditetapkan pada 31 Oktober 2016, sebelum ditunda hingga 23 Oktober 2017, dan kemudian hingga 14 Mei 2018.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi