UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kelompok Kristiani di Filipina Luncurkan Jaringan untuk Orang Miskin

April 9, 2018

Kelompok Kristiani di Filipina Luncurkan Jaringan untuk Orang Miskin

Uskup Agung Cagayan de Oro Mgr Antonio Ledesma menyampaikan pidato saat peluncuran Jaringan Misi Anawim di Manila pada 6 April. (Foto: Mark Saludes/ucanews.com)

Kelompok Gereja Katolik dan Protestan di Filipina meluncurkan sebuah jaringan solidaritas ekumene yang bertujuan untuk mempromosikan “kesadaran politik” di kalangan orang miskin.

Jaringan Misi Anawim yang diluncurkan pada 6 April di Manila itu merupakan hasil dari pertemuan kelompok-kelompok Gereja yang diadakan untuk merayakan peringatan ke-500 tahun dari Reformasi.

“Kami melihat perlunya transformasi persatuan dan kerukunan yang dikembangkan di kalangan Gereja-Gereja Kristen sebagai sebuah misi untuk orang miskin,” kata Pastor Rico Ponce dari Institut Spiritualitas di Asia.

Imam Karmelit itu mengatakan sebagai “pengikut Kristus … kita menerima tantangan untuk melakukan misi bersama dan bersama dengan orang miskin.”

Ia juga mengatakan para anggota jaringan berjanji untuk berbagi dana sosial, struktur organisasi serta sumber materi dan finansial mereka dengan orang miskin.

Jaringan yang namanya berasal dari kata Ibrani yang berarti miskin itu berencana untuk mengadakan “kegiatan-kegiatan pembauran” dengan komunitas miskin perkotaan dan di kalangan para korban persekusi.

“Dengan berintegrasi dengan masyarakat basis, kita bisa mengetahui kebutuhan mereka dan segala sesuatu yang bisa kami lakukan untuk membebaskan mereka,” kata Uskup Deogracias Iniquez dari Forum Ekumene Para Uskup.

Jaringan lintas-iman itu bekerjasama dengan kelompok-kelompok masyarakat adat dan organisasi para petani dan buruh.

Uskup Agung Cagayan de Oro Mgr Antonio Ledesma mengatakan pembentukan jaringan tersebut merupakan kesempatan bagi umat Kristiani di Filipina “untuk mengatasi, dalam persatuan, penyebab kemiskinan.”

“Ada kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran politik di kalangan orang miskin,” kata Pastor Dionito Cabillas dari Gereja Independen Filipina.

“Kita harus menunjukkan kepada mereka hubungan antara situasi politik saat ini dan kehidupan mereka,” lanjutnya.

Pendeta Rex Reyes, sekretaris jenderal Dewan Nasional Gereja-Gereja di Filipina, mengatakan kini saatnya bagi orang miskin untuk didengar.

“Di tengah dusta, kemunafikan dan tirani saat ini, umat dari berbagai agama perlu memperkuat suara para korban dan penyintas dari penyyakit ini,” katanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi