UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Para Tokoh Agama di India Minta Agama Tidak Dieksploitasi

April 9, 2018

Para Tokoh Agama di India Minta Agama Tidak Dieksploitasi

Para pemimpin agama Buddha, Hindu, Islam, Jain, Kristen dan Sikh berdoa sebelum memulai pertemuan mereka pada 5 April di Negara Bagian Goa, India. (Foto: Bosco de Souza Eremita/ucanews.com)

Para pemimpin agama Buddha, Hindu, Islam, Jain, Kristen dan Sikh di India menyerukan penghentian pemberian julukan patriotik dan non-patriotik berdasarkan agama terhadap sejumlah orang di tengah meningkatnya upaya untuk mengeksploitasi sentimen agama demi kepentingan politik menjelang pemilihan umum.

Mereka berkumpul pada 5 April di Negara Bagian Goa untuk menyampaikan keprihatinan mereka terkait ketegangan komunal di beberapa wilayah di negara itu.

“Kami sangat tidak sepakat jika ada orang yang mengendalikan keputusan pribadi. Tidak satu orang pun dikategorikan sebagai anti-nasional dan non-patriotik berdasarkan agama, wilayah atau komunitasnya,” kata mereka dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di akhir pertemuan itu.

Pertemuan tersebut diprakarsai oleh beberapa para imam bekerja sama dengan Konferensi Waligereja India.

Setiap orang India memiliki martabat, rasa hormat dan hak untuk memutuskan apa yang dimakan, siapa yang dinikahi dan apa iman mereka, demikian pernyataan itu.

Pernyataan itu juga menyinggung kelompok-kelompok pro-Hindu yang memberlakukan larangan terhadap umat Kristiani dan Islam serta kelompok-kelompok warga Dalit yang miskin.

India akan menyelenggarakan pemilihan umum tahun depan. Namun sejumlah laporan menyebutkan adanya ketegangan berbasis agama di Negara Bagian Bengal Barat, Negara Bagian Bihar dan Negara Bagian Rajasthan.

Laporan setempat menyebut ketegangan politik itu dirancang untuk memecahbelah masyarakat atas dasar agama dan kasta mengingat partai politik yang maju dalam pemilihan umum memproyeksikan diri sebagai pemenang dari kelompok sektarian.

Pemilihan umum yang akan diselenggarakan pada April 2019 merupakan hal krusial bagi partai penguasa pro-Hindu – Partai Bharatiya Janata (BJP, Bharatiya Janata Party) – untuk kembali memperoleh kekuasaan dan bagi rivalnya – Konggres – untuk memunculkan kembali kepopuleran politiknya yang sempat hilang.

Kelompok-kelompiok Hindu yang mendukung BJP dituduh menyerang masyarakat yang memakan daging sapi, Menurut mereka, sapi merupakan binatang yang dipuja dalam agama Hindu. Mereka juga secara keras melawan orang-orang yang menentang ideologi nasionalis Hindu dan mengecap mereka sebagai non-patriotik.

Uskup Theodore Mascarenhas, sekretaris jenderal Konferensi Waligereja India, mengatakan sedikitnya 270 insiden sektarian termasuk perusakan terhadap sejumlah gereja terjadi dalam dua tahun terakhir.

Ia mengatakan kelompok-kelompok Gereja berencana untuk mengadakan pertemuan “persahabatan komunal” untuk membantu masyarakat dan menyerukan kepada mereka agar “mengatasi kekuatan kebencian.”

Serikat Misionaris St. Fransiskus Xaverius yang dikenal dengan Serikat Pilar bekerjasama dengan Konferensi Waligereja India dalam mengadakan pertemuan untuk merayakan 40 tahun kehadiran mereka di luar Negara Bagian Goa, yakni di Mumbai dan New Delhi.

Sushil Goswamy Maharaj, seorang tokoh agama Hindu, mengatakan bahwa menyebut umat non-Hindu sebagai warga non-India sama dengan penghinaan. “Jika saat ini satu agama tidak bisa melihat agama lain, maka India tidak bisa maju,” katanya.

Tokoh agama Buddha, Biksu Sanghasena, pendiri sebuah pusat meditasi di Ladakh, mengatakan manusia telah melakukan lompatan kuantum di bidang ilmu pengetahuan tetapi tertinggal dalam hal membangun hubungan antar-manusia.

Ia pun meminta masyarakat untuk “keluar dari mentalitas bahwa negara bagian saya lebih besar dari negara bagian kamu, Tuhan saya lebih berkuasa dibanding Tuhan kamu … karena kita tinggal di bawah matahari dan bulan yang sama di atas bumi yang sama.’

Imam Umer Ahmed Ilyasi, ketua Asosiasi Seluruh Imam India, mengatakan orang-orang yang merusak masyarakat khususnya atas nama agama bukan manusia tetapi iblis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi