UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Ketua Konferensi Waligereja Filipina Jadi Korban “Berita Bohong”

April 12, 2018

Ketua Konferensi Waligereja Filipina Jadi Korban “Berita Bohong”

Presiden Rodrigo Duterte mendengarkan Uskup Agung Davao Mgr Romulo Valles, ketua Konferensi Waligereja Filipina, saat memberikan sambutan kepada para korban kebakaran pada Desember lalu. (Foto: Kantor Komunikasi Presiden)

Ketua Konferensi Waligereja Filipina (KWF) telah menjadi korban “berita bohong,” kata Pastor Marvin Mejia, sekretaris jenderal KWF.

Sebuah postingan online yang beredar luas di media sosial pekan ini mengutip pernyataan Uskup Agung Davao Mgr Romulo Valles yang mengingatkan para imam dan biarawati “agar tidak berinteraksi dengan politisi.”

“Jangan biarkan diri kita terlibat dengan satu kelompok atau individu tertentu, kita hendaknya lebih bisa melihat berbagai persoalan riil,” demikian bunyi pernyataan prelatus itu.

Menurut Pastor Mejia, pernyataan yang beredar luas di Facebook dan situs media sosial lainnya itu tidak benar.

Uskup Agung Valles membantah telah membuat pernyataan itu, katanya.

“Postingan itu tidak benar,” kata Pastor Mejia, seraya menambahkan bahwa pernyataan terakhir yang disampaikan oleh Uskup Agung Valles adalah tentang Prapaskah dan Paskah.

Berita bohong itu mengingatkan bahwa sejumlah imam dan biarawati yang telah menunjukkan keberpihakan “hanya memecahbelah bangsa kita, bukan menyatukannya.”

Sebelumnya, Kardinal Luis Antonio Tagle dari Manila menyesalkan beredarnya berita bohong. Ia pun menggambarkan berita bohong sebagai “strategi manipulatif” demi kepentingan politik.

“Manipulasi berkembang dalam konteks tidak ada penghormatan,” kata prelatus itu saat Misa Krisma yang diadakan di Katedral Manila pada perayaan Kamis Putih lalu.

“Oleh karena itu, berita bohong berkembangbiak … secara sengaja menipu orang,” katanya, seraya menambahkan bahwa alat komunikasi moderen berubah menjadi strategi untuk memanipulasi orang.

“Mari kita hentikan berita bohong,” kata Kardinal Tagle. “Kita tidak dipanggil dan dikuduskan untuk membawa berita bohong, hanya Kabar Gembira khususnya melalui hidup kita seutuhnya,” lanjutnya.

Dalam Rekoleksi Paskah yang diadakan pada 8 April, Kardinal Tagle menantang media untuk memberitakan hal-hal baik. Ia mengatakan evangelisasi menantang umat beriman untuk mengkomunikasikan kebenaran tentang cinta kasih Allah.

Menurut prelatus itu, mewartakan Injil menuntut “perhatian” akan kondisi manusia khsuusnya orang miskin dan orang yang menderita.

Ia juga menekankan pentingnya integritas di kalangan para pewarta Kabar Gembira. Dikatakan, Kabar Gembira diwartakan tidak hanya melalui kata-kata tetapi melalui perbuatan.

“Itulah alasannya mengapa banyak orang tidak mendengar Kabar Gembira karena mereka tidak melihatnya dari orang yang mewartakannya,” kata Kardinal Tagle.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi