UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Keuskupan Tuntut Keadilan bagi Imam Korban Pembunuhan

April 13, 2018

Keuskupan Tuntut Keadilan bagi Imam Korban Pembunuhan

Kelompok Gereja dan hak asasi manusia meluncurkan sebuah kampanye pada 9 April untuk menuntut keadilan bagi Pastor Marcelito Paez yang dibunuh pada Desember lalu. (Foto: Mark Saludes)

Keuskupan San Jose di Filipina bagian utara meluncurkan sebuah kampanye untuk menuntut keadilan bagi Pastor Marcelito Paez, seorang imam yang dibunuh pada Desember lalu, dan untuk mendesak agar pembunuhan akibat persekusi agama dan politik dihentikan.

Sejumlah kelompok Gereja dan hak asasi manusia berkumpul di Paroki St. Yohanes Penginjil di Propinsi Nueva Ecija pada 9 April untuk memperlihatkan “perjuangan bersama mereka untuk memberikan kesaksian dan menjunjung tinggi martabat dan kekudusan hidup.”

Uskup San Jose Mgr Roberto Mallari mengatakan pembentukan “Gerakan Keadilan untuk Pastor Marcelito Paez” merupakan bagian dari upaya Gereja “untuk mencari makna cinta kasih yang sesungguhnya yakni keadilan.”

“Hari ini kita menyampaikan sebuah pesan yang sangat kuat tentang penolakan dan pertentangan kita terhadap segala bentuk pembunuhan dan ketidakadilan di negara kita,” kata prelatus itu.

Ia menggambarkan Pastor Paez “bukan hanya sebagai seorang aktivis tapi juga seorang revolusioner yang hidup dan mati untuk masyarakat, negara dan Gereja.”

Sekelompok orang tidak dikenal menembak dan membunuh Pastor Paez pada 4 Desember di propinsi itu setelah ia memfasilitasi pembebasan seorang tahanan politik.

Polisi yakin bahwa Pastor Paez bukan target pembunuhan melainkan “korban salah sasaran.”

“Salah sasaran atau bukan, kami percaya bahwa Pastor Paez dibunuh karena ia melayani masyarakat,” kata John Paul Paez, keponakan dari imam yang menjadi korban pembunuhan itu.

Sebelum meninggal, Pastor Paez, 72, adalah anggota dewan Misionaris Pedesaan Filipina (MPF).

Suster Ellen Belardo, koordinator nasional MPF, berjanji untuk melanjutkan karya advokasi Pastor Paez.

“Kami menuntut keadilan bukan hanya untuk kematian imam kami tapi juga untuk kematian banyak umat Kristiani, pelayan Gereja, petani, masyarakat adat dan masyarakat Filipina karena ketidakadilan sosial,” katanya.

Uskup Emeritus Kalookan Mgr Deogracias Iniguez mengatakan kampanye itu juga akan mempromosikan “hanya perdamaian” dan menuntut keadilan bagi para korban persekusi agama dan politik.

“Setiap hari ada satu atau dua orang seperti Pastor Paez yang mengalami penganiayaan atau dibunuh karena keinginan mereka untuk hidup yang lebih baik,” kata prelatus itu.

Ia mengatakan kampanye itu merupakan “ajakan untuk bangun” khususnya bagi umat Kristiani “untuk membela kehidupan dan mengabadikan para martir yang membela kehidupan.”

Pada 16 Maret, organisasi bantuan pastoral internasional – Aid to the Church in Need – menganugerahkan julukan “martir Kristen moderen” tahun ini kepada Pastor Paez.

Dalam pesannya pada acara peluncuran gerakan itu, Uskup Mallari meminta para uskup “untuk membarui, dengan antusiasme, keinginan untuk menghentikan ketidakadilan sosial.”

Menurut Promosi Respon Umat Gereja – sebuah kelompok awam ekumene, Pastor Paez adalah pelayan Gereja ke-31 yang dibunuh sejak 2000.

Sedikitnya 14 imam termasuk Pastor Paez dibunuh sejak 1970-an saat darurat militer mulai menguat di negara itu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi