UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Mudika Luangkan Waktu Mengajar Anak-anak Miskin Membaca

April 17, 2018

Mudika  Luangkan Waktu Mengajar Anak-anak Miskin Membaca

Anak-anak di sekolah negeri di Manila mengadakan foto bersama sebelum mulai program belajar mereka. (Foto: Ruel Tenerife)

Alih-alih menonton film atau bergaul dengan teman-teman di akhir pekan, Ruel Tenerife, seorang spesialis teknologi informasi, menghabiskan sebagian besar waktunya mengajar anak-anak yang mengalami kesulitan membaca.

Pria berusia 32 tahun itu memimpin kelompok yang berjumlah sekitar 60 profesional muda, semua masih lajang, yang secara sukarela menghabiskan setengah hari setiap akhir pekan untuk melatih lebih dari 100 siswa sekolah dasar.

Kelompok ini adalah bagian dari Cornerstone, program bimbingan nasional yang diselenggarakan oleh Couples for Christ, sebuah gerakan Gereja Katolik yang bertujuan  memperkuat kehidupan keluarga Kristen.

Tenerife, yang menjadi tutor sukarelawan sejak 2012, mengatakan bekerja pada Sabtu pagi tidak mudah tetapi ia menambahkan bahwa membantu anak-anak merupakan suatu  berharga.

Di sebuah negara di mana diperkirakan 20,1 juta penduduk seharusnya melek huruf, banyak anak-anak muda dari sekolah negeri tidak mengerti apa yang mereka baca.

Tenerife mengatakan apa yang kelompoknya lakukan adalah mendukung dan membantu para siswa membaca.

“Para guru mendukung program ini karena mereka merasa bermanfaat bagi mereka dan bagi perkembanan para siswa,” katanya.

Di daerahnya sendiri, Tenerife mengawasi tutor dari 182 murid berusia 7-12 tahun. Dia berharap semua dari mereka akan berhasil naik  ke kelas berikutnya pada Agustus.

“Hari kenaikan kelas” merupakan hari penuh pencapaian bagi tutor seperti Tenerife.

Tina Matanguihan, seorang sukarelawan untuk Cornerstone di kota San Juan, mengatakan program tersebut telah menginspirasi dia untuk lebih bersyukur.

“Saya menyadari betapa beruntungnya saya berada di tempat di mana Tuhan dapat menggunakan saya untuk menjadi berkat bagi orang lain,” katanya. “Itu membuat saya lebih bersyukur atas kehidupan saya.”

Para relawan menyiapkan bahan-bahan pendidikan untuk anak-anak yang mengambil bagian dalam program tutorial dari Cornerstone, sebuah proyek  Couples for Christ di Filipina. (Foto: Ruel Tenerife)

 

Sherryl Canlas, koordinator nasional Cornerstone, mengatakan beberapa anak yang tidak bisa membaca di antara anak-anak yang telah mereka ajar telah berhasil mencapai ranking di kelas mereka.

“Satu-satunya alasan bagi banyak anak itu untuk tidak mampu adalah  tidak ada orang yang meluangkan  waktu  membantu mereka belajar,” kata Canlas.

Banyak siswa di sekolah umum berjuang karena kemiskinan, kekurangan gizi dan bahkan kurangnya guru, terutama di provinsi itu.

Murid seperti Ronnie Pahimnayon mengatakan mereka mendapatkan banyak manfaat dari Cornerstone.

Anak itu bergabung dengan program ketika dia berusia 13 tahun dan bahkan ia tidak bisa menulis namanya sendiri. Dia tinggal di kelas 3 selama dua tahun karena kemampuan membaca yang buruk.

Mungkin karena putus asa, ia mulai mengintimidasi teman-teman sekelasnya yang lebih kecil darinya.

Canlas mengatakan program Cornerstone juga mencakup “peningkatan spiritual dan moral” anak-anak. Program ini bahkan meluas ke orangtua.

“Kami memasukkan pembentukan nilai dalam program ini karena kami ingin menyampaikan kepada orangtua pentingnya nilai pribadi dan martabat mereka sebagai anak-anak Tuhan,” katanya.

Para orangtua diundang  bergabung dengan program pengembangan ketrampilan, seperti pembuatan sabun dan memasak.

Cornerstone memiliki dua level, satu untuk murid sekolah dasar dan satu lagi untuk siswa SMA.

Sementara program dasar bertujuan  membantu murid yang lambat dalam membaca di sekolah dasar negeri, program sekolah menengah bertujuan  mengembangkan para pemimpin potensial melalui kepemimpinan Kristen dan pembentukan nilai.

Kelompok The Couples for Christ juga bermitra dengan Ateneo Center for Education, sebuah lembaga yang dikelola Yesuit, untuk membantu meningkatkan pendidikan sekolah negeri di negara ini melalui program-program pemberdayaan dan layanan yang berkaitan dengan sekolah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi