UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pastor Gereja Baptis Dibebaskan oleh Amnesti Presiden

April 19, 2018

Pastor Gereja Baptis Dibebaskan oleh Amnesti Presiden

Dumdaw Nawng Lat, pastor pembantu dari Gereja Baptis Kachin di Mong Ko, Negara Bagian Shan.

Dua pastor Gereja Baptis Kachin yang dipenjara atas tuduhan  termasuk asosiasi yang melanggar hukum dan pencemaran nama baik dibebaskan pemerintah Myanmar sebagai bagian dari amnesti presiden yang membebaskan lebih dari 8.000 tahanan.

Dumdaw Nawng Lat, 67, asisten pastor dari Gereja  Baptis Kachin, dan pemimpin pemuda Langjaw Gam Seng, 35, dibebaskan pada 17 April sebagai bagian dari amnesti yang diberikan oleh Presiden Myanmar Win Myint untuk menandai Tahun Baru negara itu.

Kedua orang itu termasuk di antara 36 tahanan politik yang dibebaskan bersama dengan 8.490 warga dan 51 orang asing dari penjara Myanmar. Di antara mereka yang dibebaskan adalah lansia, orang sakit dan sejumlah besar orang terkait narkoba. Lebih dari 2.000 anggota militer dan kepolisian negara itu, yang dipenjarakan karena pelanggaran disiplin, juga menjadi bagian dari amnesti itu.

Dumdaw Nawng Lat dipenjara selama empat tahun tiga bulan sementara sepupunya Langjaw Gam Seng dijatuhi hukuman dua tahun tiga bulan karena dugaan berhubungan dengan pemberontak etnik Kachin dan  tidak  memiliki SIM sepeda motor. Mereka dijatuhi hukuman di pengadilan Lashio pada 27 Oktober 2017, sekitar 10 bulan setelah mereka ditahan.

Kedua pria itu diculik oleh militer Myanmar pada Malam Natal 2016.

Aktivis setempat dan kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan penahanan militer terhadap dua pemimpin Gereja itu terkait dengan membantu wartawan lokal  menyelidiki serangan udara militer di Negara Bagian Shan  pada 20 November 2016.

Brang Dee, seorang pengacara yang menangani kasus mereka, mengatakan para pendukung pria ini berterima kasih atas pembebasan mereka dari penjara Lashio di Negara Bagian Shan.

“Anggota keluarga mereka dan saya sendiri menunggu di penjara menjelang  pembebasan mereka dan kami  menemukan bahwa kondisi kesehatan mereka baik-baik saja,” kata Brang Dee kepada ucanews.com.

Para tahanan Baptis Kachin lainnya seperti Lahpai Gam tidak begitu beruntung.

Dibebaskan dari penjara Myitkyina sebagai bagian dari amnesti, Lahpai Gam mengatakan kepada ucanews.com bahwa kesehatannya dalam kondisi buruk karena penyiksaan yang diterimanya dari  tangan intelijen militer selama interogasi  tahun 2012.

Ketika di penjara dia menderita pendarahan anus dan masalah perut serius, membutuhkan perawatan termasuk beberapa kali transfusi darah.

Dia mengatakan kondisi di dalam penjara sangat buruk. Makanan tidak memenuhi standar kesehatan dan dia berbagi sel dengan lebih dari 400 tahanan lainnya.

Lahpai Gam ditangkap secara sewenang-wenang bersama  enam orang lainnya pada Juni 2012 ketika ia sedang menggembalakan ternaknya.

Aung Myo Kyaw, dari Asosiasi Bantuan Tahanan Politik, mengatakan 10 tapol masih berada di penjara Myanmar dan sekitar 70 orang sedang menjalani persidangan saat di penjara. Dan 120 orang lainnya sedang menjalani persidangan saat menjalani tahanan rumah.

Amnesti datang sementara lebih dari 2.000 warga sipil tetap terperangkap di hutan rimba setelah militer dan Tentara Kemerdekaan Kachin mulai berreang di wilayah Tanai, negara bagian  Kachin, pada April. Sejak itu, bentrokan bersenjata terjadi di beberapa kota dan desa-desa sekitarnya dan kamp-kamp pengungsi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi