UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Umat ​​Katolik Tamil Myanmar Memperbarui Identitas Mereka

April 25, 2018

Umat ​​Katolik Tamil Myanmar Memperbarui Identitas Mereka

Suster Victoria mengajar bahasa Tamil kepada anak-anak di St. Michael di Kota Dalla, dekat Yangon, Myanmar, pada 12 Maret. (Foto: Htoo Tay Zar)

Di hari yang cerah, di  penghujung Februari, 20 anak berusia 8-13 duduk di kursi plastik, di bawah tempat teduh, dekat papan kapur sementara di halaman Gereja Katolik St. Mikael Malaikat Agung di Dalla, 10 menit perjalanan feri melalui  sungai Yangon, kota terbesar Myanmar dan pusat komersial utama.

Sementara sejumlah  anak menulis, dan yang lainnya  belajar membaca ketika  mereka belajar bahasa Tamil, India selatan, dari dua biarawati yang mengajar mereka dari Senin hingga Jumat selama satu bulan selama liburan sekolah musim panas mereka.

Suster Victoria, seorang biarawati Tamil dari Kongregasi Suster-suster Abdi Maria, mengatakan program bahasa Tamil dimulai lima tahun lalu untuk mempromosikan budaya dan tradisi sehingga generasi baru dapat berbicara, membaca dan menulis bahasa daerah mereka, yang telah ada di wilayah ini sejak zaman kerajaan Inggris.

Suku Tamil adalah penduduk asli negara bagian Tamil  di India selatan, dengan  ibukotanya  Chennai, serta negara pulau terdekat Sri Lanka di mana mereka pernah berperang selama 15 tahun dengan pemerintah Sri Lanka, yang didominasi oleh etnis Sinhala.

Sementara sebagian besar orang Tamil beragama Hindu, minoritas yang berpengaruh adalah orang Kristen, dan  terbanyak beragama Katolik, sementara sebagian lainnya beragama Buddha dan Jains.

“Orang Inggris membawa banyak pekerja ke Burma (nama mantan Myanmar) ketika mereka datang pada pertengahan 1800-an dan mencaplok daerah itu sebagai bagian dari India Britania,” kata pastor Paroki St. Michael, Pastor Alexander Kyaw Win, seorang Tamil kelahiran Myanmar, kepada ucanews.com.

Di lingkungan mayoritas Birma, sebagian besar orang Tamil berbicara bahasa Burma di rumah dan juga mengadopsi nama-nama orang Burma. Imam itu mencatat bahwa sekitar 300 umat Katolik Tamil tinggal di Dalla dan desa-desa sekitarnya di antara beberapa umat Katolik Chin dan Karen.

Orang-orang Tamil yang dibawa ke Myanmar selama pemerintahan Inggris sudah menjadi umat Katolik, yang telah diinjili oleh para misionaris dari India.

Kardinal Charles Maung Bo,  uskup agung Yangon, terus mendorong pelestarian bahasa, budaya dan tradisi etnis, sehingga program-program bahasa Karen dan Tamil telah diluncurkan di paroki-paroki di keuskupan agung itu.

“Kebanyakan anak-anak tidak dapat berbicara Tamil meskipun orangtua mereka dapat berbicara dan membacanya, jadi kami fokus  mengajar generasi baru sehingga mereka dapat berbicara, membaca doa dan mengambil bagian dalam Misa dalam bahasa Tamil,” kata Suster Victoria OSM kepada ucanews.com.

Regina Mary Khin Khin Win, 12, seorang siswa kelas VIII, terus belajar bahasa Tamil dengan bersemangat  selama lima tahun terakhir ini. “Ini adalah penting untuk mengetahui bahasa Tamil dan mempertahankan identitas kami,” katanya kepada ucanews.com.

Dia memiliki empat saudara kandung dalam keluarga Katolik Tamil yang tinggal di kota Dalla selama beberapa generasi. Ayahnya bekerja di toko buah pinang dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.

Dominic Thant Zin, 11, dari Pyapon, 70 kilometer jauhnya, mengunjungi rumah neneknya di kota Dalla di musim panas dan bergabung dengan siswa lain untuk belajar bahasa Tamil. “Tidak sulit bagi saya  belajar bahasa ini,” katanya.

Pastor Joseph Mg Win, pastor Paroki  St. Yohanes Yangon, mengatakan beberapa orang Tamil telah beralih ke agama Katolik tetapi kebanyakan berasal dari keluarga yang telah Katolik selama tiga atau empat generasi.

Sebagian besar umat Katolik Tamil tinggal di kota Yangon, Dalla, Kyaiklat, Kyauktan dan Thonegwa di  keuskupan agung Yangon.

Pastor Mg Win mengatakan banyak orang Tamil pedesaan pindah ke Yangon sejak 1980-an untuk mencari pekerjaan dan memasuki sektor bisnis. Dia memperkirakan ada 10.000-15.000 umat Katolik Tamil dan 29 imam Tamil di keuskupan agung Yangon.

Kyaw Myint, seorang pengusaha Katolik Tamil di Yangon, mengatakan sebagian besar orang Tamil miskin ketika mereka bekerja sebagai petani, tetapi banyak yang sekarang mulai berbisnis di Yangon.

“Kami dapat berkontribusi untuk pengembangan Gereja serta pengembangan sosial dan budaya masyarakat Tamil dengan bantuan sumbangan dari pengusaha Katolik Tamil,” kata Kyaw Myint, yang menjalankan bisnis pabrik konstruksi dan pipa serta kolam pemancingan.

Komisi pembangunan sosial mengelola  Klinik Karuna (Caritas) Tamil di Yangon untuk orang-orang yang membutuhkan. Pengusaha Tamil juga memberikan dukungan uang tunai untuk para janda Tamil.

Tamil memiliki 2 persen dari populasi Myanmar yang berjumlah 51 juta. Umat ​​Katolik Tamil diperkirakan berjumlah sekitar 50.000. Banyak orang Tamil dipaksa melarikan diri dari kediktatoran militer setelah kudeta Jenderal Ne Win  tahun 1962.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi