UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Filipina akan Kirim Seorang Imam ke Kuwait untuk Bantu Pekerja Migran

April 26, 2018

Filipina akan Kirim Seorang Imam ke Kuwait untuk Bantu Pekerja Migran

Sekelompok pekerja migran Filipina yang mengalami masalah dan yang memanfaatkan program repatriasi dari pemerintah Filipina tiba di Manila dari Kuwait pada Februari lalu. (Foto: Kantor Komunikasi Filipina)

Filipina akan mengirim seorang imam ke Kuwait bulan depan untuk membantu para pekerja migran Filipina yang kabur dari majikan mereka yang kasar.

Pengumuman itu disampaikan oleh pemimpin Gereja pada hari yang sama ketika Kuwait memerintahkan Duta Besar (Dubes) Filipina untuk meninggalkan Kuwait karena diduga melakukan “tindakan tidak diplomatis.”

Kementerian Luar Negeri Kuwait memberi waktu sepekan kepada Dubes Filipina Renato Villa untuk meninggalkan Kuwait setelah staf kedutaan besar (Kedubes) Filipina dilaporkan mengajak sejumlah pekerja migran Filipina untuk kabur dari rumah majikan mereka.

Kuwait juga memanggil pulang Dubes Kuwait di Manila setelah sebuah video bereda di media sosial. Video ini menggambarkan seorang staf Kedubes Filipina tengah membantu sejumlah asisten rumah tangga asal Filipina kabur dari rumah majikan mereka.

Video penyelamatan itu diposting dan disebarkan ke media sosial oleh Kementerian Luar Negeri Filipina di Manila.

Dalam satu adegan video itu, seorang pekerja migran perempuan nampak tengah berlari menuju sebuah mobil yang tengah menunggunya dan seorang pria berbahasa Tagalog tengah membantu memasukkan barang milik pekerja migran itu.

Pemerintah Kuwait memprotes “perilaku tidak pantas” dari staf Kedubes Filipina yang ikut dalam “misi penyelamatan” tersebut.

Imam akan mendata kebutuhan pekerja migran Filipina

Uskup Ruperto Santos, ketua Komisi Pastoral Migran dan Perantau Konferensi Waligereja Filipina, mengatakan Gereja akan mendata kebutuhan para pekerja migran Filipina di Kuwait.

Prelatus itu menambahkan bahwa komisinya akan mengirim Pastor Restituto Ogsimer, seorang misionaris Scalabrinian, untuk membantu melayani para pekerja migran Filipina.

“(Pastor Ogsimer) akan membantu, menjadi pelayan, dan membantu para imam Filipina di Kuwait bagi (pekerja migran) kita,” katanya.

Ia mengatakan imam itu akan berada di Kuwait selama sebulan pada Mei nanti untuk membantu para imam Filipina di sana, khususnya mereka yang berkarya di tempat penampungan, dan memberi Sakramen Pertobatan serta memberi konseling.

Menurut Uskup Santos, ada “hubungan kerja yang sangat baik … kolaborasi konstan dan komunikasi” antara Gereja dan kantor pemerintah Filipina di Kuwait.

Uskup Santos mengatakan Pastor Ogsimer akan melihat “kondisi riil” para pekerja migran Filipina di sana “dan membuat mereka merasa bahwa Gereja Filipina peduli terhadap kesejahteraan mereka.”

Sekitar 250.000 pekerja migran Filipina, sebagian besar asisten rumah tangga, tinggal di Kuwait.

Uskup Santos berharap masalah antara Filipina dan Kuwait akan segera diselesaikan.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan larangan pengiriman pekerja migran ke Kuwait awal tahun ini setelah ada penemuan jenazah asisten rumah tangga yang tewas di tangan majikannya.

Kelompok migran tuntut permintaan maaf pemerintah

Pada Kamis (26/4), sebuah organisasi pekerja migran menuntut pemerintah Filipina agar meminta maaf kepada para pekerja migran Filipina karena menjerumuskan mereka ke dalam “masalah yang lebih rumit” setelah operasi penyelamatan itu.

“Pemerintah hendaknya mengungkap siapa dalang dan orang-orang yang terlibat dalam kebodohan ini dan membuat mereka sepenuhnya bertanggungjawab,” kata Arman Hernando, ketua Migrante-Philippines.

Jika pemerintah Filipina secara tulus menyelamatkan para pekerja migran yang mengalami kekerasan, katanya, “mereka hendaknya membuat mekanisme dalam kesepakatan bilateral dengan Kuwait.”

Hernando mengatakan pemerintah melempar semua kesalahan kepada para majikan yang kasar dari Kuwait dengan melakukan misi penyelamatan itu sebagai aksi heroik pemerintah. “Padahal kenyataannya program pengiriman pekerja migran dari pemerintah mengirim banyak pekerja migran pada perbudakan.”

Awal pekan ini, Kuwait mengajukan protes diplomatik dengan mengklaim pelanggaran terhadap kedaulatannya setelah staf Kedubes Filipina membantu menyelamatkan pekerja migran Filipina yang diduga mengalami kekerasan dari majikannya di Kuwait.

“Doa dan harapan kami adalah semuanya akan diselesaikan dengan damai,” kata Uskup Santos.

Kementerian Luar Negeri Filipina telah memanggil utusan Kuwait untuk meminta penjelasan tentang perintah pemerintahannya untuk mengusir Dubes Filipina di Kuwait, Renato Villa.

Sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa aksi yang diambil pemerintah Kuwait “sangat mengganggu” dan “inkonsisten” dengan jaminan yang diberikan Kuwait untuk melanjutkan hubungan bilateral kedua negara.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi