UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Warga Suku di India Tuntut Pengakuan Agama Asli Mereka

April 27, 2018

Warga Suku di India Tuntut Pengakuan Agama Asli Mereka

Warga suku berpartisipasi dalam sebuah aksi protes untuk menuntut pengakuan akan agama asli Sarna di Gumla, Negara Bagian Jharkhand, India, pada 24 April. (Foto: Disediakan)

Sekitar 10.000 warga suku menggelar aksi protes di jalan-jalan Kota Gumla di Negara Bagian Jharkhand untuk menuntut pengakuan atas agama asli mereka.

Aksi protes yang digelar pada Selasa (24/4) tersebut bertujuan untuk menekan pemerintah negara bagian yang dipimpin oleh Partai Bharatiya Janata (BJP, Bharatiya Janata Party). Pemerintah negara bagian menganggap warga suku menganut agama Hindu dan menolak memberi status resmi untuk agama Sarna.

Sejumlah pemimpin Gereja dan aktivis yang mendampingi warga suku mengklaim bahwa aksi protes itu berhasil menyatukan warga suku dari berbagai kelompok dan agama.

Pemerintah menganggap penganut agama Sarna sebagai penganut agama Hindu. Ini merupakan bagian dari permainan politik pemerintah, kata Pastor Cyprian Kullu, Vikjen Keuskupan Gumla.

“Tentu saja ini langkah yang positif karena pertama kalinya di wilayah itu warga suku dari semua agama bersatu dalam satu aksi dan menuntut hak-hak mereka,” katanya kepada ucanews.com.

Ia mengatakan pemerintah dan beberapa kelompok Hindu berupaya memecahbelah warga suku di negara bagian itu demi kepentingan politik. Tujuan lainnya adalah memperlemah upaya warga suku untuk menuntut hak-hak mereka.

“Keberhasilan aksi massa itu membuktikan bahwa masyarakat telah memahami agenda politik dari kebijakan memecah dan memerintah itu,” kata imam itu.

Para tokoh warga suku mengklaim bahwa data sensus 2011 tidak tepat karena ada migrasi musiman. Secara resmi, warga suku terdiri atas 26 persen dari 33 juta penduduk di negara bagian itu. Namun angka sesungguhnya mencapai 30 persen.

Warga suku dari semua agama berkumpul pada aksi protes di Gumla. (Foto: Disediakan)

Sejumlah pemimpin Gereja telah mendukung tuntutan pengakuan terhadap agama Sarna di Negara Bagian Bihar, Jharkhand, Chhattisgarh dan Odisha. Sarna adalah nama kolektif untuk agama warga suku yang animis.

Pastor Kullu mengatakan pengakuan resmi terhadap agama yang sudah berusia beberapa abad itu akan membantu warga suku menetapkan praktek tradisional mereka dan memulihkan identitas agama asli meteka. Namun beberapa kelompok Hindu berupaya menghancurkan identitas warga suku untuk membuat India sebagai bangsa yang dianut hanya oleh umat Hindu.

Pemerintah mengamandemen sebuah undang-undang yang melindungi hak warga suku atas tanah tetapi aksi massa yang didukung oleh kelompok Gereja memaksa pemerintah untuk mencabutnya.

Pemerintah mengatakan kepemilikan tanah akan menyediakan pekerjaan bagi warga suku dan mengembangkan mereka. Namun Gereja menentangnya. Sejumlah orang mengkritik dan mengatakan amandemen itu bertujuan untuk merampas tanah atas nama perusahaan bear.

Pastor Vincent Ekka, Ketua Departemen Studi Kesukuan Institut Sosial India di New Delhi, mengatakan kebijakan pemerintah itu bertujuan untuk  membinasakan identitas dan sumber daya warga suku.

“Pemerintah ingin mengakhiri identitas dan keberadaan warga suku, tetapi mereka yang memimpin pemerintahan juga tahu bahwa mereka akan ikut pemilihan umum tahun depan. Ini taktik mereka untuk menggunakan agama dan suku guna memenangkan suara,” katanya.

Hampir semua dari 1,4 juta umat Kristiani di Negara Bagian Jharkhand berasal dari kelompok suku. Meskipun demikian, menurut data resmi, mereka merupakan kelompok minoritas. Ada sekitar 8,5 juta warga suku di negara bagian itu.

Mengingat bahwa umat Kristiani terdiri atas 4,3 persen dari jumlah penduduk di negara bagian itu, atau dua kali lipat dari rata-rata nasional, sejumlah wilayah di Jharkhand dianggap sebagai kubu umat Kristiani. Misalnya, umat Kristiani terdiri atas lebih dari 20 persen dari 1 juta penduduk di Distrik Gumla.

Negara bagian yang dipimpin oleh BJP sejak 2014 itu mengalami serangkaian aksi anti-Kristen termasuk larangan dari kelompok-kelompok Hindu bagi umat Kristiani untuk berdoa dan bagi para imam untuk masuk ke desa-desa. Banyak warga Suku Dalit dan kepala suku menduga bahwa komunitas mereka diancam kekerasan agar mereka tidak masuk Kristen.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi