UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pemberdayaan Umat Jadi Fokus Uskup Baru Keuskupan Tanjung Selor

Mei 7, 2018

Pemberdayaan Umat Jadi Fokus Uskup Baru Keuskupan Tanjung Selor

Uskup Tanjung Selor Mgr Paulinus Yan Olla MSF. (Foto: Tarsy Asmat)

Uskup Tanjung Selor Mgr Paulinus Yan Olla MSF yang ditahbiskan Sabtu (5/5) lalu mengambil fokus pemberdayaan umat untuk karya pastoral keuskupannya yang terletak di Propinsi Kalimantan Utara.

“Kendala paling utama adalah sumber daya manusia. Mayoritas umat di stasi-stasi adalah pekerja kelapa sawit,” kata prelatus itu kepada ucanews.com.

Uskup Yan Olla juga mengatakan bahwa pemberdayaan di kalangan warga Suku Dayak juga membutuhkan perhatian.

“Ada pastor paroki yang bercerita kepada saya, selain pendidikan sangat rendah, mereka tidak mau sekolah. Anak-anak menikah pada usia dini. Penyebabnya adalah kesadaran untuk memahami bahwa pendidikan itu penting,” lanjutnya.

“Jadi nanti ke depan keuskupan memang harus bersinergi, bagaimana bisa mengeliminasi itu,” katanya.

Menurut Uskup Yan Olla, keuskupan akan mengambil langkah-langkah konkret seperti menggalakkan pendampingan Orang Muda Katolik (OMK).

“Lalu memberikan perhatian kepada keluarga-keluarga dengan melakukan pembinaan dan pemberdayaan ekonomi rumah tangga. Beberapa program lain berkaitan dengan pemantapan katekese iman supaya mereka memahami apa artinya menjadi Gereja,” jelasnya.

Selain pemberdayaan umat, Keuskupan Tanjung Selor yang melayani sekitar 60.000 umat Katolik dari 15 paroki juga perlu mengatasi isu kerusakan lingkungan dan perdagangan manusia.

Menurut laporan media, sekitar 850.000 hektar lahan di propinsi yang masih berusia hampir enam tahun itu dipakai untuk perkebunan kelapa sawit.

Keuskupan Tanjung Selor juga melayani satu paroki yang terletak di Nunukan yang menjadi tempat transit para pekerja migran.

“Isu lingkungan hidup pasti berkaitan dengan program-program besar yang dilakukan pemerintah, baik yang berkaitan dengan kelapa sawit maupun eksploitasi seperti pertambangan,” kata Uskup Yan Olla.

“Pemberdayaan umat untuk memahami apa yang diinspirasikan misalnya oleh ensiklik Paus Fransiskus, Laudato si’. Juga ada unsur bagaimana membantu umat untuk juga terlibat tapi memberi jalan alternatif seperti perkebunan atau percontohan alternatif yang pro-lingkungan,” lanjutnya.

Terkait perdagangan manusia, Uskup Yan Olla mengakui bahwa keuskupannya dan beberapa keuskupan lain sudah lama melakukan dialog. Namun nampaknya upaya ini belum dilanjutkan secara sistematis.

“Tanjung Selor sebagai pintu masuk. Tapi ada juga kantong-kantong dari NTT (Nusa Tenggara Timur) yang merupakan daerah asal. Perlu disinkronkan, tapi tidak bisa hanya di tingkat Gereja. Waktu (saya) pergi bertemu dengan gubernur untuk memperkenalkan diri, (saya) ngomong tidak terlalu lama, itu sudah saya singgung,” kenangnya.

Meskipun demikian, Uskup Yan Olla menjelaskan bahwa visi-misi keuskupannya untuk periode 2014-2020 menekankan Gereja yang penuh pengharapan, Gereja yang tanggap terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan jaman dan Gereja yang memelihara lingkungan hidup dan mengakar pada budaya lokal.

“Untuk tahun ini, misalnya, fokus pastoral untuk Keuskupan Tanjung Selor dilihat sebagai tahun persahabatan. Gereja yang ramah, menyapa dan memasyarakat. Itu dilatarbelakangi oleh tahun politik 2018 dan 2019. Seperti mendorong umat untuk terlibat tapi tetap dengan semangat persaudaraan. Jangan sampai karena pilihan politik umat dan masyarakat ikut terpecah,” katanya.

Sementara itu, Pastor Agustinus Doni Tupen MSF dari Paroki St. Klement di Sepinggan, Balikpapan, Propinsi Kalimantan Timur, berharap Keuskupan Tanjung Selor bisa semakin berkembang di bawah penggembalaan Uskup Yan Olla.

“Semoga umat Keuskupan Tanjung Selor yang digembalakan oleh seorang pelayan kebenaran sungguh bertumbuh dan berkembang pesat karena digembalakan oleh pemimpin yang mencintai kebenaran. Lebih dari itu, kiranya masyarakat di wilayah pinggiran tidak terpinggirkan apalagi dilupakan oleh gembala yang baik yang mencintai kebenaran,” katanya kepada ucanews.com.

Pastor Doni mengenal Uskup Yan Olla sejak 1987 ketika “saya mulai menjalani tahun pertama hidup sebagai frater MSF di Biara Nazareth Yogyakarta.”

 

3 responses to “Pemberdayaan Umat Jadi Fokus Uskup Baru Keuskupan Tanjung Selor”

  1. Tarcisius says:

    Selamat melayani Bapak Uskup. Salam hangat dan doa kami untuk Anda dari kota Malang.

  2. Clara says:

    Proficiat Mgr. Paulinus Yan Olla MSF, semoga menjadi gembala yang baik seperti Gembala utama kita Yesus Kristus. Doa kami menyertai Bapak uskup.

  3. Ignas Iwan Waning says:

    Selamat melayani Mgr Paulinus. Tuhan memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi