UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Di Vietnam, Biarawati Dipukul Hingga Pingsan

Mei 10, 2018

Di Vietnam, Biarawati Dipukul Hingga Pingsan

Para biarawati membantu seorang biarawati yang dipukul hingga pingsan pada 8 Mei di Hanoi. (Foto: Truyen Thong Thai Ha)

Para suster dari Kongregasi Suster-suster Santo Paulus Chartres (SPC) di Vietnam diserang oleh preman  ketika mereka memprotes pembangunan sebuah rumah di bekas tanah mereka.

Pada  8 Mei, belasan  biarawati berusaha mencegah para pekerja membangun sebuah rumah di tanah  sebelah biara mereka di Hanoi. Para pekerja telah membawa truk dan peralatan ke lokasi pada malam sebelumnya.

Para saksi mengatakan, para preman  yang dipekerjakan untuk menjaga tanah itu “menghina dan menyerang para biarawati dengan tongkat dan seorang biarawati dipukuli hingga pingsan.”

Mereka mengatakan banyak polisi hadir di tempat itu tetapi tidak melakukan apa pun untuk menghentikan serangan brutal itu.

Dalam sebuah petisi kepada pihak berwenang Hanoi  tahun 2016, para biarawati mengatakan bahwa konggregasi mereka telah membeli secara legal tanah seluas 200 meter persegi  tahun 1949.

Setelah 1954, ketika komunis menguasai Vietnam utara, pemerintah menyewa sebuah gedung novisiat di lokasi tersebut untuk sebuah lembaga mikrobiologi. Pihak berwenang kemudian membagi tanah tersebut dan menjualnya kepada orang lain.

Para biarawati telah meminta pemerintah  mengembalikan tanah itu berkali-kali selama bertahun-tahun.

Tahun 2016, seorang penduduk Hanoi, Tran Huong Ly, menyewa pekerja untuk membangun sebuah rumah di atas tanah tersebut setelah memberi tahu para biarawati bahwa pemerintah setempat telah memberikan kepadanya izin bangunan dan sertifikat  menggunakan tanah tersebut.

Pemerintah memerintahkan Ly  menghentikan pembangunan setelah para biarawati memohon pemerintah untuk menangani kasus ini.

Setelah diserang pada 8 Mei, Suster Cecilia Pham Duong Quynh SPC dan biarawati lainnya pergi ke markas besar Komite Rakyat distrik Hoan Kiem untuk mengajukan petisi kepada distrik untuk menghentikan pembangunan. Mereka mengangkat spanduk bertuliskan “Hentikan pembangunan di tanah para Suster Santo Paulus Chartres.”

Suster Quynh mengatakan para pejabat menolak untuk membuat keputusan apa pun atas permintaan para biarawati.

Dia mengatakan mereka akan terus pergi ke lembaga-lembaga pemerintah  meminta mereka menghentikan pembagunan  ilegal itu.

Asosiasi Pelindungi Kebebasan Beragama yang berbasis di Vietnam mengatakan bahea pihaknya “sangat mengutuk tindakan kekerasan terhadap para biarawati dan meminta pihak berwenang untuk menyelidiki serangan itu.”

Asosiasi itu mengatakan, pihak berwenang Hanoi harus secara adil menyelidiki permintaan para biarawati  menghindari terjadinya pengaruh buruk pada kegiatan keagamaan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi