UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Uskup Filipina Peringatkan Jatuhnya Duterte dari Kekuasaan

Mei 16, 2018

Uskup Filipina Peringatkan Jatuhnya Duterte dari Kekuasaan

Seorang uskup Filipina memperingatkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte bahwa dia bisa menyusul setelah pemecatan Maria Lourdes Sereno, ketua pengadilan negeri itu.

Uskup Auksilier Manila Mgr Broderick Pabillo, seorang kritikus vokal  pemerintahan Duterte, mengatakan  pemecatan Sereno pada 11 Mei lalu oleh hakim Mahkamah Agung (MA) “menumbangkan demokrasi.”

“Mahkamah agung jatuh ….kejadian ini menghancurkan diri sendiri dengan memberikan quo warranto. Pemecatan  itu menjatuhkan Sereno dari menjadi benteng kemerdekaan dalam sistem demokrasi kita,” kata Uskup Pabillo.

Delapan dari 15 hakim pengadilan mendukung pemberian petisi  quo warranto untuk menyingkirkan Sereno dari jabatannya.

Quo warranto adalah tindakan hukum khusus  menyelesaikan sengketa apakah seseorang memiliki hak untuk memegang jabatan publik yang didudukinya.

Kegagalan Sereno  melaporkan harta kekayaan dan kewajibannya  sebelum dia diangkat menjadi kepala pengadilan  tahun 2012 disebut sebagai alasan  memulai proses.

“(Mahkamah agung) kehilangan harga diri dan bahkan rasa hormat dari rakyat. Mahkamah agung  tidak diragukan lagi  menjadi alat Duterte,” kata Uskup Pabillo.

Prelatus itu mengatakan keputusan MA telah membuat marah rakyat banyak yang sekarang secara terbuka menyatakan seruan agar presiden mengundurkan diri.

“Pertarungan sekarang bergerak dari mahkamah agung ke istana kepresidenan karena rakyat dengan jelas menyaksikan gerakan diktator rezim Duterte,” kata prelatus itu.

Pada 15 Mei, para pengacara, mahasiswa hukum, dan berbagai organisasi pengacara berdemonstrasi menuju  ke gedung MA di Manila untuk menyatakan penolakan mereka terhadap apa yang mereka gambarkan sebagai “melanjutkan serangan terhadap independensi peradilan.”

“Komunitas hukum telah berbicara. Kami menyatakan diri  melakukan perlawanan terkuat kami terhadap pengusiran ketua hakim agung,” kata pengacara Ephraim Cortez, sekjen Perhimpunan Pengacara Persatuan Nasional (NUPL).

Cortez menggambarkan keputusan pengadilan sebagai sesuatu yang “keliru secara hukum dan tidak konstitusional” dan “praktis memenggal peradilan dan memberi pesan yang mengerikan.”

“Keputusan itu memberikan predikat otoritarianisme karena menyelesaikan pemusatan kekuasaan di eksekutif,” kata pengacara, memperingatkan bahwa serangan terhadap independensi peradilan “menempatkan demokrasi kita dalam bahaya.”

Presiden NUPL, Edre Olalia, mengatakan keputusan itu akan memiliki “efek merusak kemerdekaan  sebuah lembaga negara yang dianggap sama bebas dari eksekutif, sebagai wasit terakhir yang berkuasa dari banyak masalah hukum.”

“Keputusan ini menjadi pertanda buruk bagi isu-isu kemasyarakatan yang membutuhkan perlindungan dan promosi peradilan,” kata Olalia, seraya menambahkan bahwa keputusan untuk menggulingkan hakim agung “menjadi preseden berbahaya karena pemecatan dari jabatan pejabat publik konstitusional dapat dipotong melalui trik hukum yang tidak jujur.”

Beberapa uskup  sebelumnya mengutuk langkah MA.

Uskup Emeritus Teodoro Bacani dari keuskupan Novaliches, salah satu penyusun  konstitusi negara 1987, mengatakan penggulingan Sereno telah “melemahkan” MA, yang digambarkan oleh prelatus itu sebagai “pelindung utama demokrasi kita.”

“Saya sangat menyesal atas apa yang terjadi,” kata uskup.

Uskup  Agung Ozamis Mgr Martin Jumoad memohon kepada rakyat “tetap tenang” dan tidak menggunakan kekerasan.

Uskup Pabillo memperingatkan lebih banyak protes dalam beberapa hari mendatang. “Berharap lebih banyak membuka kedok kemunafikan Duterte dan para pengikutnya,” kata prelatus itu.

Dalam beberapa bulan terakhir, Duterte terus menyerukan pengusiran Sereno setelah sikap kritisnya  terhadap tindakan keras presiden atas  dugaan pecandu narkoba, penjual, dan pelindung mereka tanpa proses hukum.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi