UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Caritas Asia Berkomitmen Kembangkan Pertanian Berkelanjutan

Mei 17, 2018

Caritas Asia Berkomitmen Kembangkan Pertanian Berkelanjutan

Perwakilan Caritas dari beberapa negara di Asia menyaksikan cara pembuatan pupuk organik oleh para petani di Keuskupan Ruteng sebagai bagian dari konferensi yang berlangsung pada 8-11 Mei. (Foto: Disediakan)

Caritas Asia memutuskan untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan dan menghidupkan kembali ketahanan pangan dengan tujuan untuk meningkatkan penghasilan para petani.

Lembaga aksi sosial Gereja itu menyampaikan komitmennya pada sebuah konferensi yang digelar pada 8-11 Mei di Keuskupan Ruteng.

Keuskupan Ruteng memiliki sekitar 791.200 umat Katolik, setengah lebih dari jumlah ini adalah petani.

Perwakilan dari 13 negara Asia termasuk India, Sri lanka, Nepal, Filipina, Kazakhstan dan Timor Leste menghadiri konferensi tersebut. Sejumlah lembaga donor, pejabat pemerintah setempat, mahasiswa dan aktivis juga hadir.

Direktur Caritas Keuskupan Ruteng Pastor Yuvens Rugi mengatakan peserta membahas pembangunan pertanian berkelanjutan melalui pertanian organik yang telah diadopsi di proyek-proyek besar di Kamboja dan Indonesia.

“Peserta sepakat bahwa penggunaan pupuk organik bisa mengatasi masalah produktivitas dan lingkungan yang dihadapi para petani,” katanya.

Di banyak negara, pupuk kimia yang digunakan selama beberapa dekade telah merusak lingkungan dan kesuburan tanah. Akibatnya, jumlah panen pun berkurang.

Dalam tiga tahun terakhir, Keuskupan Ruteng melatih petani dalam membuat pupuk organik melalui pembentukan 16 kelompok pemandu di desa-desa.

Gereja, katanya, membantu kelompok ini mencari cara murah untuk mengatasi masalah kesuburan tanah yang mulai berkurang.

“Mereka kini sadar bahwa mereka harus mengubah metode pertanian yang biasa dilakukan dan menggantinya dengan pertanian organik,” kata Pastor Rugi.

Ia mengatakan Caritas Keuskupan Ruteng mengembangkan sebuah pendekatan holistik kepada para petani dengan memberi bukan hanya ketrampilan tetapi juga bantuan spiritual melalui katekese.

Peserta konferensi berkesempatan untuk mengunjungi dua kelompok petani yang dipandu oleh Keuskupan Ruteng. Para petani ini memperlihatkan kepada mereka cara membuat pupuk organik.

Chintan Manandhar dari Nepal terkesan dengan apa yang sudah dilakukan di Keuskupan Ruteng dan ingin menerapkan prinsip yang sama di negaranya.

“Saya akan pulang dan membagikan hal ini kepada para petani di Nepal,” katanya.

Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Ruteng Pastor Marthen Chen mengatakan upaya untuk mempromosikan pertanian berkelanjutan bisa berhasil jika ada sinergi dengan sejumlah pihak termasuk pemerintah.

Mengangkat derajat hidup para petani menjadi tanggung jawab semua pihak – pemerintah dan lembaga agama, katanya.

Bupati Manggarai Kamelus Deno mengatakan pertanian berkelanjutan merupakan satu dari sekian banyak cara untuk meningkatkan kualitas hidup petani.

Ia menambahkan bahwa 63 persen dari 137.440 pekerja di Kabupaten Manggarai bekerja di sektor pertanian dan terjebak dalam kemiskinan selama bertahun-tahun.

“Sejak tahun lalu kami memulai pertanian organik dengan melibatkan 12 kelompok yang terdiri atas sekitar 400 orang. Total lahan ada 50 hektar,” katanya.

Hasilnya pun menjanjikan.

“Dalam setahun, produksi mencapai 320.000 kilogram, sebagian besar buah-buahan dan sayuran,” lanjutnya.

 

One response to “Caritas Asia Berkomitmen Kembangkan Pertanian Berkelanjutan”

  1. ANTONIUS NAIBAHO says:

    pertanian berkelanjutan seyogianya harus merubah pasokan pupuk kimia mendajdi pupuk kompos atau pupuk alam, karena pupuk alam lebih mendatangkan humus tanah atau mengundang para cacing tanah ikut menggemburkan lahan.
    apakah paberik kimia mau merubah produknya menjadi organik,
    Sudah besar aset paberik kimia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi