UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

211 Tahun KAJ Dirayakan Dengan Jalan Santai Lintas Agama

Mei 18, 2018

211 Tahun KAJ Dirayakan Dengan Jalan Santai Lintas Agama

Tahun ini keuskupan agung Jakarta merayakan 211 tahun namun perayaannya cukup unik dengan mengadakan jalan santai lintas agama – Protestan, Islam, Hindu, Buddha, Konfucu, dan juga umat Katolik dari paroki-paroki di keuskupan agung tersebut.

Hampir 1.000 peserta berpartisipasi dalam acara itu yang diadakan belum lama ini. Meskipun di tengah ancaman teror di sejumlah tempat, namun para peserta berbusana budaya khas  daerah di Indonesia sangat antusias  menyanyi dan menari sambil berjalan sejauh empat kilometer.

Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo mengatakan melalui acara itu Gereja Katolik KAJ ingin merayakan perbedaan.

“Acara ini menjadi simbol kerukunan. Saya menyampaikan terima kasih kepada kelompok-kelompok agama dan pejabat pemerintah dalam acara ini karena kehadiran mereka memperkuat Gereja,” kata Mgr Suharyo.

Ia menyatkan acara ini sesuai dengan arah dasar  KAJ bahwa 2018 sebagai Tahun  Persatuan. “Di tahun 2018, kita ingin memperdalam pemahaman tentang sila ketiga Pancasila – Persatuan Indonesia – dengan thema ‘Kita Bhinneka, Kita Indonesia,” katanya.


 

Ia mengatakan thema Pancasila ini menjadi gerakan bersama hingga tahun 2020 karena ini adalah gerakan persaudaraan dan gerakan ini juga diadakan di tingkat paroki di wilayah KAJ.

Ignatius Jonan, Menteri SDEM, berharap bahwa umat Katolik perlu bekerjasama dengan kelompok-kelompok agama lain.

“Kita sebagai bangsa, jangan eksklusif dan memisahkan diri dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya dalam sambutan mengawali jalan santai.

Ahmad Syafii Mufid, ketua FKUB DKI Jakarta, mengatakan kehadiran kelompok lintas agama pada acara jalan santai ini untuk mendukung Gereja Katolik di keuskupan ini.

“Kehadiran kami dalam acara ini untuk menunjukkan bahwa kami ingin berjalan bersama Anda sebagai satu bangsa dan saya memuji peran Gereja Katolik bagi bangsa ini – Hidup KAJ, hidup Gereja Katolik, Hidup Indonesia Raya,” katanya.

Mitha, 43, seorang Muslim, yang berpartisipasi dalam acara itu mengatakan ia berpartisipasi dalam acara itu sebagai wujud  toleransinya.

“Saat ini Indonesia terjadi  banyak kasus intoleransi dan teror. Kehadiran sejumlah warga Mulsim dalam acara ini menunjukkan kami anti-intolerasi,” katanya.

 

Budi Suherman, 52,  seorang beragama Buddha, yang juga berpartispasi dalam acara itu mengatakan acara seperti ini perlu diadakan setiap tahun untuk mengingatkan masyarakat tentang keberagaman.

“Acara ini menunjukkan bahwa perbedaan agama, etnis dan budaya bukan masalah,” katanya.

Romo Antonius Suyadi, ketua pantia, dan juga ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Masyarakat KAJ mengatakan acara jalan santai lintas agama adalah baru pertama kali diadakan tahun ini.

“Jalan santai kerukunan dan kebhinnekaan ini data menjadi media bersama dalam mewujudkan silaturahmi nyata dalam mempererat persaudaraan antaragama,” kata Romo Suyadi.

Acara itu diberiahkan dengan Drumband, Barongsai, Rebana, Ondel-ondel.

KAJ didirikan pada 8 Mei 1807 sejak Vatikan mendirikan Perfektur Apostolik Batavia (kini Jakarta), yang meliputi seluruh nusantara.

Menurut Buku Petunjuk Gereja Katolik Indonesia tahun 2017, KAJ memiliki lebin dari 500.000 umat Katolik yang tersebar di 66 paroki serta memiliki  64 imam diosesan, 273 imam religius, 590 suster, dan 175 bruder.

 

One response to “211 Tahun KAJ Dirayakan Dengan Jalan Santai Lintas Agama”

  1. ANTONIUS NAIBAHO says:

    ramah dan damai itu indah, yang seluruh tuntutan agama maupun kepercayaan adalah kerukunan umat sebagai tujuan misi visi beragama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi