UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Proyek Air Bintang Bollywood Adopsi Metode Yesuit Swiss

Mei 18, 2018

Proyek Air Bintang Bollywood Adopsi Metode Yesuit Swiss

Aktor-produser Bollywood Aamir Khan menggali parit sebagai bagian dari programnya yang bertujuan membantu warga desa menyediakan air dengan lebih baik. (Foto: Pani Foundation)

Ribuan orang muda India bersama gerakan konservasi air yang dipimpin oleh seorang aktor – produser terkenal Bollywood, Aamir Khan, mengatasi masalah kekeringan dengan menggunakan metode yang awalnya digerakkan oleh Yesuit  Swiss.

Lebih dari 150.000 mahasiswa dari kota-kota India barat yang rawan kekeringan bergabung dengan Khan pada  1 Mei  menggali parit-parit menjelang musim hujan di lebih dari 100 desa di 24 kabupaten, di Negara Bagian Maharashtra.

Saurabh Vishal, seorang mahasiswa dari Universitas Internasional Symbiosis di Pune, mengatakan dia bangga bisa membantu.

“Ini sebuah karya besar bagi negara, desa dan rakyat kami,” kata Vishal yang membantu penggalian parit di desa Savargaon, distrik Parbhani.

“Saya merasa terhormat  bergabung dengan penduduk desa yang bekerja keras demi  membebaskan desa mereka dari kekeringan,” kata pria berusia 25 tahun itu kepada ucanews.com.

Khan, 53, mengatakan gerakan ini semula direncanakan melibatkan 100.000 mahasiswa untuk menawarkan ‘Shramdaan’ (tenaga kerja fisik gratis) demi membantu desa-desa terpencil yang rawan kekeringan.

Ini semua adalah program kerja  Yayasan Paani (air)  yang didirikannya tahun 2016.

Khan memerlukan 45 hari  menyiapkan desa yang rawan kekeringan untuk konservasi air. Metode yang digunakan dengan penggalian parit yang memungkinkan air hujan  ditampung dan diresap ke bumi tempat ia akan membantu mengisi lebih banyak  tingkat volume air yang dieksploitasi.

Pekerjaan akan selesai bulan ini agar siap untuk musim hujan Juni-September. Penyerapan dan penampungan air akan membuat desa mandiri dalam persediaan  air di musim panas berikutnya.

Yayasan  Paani  bekerja dengan Organisasi Watershed Trust (WOTR) sebagai “mitra ahlinya.” WOTR menyediakan dukungan teknis dan pelatihan untuk yayasan, kata Khan.

Produser aktor itu mengatakan dia menghargai karya pelestarian air  yang dilakukan oleh Yesuit Swiss, Pastor Hermann Bacher SJ, yang mendirikan WTOR bersama Crispino Lobo, mantan imam Yesuit  tahun 1993.

WTOR dibentuk membantu penduduk desa mengatasi kekurangan air di daerah kering dan sekarang aktif di delapan negara bagian India.

Ide ‘Shramdaan’ mencari tenaga kerja fisik gratis untuk konservasi air “dimulai dan dilaksanakan oleh Pastor Bacher tahun 1980-an yang menginspirasi kelompok relawan lainnya  mengikutinya,” kata Lobo.

Pastor Joe D’Souza SJ, direktur Pusat Sosial Yesuit di Ahmednagar, yang membantu memberdayakan para petani yang terpinggirkan, mengatakan Pastor Bacher telah “meramalkan krisis air 50 tahun lalu ketika ia meluncurkan tim pengeboran tahun 1966  menggali sumur” di distrik Ahmednagar untuk menampung air.

Mimpi bebas kekeringan

Di Maharashtra,  setengah dari 43.665 desa dinyatakan mengalami kemarau tahun 2016.

“Mimpi kami adalah membuat Maharashtra bebas kekeringan dalam lima tahun,” kata Khan.

“Kami menemukan bahwa di mana pun masalah air telah dipecahkan, solusinya ada pada upaya kolektif masyarakat dan tenaga kerja,” kata Khan.

Sebagai persiapan dalam proyek ini, lima orang dari setiap desa yang berpartisipasi akan dilatih. Mereka diajarkan metode konservasi air penduduk desa lainnya termasuk cara terbaik menampung air hujan.

Yayasan Khan mengikutsertakan desa-desa  menjadi bagian dari program melalui kompetisi yang menawarkan hadiah uang besar.

Satyajit Bhatkal, staf  yayasan, mengatakan tiga desa teratas akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 1,5 Milyar, Rp 988 juta dan Rp 793 juta untuk juara pertama, kedua dan ketiga.

Kompetisi ini melibatkan perancangan proyek konservasi air dengan menggali pematang, parit dan danau buatan dengan mnggunakan tenaga kerja gratis  menampung air hujan, dan melestarikannya di desa dan di lahan pertanian.

Desa-desa yang berpartisipasi juga melakukan pengujian dan perawatan tanah  mempertahankan kelembaban dan penggunaan air anggaran itu. Desa-desa memenangkan hadiah berdasarkan kerja maksimal yang mereka lakukan untuk konservasi DAS dan pengelolaan air.

Khan mengatakan pemerintah negara bagian mendukung pemberian izin jika diperlukan, terutama ketika pekerjaan DAS perlu dilakukan di hutan.

Tetapi, Khan telah melakukan apa yang seharusnya dilakukan pemerintah, kata Abraham Mathai, seorang pemimpin Kristen dan mantan wakil ketua Komisi Minoritas Negara Bagian Maharashtra.

Khan telah “melakukan apa yang belum pernah dilakukan aktor film lainnya  melindungi, melestarikan dan memelihara lingkungan, terutama membebaskan desa-desa yang rawan kekeringan di Maharashtra,” katanya.

Yayasan ini didanai oleh perusahaan-perusahaan besar di India dan memiliki anggaran tahunan Rp 91 milyar, kata Khan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi