UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Editor Yesuit: Korea adalah Sebuah “Keluarga yang Terpisah”

Mei 31, 2018

Editor Yesuit: Korea adalah Sebuah “Keluarga yang Terpisah”

Pastor Antonio Spadaro, editor La Civilta Cattolica yang berbasis di Roma, Italia, yakin bahwa Korea Utara dan Korea Selatan bisa direkonsiliasikan. (Foto: Disediakan)

Seorang editor Majalah La Civilta Cattolica yang dikelola Serikat Yesus menggarisbawahi harapannya bagi perdamaian di Semenanjung Korea.

“Perdamaian di Semenanjung Korea adalah masalah bagi seluruh dunia, bukan hanya bagi wilayah Asia,” kata Pastor Antonio Spadaro kepada The Catholic Times  saat mengunjungi Korea Selatan untuk menghadiri sebuah simposium internasional di Seminari Tinggi Seoul.

Ia mengatakan Semenanjung Korea masih berada dalam era Perang Dingin. Namun Semenanjung Korea merupakan tempat di mana berbagai agama hidup secara damai.

“Pada saat yang sama, Semenanjung Korea merupakan wilayah di mana persatuan tidak bertentangan dengan perbedaan atau menghancurkan perbedaan. Masyarakat Korea mengakui perbedaan dan mencari kerukunan dan kesejahteraan melalui persatuan,” katanya.

“Ketika Paus Fransiskus mengunjungi (wilayah itu) pada 2014, ia tidak pernah mengatakan ‘Korea Utara’ atau ‘Korea Selatan.’ Korea merupakan satu keluarga yang terpisah. Rekonsiliasi masyarakat Korea tengah dilakukan tahap demi tahap. Ini tidak bisa dilakukan sekaligus,” lanjutnya.

Pastor Spadaro mengatakan prestasi terbesar Paus Fransiskus dalam lima tahun ini adalah membentuk sinodalitas, menginterpretasikan kembali kepausan dan mencapai diplomasi evangelis.

“Upaya Paus Fransiskus untuk merealisasikan sinodalitas di kalangan berbagai elemen Gereja itu luar biasa. Ia memmpin dialog di dalam Gereja dengan sangat baik dan bahkan bersedia terlibat dalam argumentasi. Dialog memunculkan argumentasi namun juga mempromosikan persaudaraan sejati dalam Gereja,” katanya.

“Paus tidak mengubah apa pun terkait faktor-faktor doktrin tapi menginterpretasikan kembali perannya sebagai Paus di dalam Gereja dan aspek-aspek persatuan umat Kristiani,” lanjutnya.

“Diplomasi evangelisnya telah menghasilkan karya yang mengagumkan. Dunia menerima Paus sebagai satu-satunya pemimpin etis yang sejati. Paus Fransiskus memunculkan kepedulian kita terhadap orang yang miskin dan menderita termasuk pengungsi dan kaum migran,” katanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi