UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Otoritas Cina Bongkar Jalan Salib di Henan

Juni 8, 2018

Otoritas Cina Bongkar Jalan Salib di Henan

Propinsi Henan maenad target penindasan agama oleh otoritas Cina sejak September lalu. (Foto: Kristen Sturdivant/unplash.com)

Jalan Salib di sebuah tempat ziarah di Propinsi Henan di Cina dibongkar secara paksa oleh otoritas setempat dalam upaya mereka untuk menekan kebebasan beragama.

Pejabat pemerintah memindahkan patung Yesus di tempat ziarah terkenal Bunda Maria dari Gunung Karmel di Desa Tianjiajing yang dilayani Keuskupan Anyang pada Selasa (5/6) pukul 20.00 waktu setempat.

Sebuah sumber mengatakan otoritas setempat mengirim aparat sebulan yang lalu untuk menyampaikan kepada Uskup Anyang Mgr Joseph Zhang Yinlin bahwa Jalan Salib harus dibongkar, Namun alasannya tidak disampaikan.

“Sejumlah buldozer dan truk bak terbuka menuju ke lokasi pada malam hari karena otoritas setempat khawatir terlalu banyak anggota Gereja akan datang (jika pembongkaran dilakukan) pada siang hari,” katanya.

Sejumlah biarawati yang tinggal di sekitar tempat ziarah itu mengambil gambar dan video pembongkaran tersebut dan mengirim bukti itu ke sejumlah kelompok obrolan.

Seorang sumber Gereja mengatakan kebijakan Partai Komunis nampaknya “mengijinkan agama Katolik tetap ada tetapi tidak boleh berkembang.”

Tempat ziarah Bunda Maria dari Gunung Karmel merupakan satu-satunya tempat ziarah di Propinsi Henan. Tempat ziarah ini dibangun atas perintah Pastor Stefano Scarsella dari Institut Kepausan untuk Misi Asing – yang pada saat itu menjabat sebagai vikaris apostolik Henan bagian utara – pada 1903-1905 untuk mengucap syukur kepada St. Perawan Maria karena telah menjaga para misionaris lokal dari bahaya persekusi Boxer pada 1900.

Tempat ziarah itu menjadi terkenal bagi masyarakat di Propinsi Henan, Hebei dan Shanxi. Perayaan besar diadakan di sana setiap tanggal 16 Juli.

Dikabarkan bahwa pada 16 Juli 1986, sekitar 10.000 peziarah dari tiga propinsi itu mengunjungi tempat ziarah bersama sejumlah tim drum band.

Pada 1987, pemerintah setempat mengirim pasukan dan kendaraan lapis baja ke tempat ziarah itu setelah sekitar 50.000 peziarah memadatinya, kata sumber itu.

Pada tahun yang sama, tempat ziarah itu dinyatakan ilegal oleh pemerintah Henan. Sejak saat itu, pemerintah mengendalikan jumlah orang dan kendaraan. Tidak lebih dari 300 peziarah diijinkan mengunjungi tempat ziarah itu.

Sejak sebuah salib di sebuah gereja Protestan dibongkar di Henan September lalu, Gereja Katolik menjadi target meningkatnya penindasan di propinsi itu.

Pada Februari, sejumlah kota dan desa di Henan menerima selebaran yang melarang masyarakat untuk memosting doa. Beberapa salib di sebuah gereja Katolik kemudian dibongkar dan taman kanak-kanak milik Gereja dirampas dan dipaksa tutup secara permanen.

Pada April, kekerasan meningkat di Beijing karena delapan dari 10 keuskupan di Propinsi Henan – Anyang, Luoyang, Xinxiang, Puyang, Zhengzhou, Shangqju, Kaifeng dan Zhumadian – ditindas.

Baik komunitas Gereja dan Gereja bawah tanah menjadi target. Sebuah gereja Katolik dan makam seorang uskup dibongkar, sejumlah imam bawah tanah diusir dari paroki mereka, aset Gereja dirampas, dan otoritas menempatkan pejabat di gereja setiap Hari Minggu untuk mencegah anak kecil mengikuti Misa.

Meskipun data resmi tidak tersedia, jumlah penduduk beragama Kristen di Propinsi Henan menduduki posisi kedua setelah Propinsi Zhejiang.

Pada 2009, Henan memiliki sekitar 2,4 juta umat Kristiani. Sekitar 300.000 di antaranya Katolik. Pada akhir 2011, propinsi itu memiliki 2.525 gereja Kristen dan 4.002 properti Kristen.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi