UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Lagi, Seorang Imam Ditembak Mati Di Filipina

Juni 11, 2018

Lagi, Seorang Imam Ditembak Mati Di Filipina

Pastor Richmond Villaflor Nilo dari Keuskupan Cabanatuan ditembak pada 10 Juni saat hendak memimpin Misa. (Foto diambil dari akun Facebook milik Pastor Nilo)

Daftar korban tewas dalam Gereja Katolik di Filipina bertambah pada Minggu (10/6) ketika seorang imam ditembak mati saat hendak memimpin Misa di Propinsi Nueva Ecija.

Pastor Richmond Villaflor Nilo dari Keuskupan Cabanatuan ditembak di dalam Kapel Nuestra Senora dela Nieve di Kota Zaragoza.

Menurut polisi, ia ditembak ketika mengenakan jubah sebelum mengawali Misa. Sedikitnya ada tiga tembakan yang dilepaskan melewati jendela kapel tersebut.

Pastor Nilo adalah imam keempat yang ditembak di Filipina dalam enam bulan terakhir dan kedua dalam sepekan.

Pada Rabu (6/6) lalu, Pastor Rey Urmeneta dari Paroki St. Mikael Malaikat Agung di Kota Calamba diserang oleh dua pria bersenjata. Namun ia bertahan hidup.

Pada 29 April, seorang pria bersenjata menembak mati Pastor Mark Ventura, seorang kepala paroki di Kota Gattaran di Filipina bagian utara, seusai memimpin Misa Minggu.

Pada 4 Desember 2017, Pastor Marcelito Paez ditembak dan dibunuh di Kota Jaen, Propinsi Nueva Ecija.

“Tidak seorang imam pun, dan tidak seorang manusia pun, boleh dibunuh secara brutal dan tanpa rasa hormat dan impunitas,” kata Uskup Cabanatuan Mgr Sofronio Bancud dalam sebuah pernyataan.

Prelatus itu mengatakan “untuk membunuh seorang imam apa pun motif atau alasannya, hal ini bukan saja tidak Kristiani dan tidak manusiawi tetapi juga tidak seperti orang Filipina,” lanjutnya.

Pastor Nilo adalah pastor Paroki St. Vincentius Ferrer di Kota Zaragoza dan administrator keuangan Keuskupan Cabanatuan sebelum ia tewas ditembak.

“Kami mengutuk keras dan sangat berduka atas pembunuhan brutal itu … dan kekerasan dan budaya impunitas yang meningkat … bahkan terhadap klerus yang tidak berdaya,” kata Uskup Bancud.

Ia meminta umat Katolik untuk berdoa bagi arwah Pastor Nilo dan “bagi perdamaian, kesembuhan dan keamanan bagi komunitas kami,” dan bagi klerus dan kaum religius khususnya di Cabanatuan.

Ia juga menuntut “penyelidikan imparsial dan mendalam dan resolusi yang cepat.”

Para uskup di negara itu menyampaikan kekhawatiran akan jumlah imam yang dibunuh dalam beberapa bulan terakhir.

Ketua Konferensi Waligereja Filipina, Uskup Agung Davao Mgr Romulo Valles, mengatakan ia “sangat sedih dan terganggu” oleh serangan terhadap para klerus.

“Saya sungguh-sungguh memohon kepada otoritas kita khususnya polisi agar berusaha sebaik mungkin dalam melakukan penyelidikan dan mengadili para pelaku kejahatan ini,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penyelidikan yang layak merupakan “hal terpenting dari berbagai macam hal yang bisa kita lakukan.”

“Kita bisa melakukan banyak hal tapi … sangat penting untuk memulihkan kepercayaan kita bahwa keadilan akan ditegakkan,” katanya.

Uskup Cubao Mgr Honesto Ongtioco mengatakan pembunuhan tidak akan menghentikan Gereja untuk mengungkap kebenaran dan mewartakan Injil.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin (11/6), kelompok hak asasi manusia (HAM) Karapatan mengecam serangan terhadap sejumlah imam, seorang jurnalis dan seorang prosekutor dan menyebutnya “sebagai tanda jelas akan iklim impunitas yang berkembang di Filipina.”

Pada Kamis (7/6), Dennis Denora, penerbit pers komunitas Trends and Times, ditembak dan dibiarkan mati di Kota Panabo, Propinsi Davao del Norte.

Pada Senin (4/6), prosekutor Madonna Joy Tanyag yang tengah hamil ditusuk hingga tewas di Quezon City.

Juru bicara Karapatan, Cristina Palabay, mengatakan: “Ada keraguan besar bahwa otoritas akan mengungkap kebenaran akan pembunuhan (dan serangan) baru-baru ini” di tengah pembunuhan terkait pemberantasan narkoba.

“Pemerintah tidak mau melihat kesalahannya sendiri sebagai akibat dari korupsi dan aparat yang brutal dan mata duitan,” katanya.

Pastor Richmond Villaflor Nilo dari Keuskupan Cabanatuan ditembak mati oleh seorang pria tidak dikenal sekitar pukul 17.00 waktu setempat saat ia hendak memimpin Misa.

 

5 responses to “Lagi, Seorang Imam Ditembak Mati Di Filipina”

  1. Alex says:

    Hukum yg tumpul tdk hanya menyebabkan ketidakadilan tp jg kesengsaraan & penderitaan.
    Turut mendoakan utk Pastor Nilo..

  2. Yoseph Geroda says:

    Kami umat keuskupan Larantuka Flores NTT… trut berdukacita dan mengutuk keras ats perbuatan biadab n keji… Smga otritas Filipina sgera menuntaskan para teroris..nice menangkap biang yg terselibung

  3. Praxedis Sadipun says:

    RIP…Turut berduka. Doaku untuk semua Imam yang jadi korban kebrutalan… Kiranya Tuhan mekindungi Umat saudara2ku di Philipina

  4. Matheus Krivo says:

    RIP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi