UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Gusmao Menyerahkan Tugas PM Timor-Leste Kepada Taur Matan Ruak

Juni 12, 2018

Gusmao Menyerahkan Tugas PM Timor-Leste Kepada Taur Matan Ruak

Taur Matan Ruak menunjukkan surat suara dan kart ID-nya di TPS pada Pemilu 2017. (Foto: AFP)

Mantan presiden dan pemimpin Partai Pembebasan Rakyat Taur Matan Ruak diperkirakan akan dinobatkan sebagai perdana menteri baru Timor-Leste pekan ini setelah pemilu bulan lalu dimana Aliansi oposisi untuk Perubahan dan Kemajuan (AMP) memimpin koalisi dengan mayoritas mutlak.

Pemilu itu mengakhiri 10 bulan kemacetan politik di badan legislatif  yang beranggotakan 65 anggota parlemen di Timor Leste setelah pemilu Juli 2017 yang tidak meyakinkan yang dimana Fretilin memimpin pemerintahan minoritas yang tidak efektif.

Parlemen dijadwalkan bertemu pada 13 Juni setelah penundaan tak terduga untuk pengambilan sumpah untuk  anggota parlemen baru, yang kemudian akan memilih ketua legislatif yang baru dan diharapkan politikus kawakan, Arao Noe terpilih menjadi ketua parlemen.

Hanya sedikit yang diketahui tentang dia di luar negeri tetapi Noe adalah anggota Kongres untuk Rekonstruksi Timor (CNRT), partai terbesar dalam aliansi AMP.

Setelah itu, AMP diharapkan untuk menamai tim kepemimpinan barunya.

Aliansi ini dipimpin oleh pahlawan revolusioner negara itu Xanana Gusmao, yang telah menjabat sebagai presiden dan perdana menteri dan yang semula diperkirakan akan mengambil alih kemudi setelah kemenangan pemilu.

Gusmao diperkirakan akan mengambil peran senior sebagai penasihat PM serta mengambil alih aset-aset minyak dan gas negara itu setelah baru-baru ini merundingkan perjanjian baru dengan negara tetangganya, Australia, mengenai cadangan di Laut Timor, kata sumber-sumber politik di negara yang mayoritas  Katolik kepada ucanews.com.

Ruak yang sudah berusia 63 tahun menjadi perdana menteri adalah tanda terakhir bahwa pertempuran jangka panjang atas model pembangunan ekonomi negara itu dengan mentornya Gusmao akan berakhir.

Taur Matan Ruak adalah nama lain yang digunakan secara universal untuk Jose Maria Vasconcelos, pemimpin revolusioner lain yang juga menjabat sebagai presiden negara itu dari 2002-2007.

Ruak menggantikan Gusmao sebagai pemimpin pasukan tempur revolusioner Falintil yang akhirnya memaksa jalan buntu dengan Indonesia  ketika pemerintah sayap kiri negara itu tiba-tiba berjalan menjauh dari semua penaklukan kolonial mereka tahun 1974.

Di bawah konstitusi Timor-Leste yang sangat dipengaruhi Portugal, setelah pemilihan parlemen bulan lalu, presiden saat ini, Francisco “Lu-Olo” Guteres, harus berkonsultasi dengan semua pihak yang memenangkan kursi di legislatif

Di bawah sistem perwakilan proporsional 100 persen negara, setiap partai yang mendapat lebih dari 4 persen suara nasional mendapat perwakilan sesuai dengan persentase suara mereka.

Hasil pemilu bulan lalu, AMP memenangkan 34 kursi,  Fretilin 34 kursi, Partai Demokrat lima kursi dan Partai Kemajuan Demokratis, kumpulan partai-partai kecil yang bergabung untuk mencoba melewati  angka  4 persen, mendapat tiga kursi .

Ketua parlemen terakhir seharusnya mengadakan sidang bersama anggota parlemen lama dan kemudian dalam tujuh hari mengambil sumpah anggota baru, yang kemudian memilih ketua parlemen – pekerjaan yang dilihat sebagai posisi nomor tiga dalam sistem politik.

Ketua parlemen terakhir adalah anggota Fretilin, yang memimpin koalisi pemerintah minoritas dengan Partai Demokrat sampai kemacetan politik karena tidak dapat meloloskan satu undang-undang tunggal yang memaksa Lu-Olo mengumumkan pemilu baru pada  Maret yang kemudian diadakan dua bulan kemudian.

Keterlambatannya dalam menggelar sidang parlemen dan mendapatkan pemerintahan baru, sangat berakibat pada keluarnya anggaran yang akan memungkinkan lebih banyak dana mengalir ke layanan publik dan infrastruktur yang sangat dibutuhkan, menggarisbawahi kegetiran dimana dua partai utama berjuang dalam pemilu.

Ada perdebatan internal yang panjang antara berbagai partai – CNRT  yang dipimpin oleh Gusmao, Partai Progresif Rakyat yang dipimpin oleh Ruak dan neophytes politik Khunto, sebuah kelompok geng jalanan seni bela diri yang berubah menjadi kekuatan politik dalam pemilihan Juli 2017.

Michael Sainsbury, Dili, Timor Leste

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi