UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Vietnam Larang Imam Pembangkang Bepergian ke Luar Negeri 

Juni 13, 2018

Vietnam Larang Imam Pembangkang Bepergian ke Luar Negeri 

Pastor Joseph Nguyen Duy Tan menyampaikan homili pada sebuah Misa di Gereja Tho Hoa. (Foto: Pastor Le Ngoc Thanh)

Seorang imam yang dikenal atas pertentangannya dengan pemerintahan komunis di Vietnam dilarang meninggalkan negara itu.

Pada 11 Juni, Pastor Joseph Nguyen Duy Tan dari Paroki Tho Hoa di Propinsi Dong Nai diberhentikan oleh aparat keamanan di Bandar Udara Internasional Tan Son Nhat di Ho Chi Minh City.

Petugas bandar udara mengatakan dalam sebuah dokumen bahwa Pastor Tan “belum diijinkan bepergian ke luar negeri atas permintaan Departemen Keamanan Umum Propinsi Dong Nai.” Mereka tidak menjelaskan detilnya.

Mereka juga meminta imam itu untuk menghubungi departemen terkait untuk menyelesaikan kasus itu.

Pastor Tan, 40, dan 25 imam dari Keuskupan Xuan Loc akan terbang ke Malaysia. Semua imam, kecuali Pastor Tan, tidak dilarang bepergian ke luar negeri.

Dalam keluhannya kepada Kedutaan Besar Jerman di Hanoi dan Kantor Komisaris Tinggi HAM PBB, Pastor Tan menuduh pemerintah melanggar hak asasinya.

“Saya ragu jika alasannya adalah ceramah saya kepada perwakilan Uni Eropa pada sebuah pertemuan di sebuah pagoda pada 16 Mei,” katanya.

Kepada diplomat dari Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Belanda dan Uni Eropa di Pagoda Giac Hoa di Ho Chi Minh City, sejumlah anggota Lembaga Antaragama Vietnam termasuk Pastor Tan menyampaikan beberapa contoh persekusi agama yang dilakukan pejabat pemerintah dan polisi.

Pastor Tan mengatakan kepada para diplomat itu bahwa semua organisasi keagamaan harus meminta ijin kepada pejabat pemerintah jika hendak mengadakan kegiatan, bahkan membangun sebuah toilet atau pagar sekalipun.

“Prosedur minta-dan-beri itu memperkuat pelanggaran kekuasaan yang dilakukan otoritas untuk mengintervensi urusan internal agama,” katanya.

Pastor Tan menggunakan media sosial untuk menentang kebijakan sosial-ekonomi pemerintah, korupsi dan kekerasan terhadap aktivis. Ia telah meminta masyarakat untuk menggulingkan pemerintahan komunis dan memboikot pemilihan nasional.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi