UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Penembakan Mematikan Picu Ketakutan Dalam Pilkada di Papua

Juni 27, 2018

Penembakan Mematikan Picu Ketakutan Dalam Pilkada di Papua

Aktivis HAM Pastor John Djonga menyerukan masyarakat menjaga perdamaian selama dan setelah pilkada 27 Juni. (Foto: Ryan Dagur)

Penembakan yang menyebabkan tiga orang tewas dan serangan terhadap sebuah pesawat yang membawa logistik Pilkada dan polisi di provinsi Papua telah memicu kekhawatiran di antara para pemimpin Gereja bahwa pemilihan gubernur minggu ini bisa menimbulkan kekerasan lebih lanjut.

Provinsi Papua termasuk di antara 17 provinsi, 115 kabupaten dan 39 kota mengadakan pilkada  pada 27 Juni.

Pada  25 Juni, orang-orang bersenjata tak dikenal menembak pesawat jenis Twin Otter yang membawa logistik pilkada dan 15 personel polisi yang  akan bertugas tempat pemungutan suara.

Menurut polisi, tembakan itu berasal dari hutan segera setelah pesawat mendarat di Bandara Kenyam di kabupaten Nduga. Pilot terluka dalam serangan itu.

Polisi mengklaim, para penyerang juga menembak warga sipil di bandara, menewaskan tiga orang dan melukai tiga lainnya.

Serangan itu terjadi tiga hari setelah pesawat lain ditembak di bandara yang sama.

Pastor John Djonga, yang juga seorang aktivis meminta semua pihak untuk “bekerja bahu membahu untuk memastikan perdamaian” selama pilkada.

“Semua pihak harus memastikan orang Papua menggunakan hak pilih mereka tanpa rasa takut,” katanya kepada ucanews.com pada 26 Juni.

“Seharusnya tidak ada pertumpahan darah hanya karena Pilkada. Kami memilih seorang pemimpin selama lima tahun, tetapi perdamaian harus dipertahankan selamanya,” kata imam yang telah bekerja selama lebih dari 20 tahun di daerah terpencil Papua.

Papua telah lama mengeluhkan terkait pelanggaran HAM dan menuntut kemerdekaan atau otonomi yang lebih besar – wilayah paling berisiko munculnya kekerasan pada pilkada ini.

Menurut Asosiasi untuk Pemilu dan Demokrasi, 71 orang tewas selama pemilihan tahun 2010 dan 2014 di berbagai distrik.

Pendeta Benny Giay dari Sinode Gereja-gereja Kristen di Papua meminta jemaatnya untuk mendukung pilkada yang damai.

“Pilkada tidak boleh menyebabkan korban di kalangan warga sipil,” katanya, ia menambahkan elemen-elemen tertentu ingin menggunakan pilkada untuk menghancurkan Papua.

Dia mendesak orang Papua “tidak emosional, mempromosikan dialog dan menghormati perbedaan politik.”

Juru bicara kepolisian Papua, Ahmad Mustofa Kamal, mengatakan sedang dilakukan pengejaran terhadap para penyerang bandara, dan keamanan sedang ditingkatkan.

“Kami menjamin bahwa pilkada  tetap akan dilakukan,” katanya.

Tambahan 3.700 personel polisi dan militer telah disiapkan untuk memastikan pilkada tetap berjalan, tambahnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi