UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Umat Katolik Bantu Korban Banjir Bandang di Kabupaten Banyuwangi

Juni 27, 2018

Umat Katolik Bantu Korban Banjir Bandang di Kabupaten Banyuwangi

Sejumlah relawan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Jawa Timur membersihkan lumpur yang menggenangi Desa Alasmalang pada 24 Juni. (Foto: ACT)

Umat Katolik tengah mengumpulkan bantuan untuk didistribusikan minggu ini kepada para korban banjir bandang yang melanda Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur, akhir pekan lalu.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Propinsi Jawa Timur, hujan deras yang terjadi sejak Kamis (21/6) di wilayah Kecamatan Songgon menyebabkan longsor di lereng Gunung Raung. Akibatnya, hujan membawa material berupa balok kayu yang terseret terbawa arus hingga ke hilir sungai dan menyumbat aliran sungai dan mengakibatkan air meluap ke pemukiman warga di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh.

Sedikitnya 328 unit rumah mengalami kerusakan akibat banjir bandang yang terjadi pada Jumat (22/6) itu. Dari jumlah ini, 23 unit rumah mengalami kerusakan berat, 80 kerusakan sedang dan 225 lainnya kerusakan ringan. Selain itu, banjir bandang juga merusak dua jembatan dan areal pertanian seluas 1.721 hektar.

Sekitar 620 kepala keluarga (KK) atau 1.300 jiwa terdampak oleh banjir bandang tersebut. Banyak di antaranya masih mengungsi di rumah kerabat mereka.

Sehari setelah bencana itu terjadi, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari untuk mempercepat penanganan.

Umat Katolik yang tinggal di wilayah sekitar pun menanggapi bencana itu.

“Di paroki sendiri, umat bergerilya mengumpulkan bantuan sambil mencari data di lapangan. Kemarin saya mencoba kontak Tim Solidaritas Kemanusiaan Keuskupan Malang untuk melihat kemungkinan kerjasama,” kata Pastor Antonius Suwahyo Pr, kepala Paroki Kristus Raja di Genteng, kepada ucanews.com, Selasa (26/6).

“Kami memikirkan bantuan pendidikan seperti seragam sekolah, buku, tas, dan lain-lain. Informasi yang saya dapat, bantuan makanan untuk 2-3 bulan ke depan masih mencukupi. Yang belum dipikirkan adalah alat-alat sekolah,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa bantuan akan didistribusikan ke wilayah yang paling parah terdampak oleh banjir bandang dalam pekan ini.

Hal yang sama dilakukan oleh Paroki St. Yusuf di Jember.

Menurut Aryo Saptoaji, seorang staf Caritas Indonesia (Karina), paroki itu akan segera mengirimkan bantuan seperti pakaian, obat-obatan dan makanan bayi.

“Mereka sedang menjalin koordinasi dengan PMI dan BPBD Propinsi Jawa Timur,” katanya.

Sementara itu, Kabid. Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyuwangi Eka Muharram mengatakan ratusan anggota TNI dan polisi serta relawan tengah membersihkan lumpur yang menggenangi rumah-rumah warga.

“Ada rumah yang kemasukan lumpur sampai ketinggian 1,5 meter. Sampai hari keempat, baru sekitar 50-60 persen normalisasi bisa dilakukan. Ini tetap akan terus berlanjut, kita efektifkan. Mudah-mudahan selama tujuh hari ini bisa diselesaikan,” katanya kepada ucanews.com.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi