UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Uskup Hong Kong Bantah Pemberitaan Soal Pengunduran Dirinya 

Juni 28, 2018

Uskup Hong Kong Bantah Pemberitaan Soal Pengunduran Dirinya 

Uskup Hong Kong Mgr Michael Yeung Ming-cheung berpose untuk foto saat konferensi pers pada 2 Agustus 2017. )(Foto: Isaac Lawrence/AFP)

Uskup Hong Kong Mgr Michael Yeung Ming-cheung membantah pemberitaan media yang mengatakan bahwa ia meminta Paus Fransiskus untuk menyetujui pengunduran dirinya sebagai uskup agar ia bisa mendedikasikan diri untuk Caritas, sebuah lembaga kesejahteraan Katolik.

Uskup berusia 73 tahun itu merupakan satu dari tiga uskup dari Hong Kong dan Macau yang bulan ini mengunjungi Vatikan untuk menyampaikan informasi terkini tentang keuskupan mereka.

Pada 23 Juni, AsiaNews atau sebuah media yang dikelola oleh Institut Kepausan untuk Misi Asing mewawancarai Uskup Yeung dan mengutip pernyataannya yang mengatakan bahwa ia menyampaikan kepada Paus bahwa ia ingin mengundurkan diri sebagai uskup agar bisa melayani Caritas dengan lebih baik.

Berita itu ditulis oleh Bernardo Cervellera, direktur AsiaNews.

Namun ketika media Hong Kong menaikkan berita tersebut, Uskup Yeung mengatakan kepada surat kabar berbahasa Cina, Kung Kao Po, yang dikelola oleh Keuskupan Hong Kong bahwa ia telah diberitakan secara tidak benar.

Akhirnya pada 27 Juni Kung Kao Po memuat klarifikasi dari Uskup Yeung bahwa “ia tidak menyampaikan isu itu kepada Paus.”

Sebuah pemberitaan lain pada hari yang sama menjelaskan bahwa AsiaNews di Roma telah bertanya kepada dua uskup emeritus – Kardinal Joseph Zen dan Kardinal John Tong Hon – yang telah pensiun dari jabatan sebagai uskup Hong Kong tetapi tetap melayani Gereja Katolik.

Jawaban Uskup Yeung bahwa jika memungkinkan ia ingin ke depan bisa berkarya sepenuhnya untuk Caritas “disalahartikan.”

Dua uskup lain yang hadir dalam pertemuan dengan Paus Fransiskus yakni Uskup Auksilier Hong Kong Mgr Joseph Ha Chi-Shing dan Uskup Macau Mgr Stephen Lee Bun-sang telah mengonfirmasi bahwa isu itu tidak disampaikan kepada Paus, demikian menurut Kung Kao Po.

Sebaliknya, Uskup Yeung menulis sebuah surat biasa kepada Paus bahwa ia akan meminta pengunduran diri jika berusia 75 tahun dan menunggu respon Paus.

Uskup Yeung adalah ketua Dewan Caritas Kong Kong dan telah membantu lembaga ini sejak 2003.

Dalam kontroversi beberapa waktu lalu, Uskup Yeung yang beberapa kali mendukung otoritas Cina tentang regulasi terkait praktek agama juga menegaskan bahwa pernyataannya telah dikutip secara tidak benar oleh berbagai media.

Misalnya, ada kecaman ketika ia diberitakan memakai narkoba sebagai metafora untuk homoseksualitas. Uskup Yeung menanggapi dengan mengatakan bahwa ia hanya berusaha menjelaskan bahwa orangtua masih mencintai anak-anak mereka meskipun mereka tidak setuju jika anak-anak mereka memakai narkoba.

Ia menggantikan Kardinal Tong sebagai uskup Hong Kong kurang dari setahun lalu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi