UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Camat Torere Tewas Ditembak KKB Pasca Pilkada di Papua

Juni 29, 2018

Camat Torere Tewas Ditembak KKB Pasca Pilkada di Papua

Seorang wanita Papua menggunakan hak pilihnya pada pemilihan anggota legislatif di Jayapura, Propinsi Papua, pada 9 April 2014. Baru-baru ini, Papua merupakan satu dari 17 propinsi yang melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 27 Juni. (Foto: Liva Lazore/AFP)

Camat Torere Obaja Froaro tewas dan dua aparat polisi hilang ketika sebuah kelompok kriminal bersenjata (KKB) menembaki sebuah speed boat yang mengangkut kotak suara berisi surat suara seusai pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Propinsi Papua, Rabu (27/6).

Kabid. Humas Polda Papua Kombes. Pol. Ahmad Mustofa Kamal mengatakan kepada ucanews.com bahwa pembunuhan itu terjadi pada sore hari sekitar pukul 16.00 waktu setempat ketika camat dan aparat polisi dalam perjalanan pulang menuju Distrik Torere, Kabupaten Puncak, seusai pelaksanaan Pilkada di Distrik Mamberamo Hulu di Kabupaten Mamberamo Raya.

Kemudian terjadi baku tembak antara KKB dan aparat polisi sehingga Camat Obaja tertembak di bagian dada dan tewas di tempat, katanya.

Menurutnya, KKB sudah memperhitungkan keberadaan mereka dan sudah mengetahui bahwa mereka akan melewati jalur sungai itu. Lokasi kejadian berada di ujung Kabupaten Puncak yang berbatasan dengan Kabupaten Mamberamo Raya dan Kabupaten Tolikara.

Ia menambahkan bahwa sebuah speed boat lain yang mengangkut beberapa warga setempat dan polisi juga melewati jalur itu tetapi mereka berhasil lolos.

Dikatakan, dua tim aparat polisi telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mencari dua polisi yang hilang dan juga para pelaku.

Papua adalah satu dari 17 propinsi, 115 kabupaten dan 39 kota yang menyelenggarakan Pilkada serentak pada hari itu dan ada lebih dari 150 juta penduduk yang mempunyai hak pilih. Namun propinsi ini mengalami ketegangan menjelang Pilkada.

Pada Senin (25/6), kelompok orang yang tidak dikenal menembaki sebuah pesawat Twin Otter yang mengangkut logistik Pilkada dan 15 aparat polisi yang akan mengamankan pelaksanaan Pilkada di wilayah tersebut.

Tembakan berasal dari kawasan hutan sesaat setelah pesawat itu mendarat di Bandar Udara Kenyam di Kabupaten Nduga. Pilot mengalami cedera.

Menyinggung soal insiden baru-baru ini, Pastor John Djonga Pr, seorang imam aktivis dari Keuskupan Jayapura, mengatakan para pejuang separatis masih cukup aktif.

Mereka tidak terlalu simpatik dengan Pilkada karena hampir semua kandidat setelah terpilih tidak mengakomodasi keluhan atau permasalahan yang dihadapi oleh orang Papua dan cenderung diam ketika orang Papua ditembak atau dibunuh.

“Kepercayaan mereka terhadap pemerintah sudah hilang,” katanya.

“Mereka lebih banyak berjuang untuk kemerdekaan,” lanjutnya.

Sementara itu, Pastor Paulus Christian Siswantoko, sekretaris eksekutif Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia (Kerawam-KWI), mengatakan pelaksanaan Pilkada yang secara umum berjalan secara damai menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki pemahaman yang lebih baik tentang demokrasi.

Para pemilih tidak hanya berpartisipasi dalam Pilkada tetapi juga turut menjaga keamanan, lanjutnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi