UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Umat Islam Turut Berdukacita atas Wafatnya Kardinal Tauran

Juli 9, 2018

Umat Islam Turut Berdukacita atas Wafatnya Kardinal  Tauran

Ketua Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama Kardinal Jean-Louis Tauran (tengah) berpose bersama sejumlah tokoh agama saat kunjungan ke Jakarta pada 2009. (Foto: Konradus Epa/ucanews.com)

Umat Islam menyampaikan belasungkawa atas wafatnya  Kardinal Jean-Louis Tauran, ketua Dewan Kepausan untuk Dialog Antar-Agama. Menurut mereka, Kardinal Tauran turut membina hubungan antaragama selama kunjungannya ke Indonesia sembilan tahun lalu.

Ia  lahir  di Bordeaux, Prancis, dan  ditahbiskan menjadi imamtahun 1969. Paus Yohanes Paulus  II mengangkatnya  sebagai  kardinal tahun 2003.

Kardinal Tauran meninggal pada usia 75 tahun akibat penyakit Parkinson pada Kamis (5/7) lalu di Amerika Serikat (AS).

Meskipun didiagnosa menderita penyakit itu pada 2003, Kardinal Tauran terus melanjutkan diplomasi dengan berbagai negara untuk meningkatkan hubungan Vatikan dengan dunia Muslim.

Pada November 2009, ia mengunjungi Indonesia dan bertemu sejumlah tokoh Muslim. Ia juga mengunjungi Masjid Istiqlal yang terletak di seberang Gereja Katedral St. Maria Diangkat ke Surga di Jakarta.

Azumardy Azra, seorang tokoh Muslim yang baru-baru ini memimpin pertemuan para cendekiawan Muslim dan ulama dari seluruh dunia, menyebut wafatnya  Kardinal Tauran sebagai sebuah kehilangan besar bagi dialog antaragama di dunia.

“Beliau memiliki peran penting dalam membangun jembatan, toleransi dan saling pengertian  antara Gereja Katolik, umat Islam dan umat beragama lain,” katanya kepada ucanews.com, Senin (9/7).

Beliau, katanya, banyak berdialog dengan pemimpin Muslim, termasuk dirinya  diundang beliau dalam dialog di Vatikan dan  juga berbicara dalam 1 panel di Rimini, Italia.

“Saya berharap pengganti beliau akan melanjutkan karyanya dalam membangun hubungan antaragama untuk mewujudkan kerukunan dan perdamaian,” kata rektor  Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah di Jakarta itu.

Sementara itu, Dahnil Anzar Simanjuntak, ketua PP Pemuda Muhammadiyah, juga mengaku sedih atas kematian Kardinal Tauran.

“Kita butuh pemimpin (seperti Kardinal Tauran) yang bisa menjaga hubungan antaragama, yang bisa memberi solusi jika agama-agama berkonflik,” katanya.

“Kunjungan beliau ke Indonesia meningkatkan hubungan antaragama khususnya antara umat Islam dan Gereja Katolik,” lanjutnya.

Pater Markus Solo SVD,  pejabat Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama, mengatakan jenazah Kardinal Tauran tiba di Vatikan hari ini.

“Kami tadi siang mengadakan pertemuan di kantor guna mempersiapkan kedatangan dan penguburan beliau dan segala urusan lainnya. Jenazah masih di USA. Kemungkinan besar akan ke Roma besok,” kata Pater Markus kepada UCAN Indonesia pada 9 Juli.

Pater Markus mengatakan Misa pemakaman baru diadakan pada Kamis, 12 Juli  jam 10.45 waktu Roma di dalam Basilika Santo Petrus, Vatikan. Setelah itu beliau akan dimakamkan di luar Vatikan, di sebuah paroki di Italia.

 

2 responses to “Umat Islam Turut Berdukacita atas Wafatnya Kardinal Tauran”

  1. YeBambangTri says:

    Rest In Peace, Romo

  2. Tarcisius says:

    RIP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi