UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Para Uskup Menyerukan Pembebasan Warga Filipina yang Diculik di Libya  

Juli 10, 2018

Para Uskup Menyerukan Pembebasan Warga Filipina yang Diculik di Libya   

Ribuan warga Filipina melamar pekerjaan ke luar negeri karena kurangnya lapangan kerja di negara mereka dan kebanyakan ke Timur Tengah. (Foto: Angie de Silva)

Para pemimpin Gereja Katolik di Filipina telah meminta pembebasan tiga pekerja migran Filipina yang diculik di Libya.

Ketiganya, yang bekerja sebagai teknisi, diculik pada 6 Juli, menurut laporan Kementerian Luar Negeri Filipina. Dua wanita Filipina yang diculik pada hari yang sama di Irak telah dibebaskan, pada 9 Juli.

“Kami berterima kasih kepada Tuhan atas keberhasilan menyelamatkan dua warga kami,” kata Menteri Luar Negeri Alan Peter Cayetano dalam sebuah pernyataan.

“Pembebasan mereka tidak akan mungkin terjadi tanpa respon cepat dari teman-teman di Irak dan untuk itu kami sangat berterima kasih,” katanya.

Para pemimpin Gereja Katolik di Manila sebelumnya mengimbau pihak berwenang “melakukan segala cara” untuk membebaskan warga Filipina.

Apa yang diinginkan oleh para pekerja Filipina adalah “memperoleh hidup yang lebih baik,” kata Mgr Ruperto Santos, uskup Balanga, ketua  Komisi Migran dan Perantau Konferensi Waligereja Filipina.

“Mereka bermigrasi ke negara lain dengan satu-satunya niat  melayani dan membantu majikan mereka dan orang yang mereka cintai yang mereka telah tinggalkan.”

Dia juga meminta umat Katolik  berdoa bagi “perubahan hati para penculik.”

Menurut laporan yang diterima oleh kedutaan Filipina di Irak, para wanita Filipina sedang menuju ke Baghdad dari Erbil di wilayah Kurdistan utara ketika orang-orang bersenjata menghentikan kendaraan mereka di jalan raya.

Di Libya, kedutaan Filipina di Tripoli mengatakan tiga teknisi Filipina berada di antara empat warga negara asing yang diculik oleh orang-orang bersenjata dari lokasi proyek pengairan.

Pemimpin proyek, Mardomel Melicor mengatakan orang-orang bersenjata memasuki lokasi konstruksi yang terletak 500 kilometer dari Tripoli dan membawa lima orang asing dan empat warga Libya.

Orang-orang bersenjata itu kemudian melepaskan salah satu pekerja asing dan semua orang Libya.

Ada sekitar 4.000 orang Filipina yang bekerja di Irak, 3.000 di antaranya berbasis di Kurdistan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi