UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Para Uskup Teguhkan  Warga Filipina   di Tengah Ancaman Pembunuhan

Juli 11, 2018

Para Uskup Teguhkan  Warga Filipina   di Tengah Ancaman Pembunuhan

Mgr Romulo Valles, uskup agung Davao (kiri), ketua Konferensi Waligereja Filipina, menyampaikan konferensi pers pada 9 Juli di akhir pertemuan mereka. (Foto: Angie de Silva)

Konferensi Waligereja Filipina meminta umatnya untuk tetap teguh di tengah gelombang pembunuhan dan berbagai  kekerasan yang mencengkeram Filipina.

Sekitar 22.000 orang yang diduga pengguna  dan bandar narkoba tewas dalam perang anti-narkotika pemerintah dalam dua tahun terakhir, demikian menurut laporan kelompok pembela  HAM.

Dalam beberapa pekan terakhir, pejabat pemerintah daerah menjadi target serangkaian pembunuhan sementara tiga imam Katolik  tewas dalam enam bulan terakhir.

“Ketika ada begitu banyak kebencian dan kekerasan, ketika pembunuhan menjadi kejadian yang hampir setiap hari … kami  meneguhkan  umat beriman agar tetap teguh,” demikian surat gembala para uskup.

Desakan itu dibuat di akhir pertemuan pleno dua tahunan prelatus di Manila pada 9 Juli.

Para uskup mendesak umatnya “untuk aktif bekerja demi perdamaian” terutama pada suatu waktu “ketika orang-orang terbiasa mendapat penghinaan melalui media sosial.”

Tanpa menyebut Presiden Rodrigo Duterte, yang berulang kali mengomel terhadap para pemimpin Gereja, para uskup mendesak umat Katolik  berdoa bagi “mereka yang telah menghujat Nama Suci Tuhan.”

Para uskup kemudian meminta tiga hari doa dan pengakuan dosa mulai 16 Juli bagi mereka yang “memfitnah dan memberikan kesaksian palsu, dan mereka yang melakukan pembunuhan atau membenarkan pembunuhan sebagai sarana untuk memerangi kriminalitas di negara kita.”

Darah para martir

Surat Gembala para uskup berjudul “Bersukacitalah dan bergembiralah!” mengutuk pembunuhan Pastor  Marcelito Paez, Pastor Mark Ventura, dan Pastor Richmond Nilo dalam beberapa bulan terakhir, tetapi mengatakan itu bukan sesuatu yang baru.

“Apa yang baru tentang para imam yang dibunuh karena bersaksi kepada Kristus? Apa yang baru tentang para nabi modern yang dibungkam oleh peluru pembunuh yang berbahaya?” tulis para  uskup.

Para prelatus itu menyesalkan bahwa beberapa orang yang menyebut diri mereka Kristen “tidak melihat ada yang salah tentang pembunuhan itu, yang hanya tertawa ketika Tuhan kita dihujat, dan yang mengambil bagian dalam mewariskan berita palsu.”

“Akan selalu ada di antara kita yang mengaku iman kepada Kristus tetapi begitu mudah tergoda oleh janji-janji setan yang kosong,” kata para uskup.

Atas pembunuhan para tersangka narkoba, para uskup bertanya: “Apakah kita tidak merasakan penderitaan para pecandu narkoba yang diberi label ‘non-manusia,’ dan dicap sebagai kriminal ketika nama mereka berakhir pada ‘daftar pengawasan obat terlarang’ yang ditakuti itu?”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi