UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

“Perburuan” Dimulai Setelah Penahanan Biarawati MC di India 

Juli 11, 2018

“Perburuan” Dimulai Setelah Penahanan Biarawati MC di India 

Dalam foto ini, seorang biarawati Misionaris Cinta Kasih (MC) merawat seorang anak di Panti Asuhan Nirmala Shishu Bhavan di Kolkata. (Foto: Julian S. Das)

Sejumlah tokoh Kristiani mengatakan pemerintah yang pro-Hindu di Negara Bagian Jharkhand, India, telah memulai perburuan terhadap lembaga-lembaga Kristiani beberapa hari setelah polisi menahan seorang biarawati dari Kongregasi Misionaris Cinta Kasih (MC) yang dituduh melakukan perdagangan anak.

Para pejabat pemerintah yang dipimpin oleh Bharatiya Janatha Party (BJP) tengah melakukan pencarian di lembaga-lembaga Kristiani khususnya panti yang dikelola oleh Kongregasi MC di Ranchi, ibukota negara bagian itu, dan kota-kota lainnya seperti Jamshedpur dan Gumla.

“Pemerintah tengah menargetkan lembaga-lembaga kami untuk memfitnah kami,” kata Uskup Auksilier Ranchi Mgr Telesphore Bilung.

Pencarian dan penyelidikan dimulai setelah Suster Concilia MC yang mengelola sebuah panti untuk para ibu yang tidak menikah di Ranchi dijebloskan ke penjara selama 14 hari pada Kamis (5/7) lalu.

“Kami mendapat laporan dari berbagai wilayah di negara bagian ini tentang pencarian yang dilakukan pemerintah itu. Melalui operasi pencarian ini, pemerintah tengah berupaya membuktikan bahwa umat Kristiani dan lembaga mereka terlibat dalam aktivitas ilegal,” kata prelatus itu.

Suster Concilia adalah kepala panti Nirmal Hriday (hati yang lembut). Ia ditangkap bersama seorang karyawan setelah muncul keluhan bahwa karyawan tersebut meminta uang kepada sepasang suami-isteri yang tidak memiliki anak untuk seorang bayi. Namun karyawan itu tidak menepati janjinya.

Para pejabat pemerintah juga merazia sebuah panti MC lainnya yakni Nirmala Shishubhavan (rumah untuk anak-anak murni) dan memindahkan 22 anak ke sebuah fasilitas pemerintah, kata Pastor Peter Martin.

Pastor Martin adalah seorang pengacara yang memberi bantuan hukum kepada para biarawati MC.

Selain itu, pemerintah juga memindahkan 13 ibu yang tidak menikah dari Nirmal Hriday ke panti-panti yang dikelola pemerintah, lanjut imam itu.

Pastor Martin mengatakan tindakan pemerintah itu ilegal dan para pejabat Gereja berencana mengunjungi Pengadilan Tinggi untuk meminta petunjuk untuk “mengakhiri praktek ilegal dan tekanan semacam itu” terhadap komunitas Kristiani.

Abhraham Mathai, ketua Suara Kristen India, mengatakan kepada ucanews.com bahwa pengadilan hendaknya memperhatikan apa yang sedang terjadi di Jharkhand.

Mantan wakil ketua Komisi Minoritas Negara Bagian Maharashtra itu mengatakan faktanya adalah para biarawati MC telah berhenti memberi bayi untuk adopsi sejak 2015 setelah mereka tidak sepakat tentang prinsip-prinsip dalam peraturan pemerintah yang membolehkan seorang individu, pasangan suami-isteri yang sudah bercerai dan pasangan suami-isteri yang berpisah untuk mengadopsi anak.

“Menuduh para biarawati melakukan perdagangan anak itu sangat konyol, tidak beralasan dan tidak masuk akal,” katanya.

Ia meminta pengadilan untuk berhenti mengorbankan para biarawati, sebuah hal yang “dimotori oleh motif jahat untuk memfitnah karya mengagumkan dari Kongregasi Misionaris Cinta Kasih dan memberi kesan buruk bagi kongregasi ini baik di dalam maupun di luar negeri.”

Mathai mengatakan kelompok-kelompok Hindu sebelumnya berusaha menuduh para biarawati MC terlibat dalam aktivitas Kristenisasi. Namun upaya itu gagal.

“Tidak mengejutkan bahwa elemen-elemen jahat itu muncul kembali untuk menangkap para biarawati atas tuduhan yang meragukan,” lanjutnya.

Juru bicara Kongregasi MC, Sunita Kumar, mengatakan karya Kongregasi MC yang didirikan oleh Santa Teresa dari Kolkata pada 1950 itu “ada di depan publik.”

Seraya menyambut baik investigasi yang dilakukan oleh pemerintah, ia mengatakan kepada ucanews.com: “Kami tidak menyembunyikan apa pun.”

Kongregasi MC berkomitmen untuk melayani “termiskin dari yang miskin” dan memiliki 5.000 biarawati di lebih dari 770 panti – 243 di antaranya di India. Mereka mengelola panti untuk orang miskin dan sekarat serta tempat penampungan untuk para ibu yang tidak menikah dan yatim piatu.

Para tokoh Kristiani mengatakan sejak pemerintahan BJP berkuasa pada 2014, komunitas mereka mengalami kekerasan dan tekanan di tangan kelompok-kelompok Hindu yang semakin gencar melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan mereka yakni menjadikan India sebagai negara Hindu.

Jharkhand memiliki sekitar 1 juta umat Kristiani, hampir semuanya masyarakat adat. Total jumlah penduduk negara bagian ini adalah 32 juta orang. Sekitar 4,3 persen jumlah penduduk Kristiani ini hampir dua kali lipat dari data nasional.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi