UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pihak Berwenang Larang Seorang Imam  Cina

Juli 12, 2018

Pihak Berwenang Larang Seorang Imam  Cina

Umat Katolik mengadakan ziarah di situs Tujuh Kedukaan St. Perawan Maria tahunn2016. Seorang imam dikualifikasi karena memimpin ziarah ke Shanxi pada 4 Mai. (Foto: ucanews.com)

Pejabat kantor  urusan agama pemerintah Cina merekomendasikan  pelarangan seorang imam  karena memimpin ziarah.

Para pengamat meyakini kasus ini baru pertama kali terjadi di bawah undang-undang (UU) agama baru yang berlaku secara nasional pada 1 Februari lalu.

Biro urusan etnis dan agama menilai bahwa imam itu bertindak bertentangan dengan Sinisisasi keagamaan yang bertujuan untuk menghapuskan pengaruh luar dengan norma-norma budaya dan sosial Cina.

Biro  tersebut  di distrik Changan, provinsi Hebei mengeluarkan surat tertanggal 11 Juni ke keuskupan Shijiazhuang dan Asosiasi Katolik Patriotik Cina yang menyerukan pelarangan.

Pastor Sun Linghui dari Gereja terbuka, diberitakan bahwa pada 4 Mei ia membawa sekelompok peziarah ke provinsi Shanxi utara, tempat komunitas Katolik telah ada sejak abad ke-17.

Ziarah itu diklaim memiliki dampak sosial “sangat buruk” yang membenarkan penangguhan kegiatan misionaris Pastor Sun dan pembatalan pendaftaran resminya.

Pasal dalam UU  baru itu mengatakan bahwa segala tindakan dalam 30 hari sejak diterimanya surat itu, termasuk penunjukan seorang imam untuk segera diberlakukan.

Pasal 73 UU  baru itu menyatakan bahwa setiap warga yang melakukan kegiatan keagamaan yang tidak sah maka segala kepemilikan  properti atau pendapatan disita serta dilarang menjalankan peran mereka  sebagai klerus.

Surat ini lebih khusus berhubungan dengan aktivitas Pastor Sun dan  secara lebih umum menyerukan kepada asosiasi patriotik untuk memperkuat pengawasan para uskup demi menjaga keharmonisan sosial.

Pastor Sun mencatat bahwa, meskipun ada rekomendasi, belum ada keputusan tentang pelarangannya. “Berdoalah untuk saya dan Gereja,” katanya melalui telepon. Dia menambahkan: “Itu dia, itu dia.” Lalu dia menutup teleponnya.

Sebuah sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada ucanews.com bahwa upaya  untuk menyingkirkan Pastor Sun dikaitkan dengan ketegangan antara imam dan pemimpin Gereja Katolik  setempat.

Sumber lain menambahkan bahwa beberapa anggota Gereja lainnya, yang juga menentang Pastor Sun, dapat melaporkan keterlibatannya dalam ziarah ke pejabat urusan agama Cina.

Yang lain mencatat bahwa, Pastor Sun menjadi korban dari UU  baru itu yang mencakup praktik keagamaan.

“Apa masalah bagi seorang imam untuk membawa umat beriman dalam ziarah?” tanya seorang anggota Gereja. “Ini urusan internal Gereja kami  dan ziarah itu baik untuk iman kami.”

Rekomendasi diskualifikasi bertentangan dengan perlindungan konstitusional Cina terhadap kebebasan beragama, tambah anggota Gereja itu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi