UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Para Pastor Filipina Mendapat Ancaman  dan Gangguan Tentara

Juli 16, 2018

Para Pastor Filipina Mendapat Ancaman  dan Gangguan Tentara

Para pastor Gereja Independen Filipina yang aktif dalam advokasi HAM dan lingkungan sudah melaporkan intimidasi melalui SMS dan mengancam mereka dalam beberapa bulan terakhir. (Foto: Mark Saludes)

Pemimpin Iglesia Filipina Independiente (Gereja Independen Filipina), atau IFI, menuduh pasukan keamanan melakukan pengawasan ilegal terhadap para pastor, dan bahkan mengeluarkan ancaman pembunuhan terhadap mereka.

“Kami percaya ancaman pembunuhan dan pelecehan ini adalah tindakan yang hanya negara yang memiliki kekuatan dan otoritas untuk melakukan,” kata uskup agung  IFI, Mgr Rhee Timbang kepada  ucanews.com dalam sebuah wawancara pada 12 Juli.

Tuduhan ini menyusul klaim oleh para pastor  IFI, Randy Manicap dan Arvin Mangrubang, dari wilayah utara Ilocos, bahwa mereka berkali-kali  menerima ancaman telepon dan SMS sejak tahun 2017.

Keduanya aktif dalam aksi perlawanan mereka terhadap aktivitas penambangan di paroki masing-masing dan merupakan pengamat yang kritis atas dugaan pelanggaran HAM oleh pejabat pemerintah.

Kedua imam itu adalah penggerak kelompok Solidaritas Rakyat Melawan Penambangan Skala Besar di propinsi Ilocos Norte.

Para karyawan paroki juga melaporkan “pria-pria yang tampak mencurigakan” menanyakan keberadaan para pastor.

“Hanya pemerintah yang punya motif untuk melakukan pelecehan ini,” kata Pastor Manicap.

“Mereka ingin membungkam kami karena kami terus menyuarakan jeritan warga miskin terhadap ketidakadilan sosial,” tambah imam itu.

Pastor Mangrubang mengatakan dia mengkhawatirkan ancaman nyawanya, terutama setelah pembunuhan tiga imam Katolik dalam beberapa bulan terakhir.

“Ini bukan hanya serangan terhadap kami para hierarki, tetapi serangan yang disengaja terhadap iman kita,” kata Pastor Mangrubang.

“Kami khawatir umat paroki kami akan terluka karena mencoba melindungi kami dari kekerasan yang tidak masuk akal ini,” katanya kepada ucanews.com.

Seorang juru bicara militer menepis klaim yang mengatakan bahwa “tidak ada alasan” bagi pemerintah untuk melakukan operasi pengawasan terhadap para imam.

“Tidak mungkin tentara kami melakukan itu. Ini adalah tugas kami untuk melindungi warga sipil terutama para imam, bukan mengancam mereka,” kata Letnan Kolonel Isagani Nato dari Komando Luzon Utara.

“Kami adalah organisasi militer profesional yang menganut proses hukum dan menjunjung tinggi perlindungan hak asasi manusia,” kata Nato.

Dia mendesak para imam untuk berkoordinasi dengan militer “sehingga kami dapat membantu mereka menemukan pelaku di balik ancaman pembunuhan dan tindakan yang melanggar hukum.”

Namun, Uskup Timbang mengatakan ini bukan pertama kalinya IFI menerima laporan tentang pelecehan, bahkan serangan terhadap imam “berdiri bersama dan dalam mengadvokasi penyebab sah dari orang-orang kita.”

Salah satunya adalah pembunuhan Uskup Alberto Ramento, yang ditikam sampai mati di  kediamannya di kota Tarlac pada 3 Oktober 2006.

Uskup Ramento, mantan uskup agung IFI, telah aktif dalam berbagai masalah sosial dan menjadi ketua Forum Ekumenis Para Uskup  dan Promosi Penyambutan Umat Gereja.

“Tindakan ini melanggar hak asasi manusia para pemimpin kami yang ditahbiskan dan rakyat biasa,” kata Uskup Timbang, sambal menambahkan bahwa ancaman “merupakan tindakan penganiayaan.”

“Ini adalah upaya yang disengaja untuk membungkam para imam kita dan orang awam yang terlibat dalam memberdayakan masyarakat,” tambah prelatus itu.

IFI, yang didirikan pada 1902 di tengah nasionalisme intens yang menyertai perang kemerdekaan dari Spanyol, memiliki setidaknya 30 keuskupan di Filipina dan satu di Amerika Serikat dengan total anggotanya sekitar 1,5 juta.

 

One response to “Para Pastor Filipina Mendapat Ancaman  dan Gangguan Tentara”

  1. Jenny Marisa says:

    Polisi Filipine kemungkinan sdh disuap dan jadi keset.. dipakai sebagai bandit menakuti bangsa sendiri..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi