UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Vatikan Angkat Dua Uskup Baru untuk Indonesia

Juli 17, 2018

Vatikan Angkat Dua Uskup Baru untuk Indonesia

Pastor Ewaldus Martinus Sedu (kiri) diangkat oleh Paus Fransiskus sebagai uskup baru untuk keuskupan Maumere, sementara Pastor Christopher Tri Harsono (kanan) diangkat sebagai uskup baru intui keuskupan Purwokerto. (Foto tersedia).

Paus Fransiskus telah mengangkat dua uskup baru untuk keuskupan Purwokerto, Jawa Tengah dan keuskupan Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur pada 14 Juli, untuk pertama kalinya Vatikan  menunjuk dua uskup pada saat yang sama.

Bapa Suci menunjuk Pastor Ewaldus Martinus Sedu, 55 tahun, sebagai uskup keuskupan Maumere dan Pastor Christopher Tri Harsono, 52, sebagai uskup Keuskupan Purwokerto.

Uskup terpilih Harsono saat ini adalah vikjen keuskupan Bogor, Jawa Barat. Dia menggantikan Uskup Julianus Sunarka SJ yang mengundurkan diri pada Desember 2016 setelah mencapai usia pensiun 75 tahun.

Lahir di Bogor pada 18 Januari 1966, ia ditahbiskan menjadi imam pada 15 Februari 1995. Dari tahun 1998 hingga 2001 ia belajar bahasa Arab di Mesir dan di Institut Kepausan untuk Studi Bahasa Arab dan Islam di Roma, Italia.

Setahun kemudian ia diangkat sebagai rektor Seminari Tinggi Santo Petrus dan Paulus di Bandung, Jawa Barat. Dia saat ini mengajar di Fakultas Filsafat  Universitas Katolik Parahyangan  Bandung.

Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM, uskup Bogor mengatakan umat Katolik di keuskupannya sangat senang karena seorang imam setempat, yang lahir dan dibesarkan di Bogor, telah ditunjuk sebagai uskup.

“Kami sangat bangga bahwa Pastor Harsono dipercaya oleh Vatikan untuk menggembalakan umat Katolik di Purwokerto,” kata Mgr Paskalis kepada ucanews.com.

Uskup itu mengatakan  Pastor Harsono pantas menjadi uskup karena dia memiliki pengalaman pastoral yang luas dan pengetahuan yang baik.

Menurut Buku Petunjuk Gereja Katolik, hingga tahun 2015 keuskupan Purwokerto memiliki sekitar 61.000 umat Katolik tersebar di 25 paroki yang dilayani oleh 46 imam diosesan, 35 imam religius, 145 suster, dan 24 bruder.

Sementara itu, Uskup terpilih Ewald, akan menggantikan Uskup  Gerulfus Kherubim Pareira SVD yang mengundurkan diri pada bulan September 2016 setelah mencapai usia pensiun 75 tahun.

Pastor Ewald lahir di Bajawa, Flores pada 30 Juli 1963, dan ditahbiskan menjadi imam pada Juli 1991.

Dari tahun 1997 hingga 2001, Pastor Ewald  belajar pedagogi di Roma, Italia, kemudian menjadi dosen di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK)  Ledalero, di Maumere.

Dia juga melayani sebagai rektor Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret di Maumere dari tahun 2005 hingga 2010. Saat diangkat sebagai uskup,  ia menjabat sebagai vikjen keuskupan Maumere.

“Saya tidak percaya saya diangkat menjadi uskup. Ini adalah sebuah tanggung jawab besar bagi saya,” kata Uskup-terpilih Ewald  kepada ucanews.com.

Ia meminta umat Katolik setempat untuk mendukung dan membantunya dalam misi barunya, dan berharap ia tidak dibiarkan sendirian.

Uskup terpilih Ewald  mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi keuskupan adalah kekurangan imam diosesan sehingga dia “akan bekerja keras untuk mempromosikan panggilan imamat.”

Ia mengatakan ia akan melanjutkan hasil sinode keuskupan itu.

Menurut Buku Petunjuk Gereja Katolik, hingga tahun 2015, keuskupan Maumere memiliki sekitar 302.000 umat Katolik, yang tersebar di 36 paroki, yang dilayani 62 imam diosesan, 134 imam religius, 157 suster, dan 13 bruder.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi