UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Semua Biara Kongregasi MC di India akan Diperiksa

Juli 20, 2018

Semua Biara Kongregasi MC di India akan Diperiksa

Foto ini diambil pada 4 Juli menunjukkan sejumlah polisi India berkumpul di luar biara suster MC di mana seorang karyawan dan seorang biarawati sebelumnya ditangkap dengan tuduhan adopsi ilegal di Ranchi, India. (Foto: AFP)

Kementerian federal India telah memerintahkan pemeriksaan semua rumah singgah tempat pengasuhan anak yang dikelola oleh Kongregasi Suster-suster Misionaris Cinta Kasih (MC),  yang didirikan oleh Ibu Teresa, setelah seorang biarawati dituduh menjual bayi untuk diadopsi.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Tumbuh Kembang  Anak mengeluarkan sebuah pernyataan pada 16 Juli bahwa langkahnya itu mengikuti kasus dugaan adopsi ilegal belum lama ini yang dilakukan oleh  Nirmal Hriday (hati yang lembut), sebuah rumah singgah bagi ibu yang tidak menikah yang dikelola  oleh para suster MC  di Ranchi, negara bagian Jharkhand.

Menteri Maneka Gandhi telah meminta pihak berwewenang  memeriksa semua rumah yang dikelola oleh konggregasi itu.

Suster Concelia Balsa dan pekerja sosial Anima Indwar ditangkap pada 4 Juli setelah pasangan yang tidak punya anak mengadu kepada Komisi Perlindungan anak negara itu bahwa Indwar mengambil uang untuk memberikan bayi tetapi gagal memenuhi janjinya. Mereka dituduh telah menjual tiga bayi dari rumah singgah itu.

Indwar dilaporkan mengaku kepada polisi bahwa dia mengambil uang untuk bayinya.

“Kami sepenuhnya bekerja sama dengan team investigasi dan terbuka untuk setiap penyelidikan yang bebas, jujur dan adil,” kata Suster Mary Prema Pierick, superior jenderal MC, dalam sebuah pernyataan 17 Juli.

Dia mengatakan Indwar, yang telah bekerja di rumah singgah itu selama enam tahun, mendapat  kepercayaan dari Suster Concelia, yang bertanggung jawab atas bagian ibu yang tidak menikah.

Ketika para biarawati  sibuk dengan pekerjaan lain, memungkinkan Indwar untuk mengawal ibu yang tidak menikah untuk membawa bayi mereka ke kantor Komisi Kesejahteraan Anak. Para biarawati tidak memiliki fasilitas untuk memverifikasi apakah seorang bayi telah menyerah karena “dalam praktik”, kantor pemerintah tidak akan mengakui pengambil alih  pengasuhan seorang bayi dari seorang ibu yang tidak menikah, kata Suster Prema.

Laporan media mengatakan Indwar, ibu bayi dan seorang penjaga di rumah bersama-sama mengambil uang untuk menjual bayi yang bersangkutan.

“Kami memiliki keyakinan penuh terhadap pengadilan hukum dan otoritas penyidik ​​dan yakin bahwa keadilan akan berlaku,” kata Suster Prema.

Pastor Peter Minj, seorang pengacara yang membantu suster MC, mengatakan langkah pemerintah federal  memeriksa semua rumah kongregasi MC adalah “perkembangan terbaru dalam serangkaian pemeriksaan yang kami hadapi.”

Kepala kepolisian negara bagian itu D.K. Pandey mengirim surat kepada sekretaris federal pada 11 Juli mendesak dia  membekukan rekening bank kongregasi itu untuk memfasilitasi penyelidikan apakah ada pelanggaran peraturan yang mencakup penerimaan dana asing.

Para pemimpin Gereja mengatakan pemerintah yang dipimpin oleh Partai Bharatiya Janata  menggunakan kasus ini untuk mencoreng citra Misionaris Cinta Kasih dan seluruh komunitas Kristen.

“Banyak mitos yang tersebar, informasi terdistorsi dan berita palsu yang tersebar, dan sindiran tanpa dasar yang dilontarkan mengenai  suster-suster penerus  Ibu Teresa itu,” kata Suster Prema.

Kongregasi yang didirikan Ibu Teresa  tahun 1950 memiliki 5.167 anggota yang melayani di 760 rumah di 139 negara. Kongregasi ini memiliki 244 rumah di India.

Kongregasi “bersumpah untuk melanjutkan pelayanan sepenuh hati dan gratis kepada yang paling miskin dari yang miskin” bahkan di “tengah kritik yang belum pernah terjadi dan tidak berdasar yang dihadapinya saat  ini,” kata Suster Prema dalam pernyataannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi