UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Aktivis Katolik Mengakhiri Aksi Mogok Makan Di Penjara Vietnam

Juli 27, 2018

Aktivis Katolik Mengakhiri Aksi Mogok Makan Di Penjara Vietnam

Seorang blogger Vietnam, Nguyen Ngoc Nhu Quynh, yang juga dikenal sebagai “Ibu Jamur” menghadiri persidangan di pengadilan negeri di Kota Nha Trang pada 30 November 2017. (Foto: AFP)

Seorang aktivis dan blogger terkenal beragama Katolik mengakhiri aksi mogok makan yang telah dilakukannya selama dua pekan di sebuah penjara di Vietnam setelah ia bertemu sejumlah diplomat Amerika Serikat yang tengah melakukan kunjungan, demikian menurut jaringan blogger setempat.

“Blogger ‘Mother Mushroom’ Nguyen Ngoc Nhu Quynh mengakhiri aksi mogok makan setelah beberapa pejabat dari Kedubes Amerika Serikat mengunjunginya di penjara pada 23 Juli,” demikian pernyataan Jaringan Blogger Vietnam pada 25 Juli.

Jaringan itu mengatakan Quynh yang juga dikenal dengan sebutan “Me Nam” atau “Ibu Jamur” nampak “sangat lelah tetapi masih berpikiran jernih setelah ia melakukan aksi mogok makan selama 16 hari.”

Quynh, 39, tengah menjalani hukuman penjara selama 10 tahun karena mempublikasikan tulisan anti-pemerintah dan memperjuangkan para tahanan politik. Ia mulai melakukan aksi mogok makan pada 6 Juli untuk memprotes perlakukan buruk di Penjara Kamp Nomor 5 di Propinsi Thanh Hoa di bagian utara negara itu, sekitar 1.200 kilometer dari rumahnya di Propinsi Khanh Hoa.

Ibu dari dua anak itu telah melakukan aksi mogok makan tiga kali untuk memprotes perlakuan buruk termasuk pemberian racun pada makanan sejak ia dipindahkan ke penjara itu pada Januari lalu dari Nha Trang, kampung halamannya.

Jaringan itu mengatakan mereka memanggil kedutaan asing di Vietnam dan organisasi hak asasi manusia (HAM) internasional untuk mengunjungi Quynh di penjara sebagai sebuah cara untuk menekan pemerintah.

Para blogger itu mengatakan perwakilan Uni Eropa telah meminta ijin kepada pemerintah untuk mengunjungi Quynh. Bisa dipahami bahwa pemerintah belum membalas permintaan tersebut.

Quynh telah mengkritik pelanggaran HAM dan korupsi yang dilakukan pemerintah. Ia menyelidiki dan mempublikasikan secara luas tentang perlindungan lingkungan, kesehatan publik, reformasi hukum dan upaya anti-penyiksaan. Ia juga mengkritik kebijakan luar negeri Vietnam terhadap Cina terkait pulau-pulau yang disengketakan di Laut Cina Selatan.

Pembela Hak Sipil yang berbasis di Swedia tahun lalu menggambarkan penangkapan Quynh dan penahanannya sebagai “persekusi terhadap keberaniannya membela HAM.”

Human Rights Watch (HRW) mengkritik catatan pemerintah terkait HAM yang diajukan kepada Dewan HAM PBB baru-baru ini.

“Vietnam nampaknya berjuang untuk menjadi salah satu pemerintahan yang paling represif di Asia,” kata Phil Robertson, wakil direktur Asia HRW.

Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, pemerintah menghukum dan memenjarakan sedikitnya 27 blogger dan aktivis HAM menurut berbagai undang-undang yang kejam.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi