UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pastor Paroki Hibur Para Korban Banjir Bandang di Tiongkok

Juli 27, 2018

Pastor Paroki Hibur Para Korban Banjir Bandang di Tiongkok

Pastor Ding Yang mengunjungi sebuah keluarga Katolik yang berdampak banjir di paroki Tongnan, Chongqing pada 12 Juli. (Foto: Father Ding Yang)

Seorang pastor paroki di Tiongkok bergegas memberikan pendampingan pastoral kepada korban banjir setelah banjir besar menghantam  rumah-rumah dan merusak mata pencaharian penduduk di Chongqing.

Chongqing adalah kotamadya yang berada diantara pertemuan Sungai Yangtze dan Sungai Jialing di Tiongkok barat daya dan Sungai Minjiang, Sungai Qujiang dan Sungai Wujiang juga melewati kota itu.

Ketika sungai-sungai seperti Yangtze, Jialing dan Minjiang terjadi banjir pada 12 Juli, lebih dari 50.000 orang harus meninggalkan rumah-rumah mereka di distrik Tongnan, meskipun tidak ada korban yang dilaporkan.

Sekitar 5.000 umat Katolik di Shuangjiang, Guilin, Xiaobazi dan kota Taihe di Tongnan sebagian besar adalah petani.

Pastor Ding Yang, seorang pastor paroki di Tongnan, mengatakan kepada ucanews.com bahwa daerah itu telah mengalami banyak banjir selama bertahun-tahun. “Untungnya, kali ini umat Katolik tidak terlalu terpengaruh,” katanya.

Hanya 11 keluarga Katolik di parokinya yang diterjang  banjir, termasuk keluarga seorang biarawati.

Imam itu dan beberapa mat parokinya pergi ke daerah yang dilanda  bencana dan mengunjungi keluarga Katolik untuk memberikan pendampingan pastoral dan rohani setelah tiga hari banjir.

Pastor Ding berdoa bersama mereka dan mendorong mereka untuk berpasrah kepada Tuhan dalam menghadapi bencana alam. Umat ​​Katolik bersyukur kepada Tuhan atas kepedulian Pastor Ding beserta anggotanya dan bantuan Gereja.

Pastor Ding mengatakan Tongnan adalah pusat sayur  Tiongkok. Tanaman seperti lobak, cabai dan lemon diekspor ke luar negeri.

“Karena tanaman mereka telah diterjang  banjir, dan petani tidak dapat menanam untuk sementara waktu, mereka diperkirakan akan kehilangan setidaknya dua perempat dari pendapatan mereka,” katanya.

Gereja lokal telah memberi setiap orang Katolik yang terkena dampak banjir US $ 500, sementara pihak berwenang telah mensubsidi dan membagikan benih kepada mereka.

Dengan suhu di Chongqing mencapai sekitar 40 derajat Celcius, pihak berwenang khawatir munculnya wabah penyakit.

Banjir menggenangi jalan dekat Gereja Salib Suci Shuangjiang, yang berusia lebih dari 100 tahun. Menurut sejarah Gereja Tiongkok, Tongnan adalah tempat paling awal di mana agama Katolik diperkenalkan di Chongqing.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi